top of page

Rias Pengantin ala Serat Centhini

Merias pengantin, satu tahap awal kesakralan prosesi pernikahan dalam budaya Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sepasang pengantin Jawa terlihat dari belakang tahun 1868. (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

11 Agu 2022
2 menit membaca

Usai pelaksanaan ijab kabul, doa-doa dan salawat dilantunkan. Pengantin kakung (laki-laki) menggunakan kampuh (jenis kain untuk pengantin Jawa) dan celana cindhe (motif kain Jawa dengan teknik jumputan) berenda, dilengkapi kuluk (penutup kepala) di bagian kepala dan dhuwung (keris) di sisi kampuh. Boreh kuning melumuri tubuhnya. Ada hiasan gombyok dari rangkaian bunga setaman. Ia lalu bersalaman dengan penghulu.


Di saat yang bersamaan, pengantin putri terlihat sangat cantik hasil karya perias pengantin. Dahinya dihiasi goresan paes (riasan pada dahi pengantin Jawa). Prosesnya dimulai dari mengerik anak rambut, meletakkan pidih (bahan untuk membuat paes), lalu membuat jamang (ukiran di bagian pipi menuju rambut) di bagian kanan dan kiri. Digunakannya pula gelang kana dan kalung susun. Kampuh serta kain cinde membalut tubuhnya dari bahu hingga mata kaki. Lalu, sanggulnya berbentuk gelung bokor mengkureb. Wangi pandan menyeruak dari balik sanggulnya. Wangi itu berpadu dengan wangi rangkaian bunga melati. Cunduk mentul (aksesori pengantin, biasanya terbuat dari kuningan atau logam) berjumlah sembilan menambah kesan mewah hiasan kepala.


Itulah gambaran pernikahan dalam Serat Tatacara karangan Ki Padmasusastra yang ditulis tahun 1911. Deskripsi tersebut menjadi gambaran visual pernikahan Jawa di eranya kendati tidak jauh berbeda dari pernikahan adat Jawa pada masa kini, yang sama-sama menggunakan paes.



Pada masa lalu, proses pembuatan paes merupakan sebuah ritual. Ada beberapa hal yang harus dilakukan baik untuk calon pengantin maupun tenaga perias.


SeratCenthini menggambarkan hal-hal yang perlu dilakukan oleh perias pengantin Jawa. Antara lain,  perias memiliki doa khusus saat merias pengantin. Lalu, perias membaca mantra-mantra dengan harapan sang pengantin putri terlihat semakin cantik. Sebelum merias, perias disarankan melengkapi dengan sesaji.


“Sesaji paes terdiri dari panggang tumpeng krambil wutuh, pitik urip gula klapa, jadah jenang pondhoh biru, kembang boreh jajan pasar, gedhang ayu suruh ayu, langkep saadune pisan, jungkat suri kaca timur, lenga sundhul mega biru, tindhihe salawe uwang,” kata buku hasil transliterasi Kamajaya tahun 1989, Kuliner dalam Serat Centhini.


Foto pengantin Jawa oleh Kassian Céphas 1845-1912. (collectie.wereldculturen.nl).
Foto pengantin Jawa oleh Kassian Céphas 1845-1912. (collectie.wereldculturen.nl).

Tumpeng, kelapa utuh, ayam hidup, gula kelapa, bubur, jajanan pasar, dan pisang satu sisir adalah bahan makanan yang dijadikan sesaji saat membuat paes. Sesaji itu lalu dilengkapi uang sebesar 25 real yang ditindih dengan sisir dan cermin.


Pengantin putri disarankan duduk di atas tikar yang dilapisi berbagai daun, utamanya daun alang-alang, dan jarik besar untuk semekan (kain lilit di bagian dada) saat dirias.



Berbeda dari riasan pengantin putri, riasan pengantin pria lebih simpel. Pengantin pria hanya mengerik alis dan mengerik kumis. Alas duduk yang digunakan sama seperti pengantin putri. Pakaiannya berupa kampuh dengan motif gadhung melati atau bangun tulak.


Dari jasa merias itulah sang perias mendapat suguhan makanan dan minuman enak yang wajib diberikan pihak calon pengantin. Makanan untuk perias minimal nasi serta iwak (lauk).


Selain itu, perias juga berhak membawa pulang jarik alas duduk pengantin. Paling utama tentu upah dalam bentuk uang. SeratCenthini menyebutkan besaran upah yang biasa diterima perias. “Upahnya uang dua real, totalnya empat real, yang diberikan hari itu juga. Baju, jarik, kemben, semua menjadi milik nyai tukang juru paes sekaligus satu set pakaian pengantin.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
transparant.png
bottom of page