top of page

Rias Pengantin ala Serat Centhini

Merias pengantin, satu tahap awal kesakralan prosesi pernikahan dalam budaya Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Agu 2022
  • 2 menit membaca

Usai pelaksanaan ijab kabul, doa-doa dan salawat dilantunkan. Pengantin kakung (laki-laki) menggunakan kampuh (jenis kain untuk pengantin Jawa) dan celana cindhe (motif kain Jawa dengan teknik jumputan) berenda, dilengkapi kuluk (penutup kepala) di bagian kepala dan dhuwung (keris) di sisi kampuh. Boreh kuning melumuri tubuhnya. Ada hiasan gombyok dari rangkaian bunga setaman. Ia lalu bersalaman dengan penghulu.


Di saat yang bersamaan, pengantin putri terlihat sangat cantik hasil karya perias pengantin. Dahinya dihiasi goresan paes (riasan pada dahi pengantin Jawa). Prosesnya dimulai dari mengerik anak rambut, meletakkan pidih (bahan untuk membuat paes), lalu membuat jamang (ukiran di bagian pipi menuju rambut) di bagian kanan dan kiri. Digunakannya pula gelang kana dan kalung susun. Kampuh serta kain cinde membalut tubuhnya dari bahu hingga mata kaki. Lalu, sanggulnya berbentuk gelung bokor mengkureb. Wangi pandan menyeruak dari balik sanggulnya. Wangi itu berpadu dengan wangi rangkaian bunga melati. Cunduk mentul (aksesori pengantin, biasanya terbuat dari kuningan atau logam) berjumlah sembilan menambah kesan mewah hiasan kepala.


Itulah gambaran pernikahan dalam Serat Tatacara karangan Ki Padmasusastra yang ditulis tahun 1911. Deskripsi tersebut menjadi gambaran visual pernikahan Jawa di eranya kendati tidak jauh berbeda dari pernikahan adat Jawa pada masa kini, yang sama-sama menggunakan paes.



Pada masa lalu, proses pembuatan paes merupakan sebuah ritual. Ada beberapa hal yang harus dilakukan baik untuk calon pengantin maupun tenaga perias.


SeratCenthini menggambarkan hal-hal yang perlu dilakukan oleh perias pengantin Jawa. Antara lain,  perias memiliki doa khusus saat merias pengantin. Lalu, perias membaca mantra-mantra dengan harapan sang pengantin putri terlihat semakin cantik. Sebelum merias, perias disarankan melengkapi dengan sesaji.


“Sesaji paes terdiri dari panggang tumpeng krambil wutuh, pitik urip gula klapa, jadah jenang pondhoh biru, kembang boreh jajan pasar, gedhang ayu suruh ayu, langkep saadune pisan, jungkat suri kaca timur, lenga sundhul mega biru, tindhihe salawe uwang,” kata buku hasil transliterasi Kamajaya tahun 1989, Kuliner dalam Serat Centhini.


Foto pengantin Jawa oleh Kassian Céphas 1845-1912. (collectie.wereldculturen.nl).
Foto pengantin Jawa oleh Kassian Céphas 1845-1912. (collectie.wereldculturen.nl).

Tumpeng, kelapa utuh, ayam hidup, gula kelapa, bubur, jajanan pasar, dan pisang satu sisir adalah bahan makanan yang dijadikan sesaji saat membuat paes. Sesaji itu lalu dilengkapi uang sebesar 25 real yang ditindih dengan sisir dan cermin.


Pengantin putri disarankan duduk di atas tikar yang dilapisi berbagai daun, utamanya daun alang-alang, dan jarik besar untuk semekan (kain lilit di bagian dada) saat dirias.



Berbeda dari riasan pengantin putri, riasan pengantin pria lebih simpel. Pengantin pria hanya mengerik alis dan mengerik kumis. Alas duduk yang digunakan sama seperti pengantin putri. Pakaiannya berupa kampuh dengan motif gadhung melati atau bangun tulak.


Dari jasa merias itulah sang perias mendapat suguhan makanan dan minuman enak yang wajib diberikan pihak calon pengantin. Makanan untuk perias minimal nasi serta iwak (lauk).


Selain itu, perias juga berhak membawa pulang jarik alas duduk pengantin. Paling utama tentu upah dalam bentuk uang. SeratCenthini menyebutkan besaran upah yang biasa diterima perias. “Upahnya uang dua real, totalnya empat real, yang diberikan hari itu juga. Baju, jarik, kemben, semua menjadi milik nyai tukang juru paes sekaligus satu set pakaian pengantin.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page