top of page

Ribut Sengketa Nama Miss Riboet

Persaingan dua rombongan pertunjukan panggung Miss Riboet Orion dan Dardanella. Perang iklan hingga ribut nama Miss Riboet.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 14 Apr 2023
  • 4 menit membaca

PERTUNJUKAN panggungopera stamboel merupakan hiburan yang digemari penduduk Hindia Belanda sejak akhir abad ke-19. Mulanya berupa tiruan opera yang dijejali sisipan adegan hiburan. Cerita yang diangkat umumnya mengenai kehidupan raja-raja dengan pakaian gemerlapan, dimana sebagian dialogdengan nyanyian sebagaimana opera. Selain itu, tontonan panggung ini juga memiliki banyak babak yang diselingi adegan nyanyian, lawak, dan tari.


“Walhasil, penonton rakyat jelata yang hidupnya susah dan oleh struktur tidak mungkin mengubah nasibnya, bisa menghayalkan kehidupan yang indah selama dua-tiga jam,” tulis Misbach Yusa Biran dalam Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa.


Opera stamboel berawal dari seorang pemuda Indobernama August Mahieu yang mendirikan perkumpulan Komedi Stamboel di Surabaya pada 1891. Maksud komedi di sini bukanterjemahan comedy yang bermakna cerita lucu, melainkan pertunjukan. Penamaan Stamboel disinyalir karena anak buah Mahieu mengenakan topi merah orang Turki yang berkuncir hitam. Menurut Misbach orang-orang pada masa itu menyebut topi tersebut dengan nama stambul, yang merupakan kesalahan ucap dari Istambul.



Mahieu mendapat ide mendirikan Komedi Stamboel dari meniru pertunjukan di Semenanjung Malaka yang dikenal dengan Abdul Muluk. Orang-orang panggung lama menyebut Abdul Muluk meniru pertunjukan dari Iran. Pertunjukan ini mementaskan cerita-cerita kerajaan ala kisah 1001 Malam, namun Mahieu memodifikasi dengan menambahkan nuansa, selera, dan orientasi Barat.


Misbach menyebut selain musisi dan pemain yang terdiri dari orang-orang Indo, repertoar dalam kelompok pertunjukan Mahieu terdiri dari cerita 1001 Malam yang ditambahkan dengan cerita Barat, klasik maupun modern, seperti Hamlet karya Shakespeare, De Bruide daar Booven karya Multatuli, dan sebagainya.


Pertunjukan Mahieu mendapat sambutan hangat dari masyarakat di Batavia. Bahkan banyak orang tertarik untuk mendirikan kelompok pertunjukan. Dua kelompok pertunjukan besar yaitu Miss Riboet Orion yang dibentuk pada 1925 dan Dardanella yang didirikan oleh seorang Rusia bernama A.Piedro pada 1926.



Kehadiran dua rombongan besar tersebut menandai masa transisi dalam dunia pertunjukan dari stamboel ke toneel, yang dalam bahasa Belanda berarti teater. Kedua rombongan itu memiliki bintang panggung masing-masing yang sukses menarik perhatian para penonton. Sesuai namanya, Miss Riboet merupakan primadona grup Orion yang didirikan oleh suaminya, Tio Tek Djin.Sementara Dardanella memiliki Dardanella’s Big Five, yakni Astaman, Tan Tjeng Bok, Miss Riboet II, Miss Dja, dan Ferry Kok.


Popularitas Miss Riboet Orion dan Dardanella membuat penampilan mereka kerap ditunggu para penonton. Iklan pementasan kedua rombongan ini kerap menghiasi berbagai surat kabar, misalnya Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 3 November 1931, yang menampilkan iklan pementasan rombongan Miss Riboet Orion dan Dardanella di Batavia pada satu halaman yang sama.


Menurut Fandy Hutari dalam Para Penghibur, persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella pun tak terhindarkan. Persaingan tersebut terlihat dari perang iklan. “Pada 1931 di Batavia, kala kedua rombongan ini sedang mengadakan pertunjukan di kota yang sama, perang reklame pecah. Dalam waktu hanya dua minggu, dua rombongan ini menghamburkan uang untuk pasang reklame, propaganda, dan iklan. Total biaya yang mereka keluarkan sekitar f.6.000. Sebuah biaya yang sangat mahal kala itu,” tulis Fandy.



Sebelum perang iklan,ternyata mereka sempat bersengketa soal nama Miss Riboet. Dalam surat kabar Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, 21 November 1928 diberitakan, Miss Riboet Orion mengajukan protes melalui pengacara karena seorang aktris Dardanella menyebut dirinya Miss Riboet II. Pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi.Berdasarkan hasil investigasi diketahui bahwa Miss Riboet Dardanella telah dipanggil Riboet sejak kecil dan dinyatakan dengan jelas di surat kabar bahwa ia berhak menggunakan nama Riboet.


Menurut Jaap Erkelens dalam Dardanella Perintis Teater Indonesia Modern, Duta Kesenian Indonesia Melanglang Buana, Tio Tek Djinkonon sudah meminta manajemen Dardanella berhenti menggunakan nama Miss Riboet untuk seorang aktris anggota rombongannya. Namun, ketika Dardanella tidak menanggapi permintaan itu, Tio kemudian meminta pengacara Van der Swaan di Semarang untuk mengajukan gugatan terhadap Piedro ke pengadilan di Semarang.


“Akan tetapi, masalah itu tidak berkembang menjadi suatu perkara di pengadilan. Dengan bantuan dokumen pernikahan dan paspor Riboet, Piedro dapat membuktikan bahwa nama itu sudah ia kenakan sejak lahir. Tio menerima ini dan pada gilirannya Piedro menerima permintaan Tio untuk tidak menambahkan kata ‘toelen’ lagi pada namanya Riboet II (atau Riboet Kedoea),” tulis Jaap Erkelens.



Miss Dja dalam biografinya,Gelombang Hidupku: Dewi Dja dari Dardanella yang ditulis oleh Ramadhan KH., juga menceritakan protes Tio Tek Djin terhadap Piedro terkait nama Miss Riboet. Saat ia dan rombongannya berada di Surabaya, seorang utusan dari rombongan Miss Riboet Orion datang dari Batavia untuk menemui Piedro.Utusan tersebut ternyata Tio Tek Djin, pemimpin rombongan dan suami Miss Riboet yang sedang bermain di Batavia. Ia menemui Piedro bermaksud mengajukan protes terkait nama Miss Riboet yang digunakan seorang aktris Dardanella. Tio menyebut Miss Riboet hanya ada satu dan sekarang sedang bermain di Batavia.


Setelah mendengar protes tersebut, Piedro menjelaskan bahwa Miss Riboet telah lama ada, dan sejak masuk dalam Dardanella, ia sudah menggunakan nama itu. Tak ingin masalah berlarut-larut dan memicu keributan, Piedro pun memutuskan untuk mengganti nama panggung Riboet dengan nama Riboet Doea.


Terkait latar belakang nama Riboet, Jaap Erkelens menerangkan bahwa kedua bintang panggung ini sama-sama dilahirkan dalam keluarga dengan seorang ayah yang berdinas di tentara Hindia Belanda (KNIL). Miss Riboet Orion dipanggil Riboet oleh ayahnyakarena di Aceh, tempatnya berdinas dan tempat kelahiran putrinya tahun 1900, tengah terjadi ribut perang. Sementara di Palembang, tempat kelahiran Miss Riboet II tahun 1908, juga tengah ribut setelah penaklukan Kesultanan Jambi oleh tentara KNIL dan pembentukan Keresidenan Jambi pada 1906. Meski begitu, menurut Jaap, belum dapat dipastikan apakah kerusuhan tersebut yang mengilhami orang tuanya memanggilnya Riboet.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
transparant.png
bottom of page