Diperbarui: 2 Agu
PERTUNJUKAN panggung opera stamboel merupakan hiburan yang digemari penduduk Hindia Belanda sejak akhir abad ke-19. Mulanya berupa tiruan opera yang dijejali sisipan adegan hiburan. Cerita yang diangkat umumnya mengenai kehidupan raja-raja dengan pakaian gemerlapan, di mana sebagian dialog dengan nyanyian sebagaimana opera. Selain itu, tontonan panggung ini juga memiliki banyak babak yang diselingi adegan nyanyian, lawak, dan tari.
“Walhasil, penonton rakyat jelata yang hidupnya susah dan oleh struktur tidak mungkin mengubah nasibnya, bisa menghayalkan kehidupan yang indah selama dua-tiga jam,” tulis Misbach Yusa Biran dalam Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa.
Opera stamboel berawal dari seorang pemuda Indo bernama August Mahieu yang mendirikan perkumpulan Komedi Stamboel di Surabaya pada 1891. Maksud komedi di sini bukan terjemahan comedy yang bermakna cerita lucu, melainkan pertunjukan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















