top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Romansa dalam Relief Candi

Relief-relief candi menggambarkan adegan sepasang kekasih yang tengah memadu cinta.

26 Jan 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Perempuan yang sakit rindu dalam relief Candi Panataran. (Indonesieverleden).

Seorang gadis berambut panjang tergerai berbaring di dipan. Para inang menemaninya. Perempuan muda itu terlihat sedang sakit. Sakit rindu akibat terlalu lama berpisah dengan kekasihnya.


Adegan berlanjut memperlihatkan seorang lelaki bertopi tekes, yang sering dikenali sebagai Panji, tengah duduk di bawah pohon memegang gulungan surat. Di depannya menanti seekor burung berjambul dan berparuh bengkok. Bentuknya mirip burung kakak tua berjambul. 


Burung itu kemudian terbang jauh melewati perairan yang luas. Paruhnya menggigit surat milik Panji hingga akhirnya berhasil tiba di hadapan perempuan yang tengah sakit rindu itu.

Melihat si burung, perempuan itu bangkit dengan gembira. Dia terima surat dari sang kekasih yang berada jauh darinya dengan penuh suka cita.


Kira-kira begitulah kisah cinta Panji dan kekasihnya yang bisa dibayangkan ketika membaca relief di dinding Candi Panataran, Blitar. Mereka akhirnya kembali dipertemukan dan saling menumpahkan kerinduan. Dalam puncak asmara, keduanya saling bermesraan.Panji memangku kekasihnya, meremas payudaranya.


Kerinduan dalam kisah-kisah cinta Jawa Kuno sering digambarkan dengan ekspresi sakit rindu. “Dalam bahasa Jawa Baru, sakit yang demikian dinamai  atau, yang artinya sakit rindu sebagai wujud dari psikosomatis lantaran cinta yang terhalang,” kata Dwi Cahyono, arkeolog dan pengajar sejarah di Universitas Negeri Malang.


Hal itu juga yang digambarkan dalam relief Sri Tanjung. Kisah ini ditemukan di kaki Candi Jabung yang terletak di Probolinggo. Di sana terpahat seorang perempuan, bisa jadi Sri Tanjung, tangan kirinya membawa sesuatu. 


Menurut Dwi perempuan itu mungkin memegang imbalan untuk seekor burung yang ditugaskan mengantar surat. Surat itu baru diterimanya dari sang suami, Patih Sidapaksa, yang jauh darinya.



Adegan percintaan lainnya dikisahkan dalam relief Angling Dharma yang ada di dinding Candi Jago, Malang. Angling Dharma bertemu kembali dengan penjelmaan istrinya dalam wujud Ambarawati, yang kemudian menjadi istri keduanya. Mereka bertemu ketika Angling Dharma dihukum buang ke hutan.


Setelah melalui beragam cobaan dalam pembuangannya, keduanya pun bersatu. Adegan asmara kedua tokoh ini digambarkan lewat tokoh Angling Dharma yang seakan merengkuh mesra kekasihnya, Ambarawati. 


Perantara pesan cinta


Relief Panji dan Sri Tanjung menggambarkan sejak masa Hindu-Buddha komunikasi antarkekasih yang terpisah menggunakan surat. Bedanya, burung dalam relief Sri Tanjung seperti merpati terlihat dariparuhnya yang lurus dan lancip. 


Menurut Dwi, terkait merpati sebagai burung pos tergambar pada arca Dewi Ratih, istri Dewa Kama, sang dewa asmara. Merpati merupakan kendaraan Dewi Ratih. “Kama dan Ratih sebagai dewa dewi asmara dalam kaitan dengan burung dara (merpati) yang bisa mengemban tugas sebagai burung pos, karenanya terkait dengan surat cinta,” kata Dwi.


Perantara sepasang kekasih juga ditunjukkan dalam kisah Ramayana berupa cincinbukan burung.Dalam relief Ramayana yang dipahat pada dinding candi induk Panataran terlihat kera putih Hanoman diutus Rama untuk menemui kekasihnya, Dewi Sinta. Dengan susah payah Hanoman masuk ke penyekapan Sinta di negeri Alengka yang dijaga tentara raksasa. Sebagai bukti utusan Rama, Hanoman menyerahkan cincin milik Sinta yang dibuang di hutan ketika diculik Rahwana. Cincin itu ditemukan oleh Rama.


Hanoman membujuk Sinta agar meninggalkan Alengka. Namun, dia menolak karena berharap kekasihnya sendiri yang menjemputnya. Dia pun meminta sang kera putih kembali untuk menyampaikan keinginannya itu. Sayangnya, berbeda dengan kisah-kisah lain, kisah Rama dan Sinta tak berakhir bahagia. Sinta memilih ditelan bumi demi membuktikan kesuciannya pada Rama.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun silam. Namun, siapa nyana, kemerdekaan Belgia dari Belanda dipicu oleh Perang Jawa.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Prajurit Keraton Ikut PKI

Prajurit Keraton Ikut PKI

Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
bottom of page