top of page

Saat Ketua Masyumi Berhaji

Bagaimana gempitanya Natsir saat menunaikan ibadah haji. Keberangkatannya dilepas ribuan simpatisan dan pengikut partai politik Islam terbesar di Indonesia kala itu..

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 4 Jun 2020
  • 3 menit membaca

Dampak pandemi Covid-19 kembali dirasakan masyarakat Indonesia. Kali ini pemerintah pusat, melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah melihat situasi di tanah air maupun di Arab Saudi.


Keputusan Kemenag itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1441 Hijriah. Dikutip laman Kompas, Fachrul menegaskan bahwa pembatalan ibdah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali.


“Pihak Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara mana pun. Akibatnya, pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jemaah,” ungkap Menteri Agama Fachrul dalam konferensi pers virtual.


Menurut Menag, pembatalan ibadah haji itu merupakan suatu keputusan yang sulit. Di satu sisi pemerintah terus berupaya agar penyelenggaraan haji tahun ini tetap berjalan, tetapi di sisi lain pemerintah harus bertanggung jawab atas keselamatan warganya dari risiko penyebaran Covid-19 yang tak kunjung membaik.


“Keputusan yang pahit ini kita yakini paling tepat dan paling maslahat bagi jamaah dan petugas kita semua,” lanjut Fachrul.


Soal keberangkatan ibadah haji, tokoh Masyumi Mohammad Natsir memiliki pengalaman yang tidak biasa. Bukan karena batal berangkat seperti keadaan saat ini, tetapi karena kepergiannya ke tanah suci mendapat iring-iringan yang begitu besar, melibatkan hampir ribuan orang simpatisan Masyumi dan kerabat Natsir.


Dilepas Ribuan Orang


Kabar keberangkatan Ketua Umum Masyumi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji segera mencuri perhatian banyak kaum Muslimin, khususnya aktivis Masyumi, di seluruh penjuru Tanah Air. Banyak aktivis Masyumi yang mengagendakan pelepasan Natsir secara langsung. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat keberangkatan Natsir guna mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanannya.


Diberitakan Suara Masyumi No.19 Tahun XI, 10 Juli 1956, seperti dikutip Lukman Hakiem dalam Biografi Mohammad Natisr: Kepribadian, Pemikiran, dan Perjuangan, sejak pukul 02.00 dini hari rumah Natsir telah dipenuhi oleh kerabat dan kawan-kawan yang hendak melepas tokoh Masyumi itu pada pagi harinya.


Syahdan, saat acara pelepasan itu, seorang pria tua yang ada di dalam rombongan mendekati Natsir seraya berkata: “Anak Natsir. Kalau anak hanya akan pergi ke Eropa, dan lain-lain, saya tidak akan datang tengah malam ini. Akan tetapi karena anak hendak menuju tanah suci, menunaikan rukun Islam, saya tidak bisa memejamkan mata tinggal di rumah. Hati kecil saya memanggil: pergilah turut mengantarkannya”.


Orang tua itu, kata Lukman, datang bersama kurang lebih 10.000 keluarga Masyumi dan Muslimat (onderbouw perempuan Masyumi). Kebanyakan dari mereka telah berdiam di lapangan terbang Kemayoran sejak malam harinya. Tidak hanya dari Jakarta, rombongan itu juga datang dari Bogor, Banten, dan daerah sekitarnya. Sementara para aktivis Masyumi yang tidak bisa melepas secara langsung memberikan doa di daerahnya masing-masing.


“Di dalam rombongan Natsir, terdapat juga Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Pangeran Moh. Noor,” tulis Lukman.


Sebelumnya, anggota pimpinan pusat dan anggota parlemen dari Fraksi Masyumi, K.H.M. Isa Anshary telah lebih dahulu tiba di Arab Saudi. Bersama kawan-kawannya dari Persatuan Islam A. Hassan, E. Abdurrahman, dan Tamar Djaja, Isa Anshary akan menunaikan ibadah haji. Natsir akan menyusul setelahnya. Kedua tokoh Masyumi ini nantinya akan berangkat ke Mesir untuk melihat keadaan umat Islam di sana, sebelum pulang ke tanah air.


“Diharapkan semua gembong-gembong Masyumi ini telah berada kembali di Indonesia pada akhir bulan Agustus,” tulis Suara Masyumi seperti dikutip Lukman.


Sebelum memenuhi kewajiban menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi, Natsir terlebih dahulu menghadiri Muktamar Alam Islami ketiga di Damaskus, Suriah. Kegiatan itu dihadiri oleh delegasi dari negara-negara Islam, kecuali Mesir. Muktamar itu, kata Natsir, tidak hanya membahas soal negara-negara Arab saja, tetapi juga soal-soal kaum Muslimin di seluruh dunia, termasuk nasib mereka yang hidup di daerah jajahan atau sedang dalam perjuangan melepas penjajahan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
bg-gray.jpg
Masyarakat Betawi telah memiliki tradisi literasi. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page