top of page

Sayuti Melok bukan Sayuti Melik

Ada dua Sayuti yang sama-sama wartawan dan pejuang. Sayuti Melok tak sepopuler Sayuti Melik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sayuti Melok pernah menjadi wartawan De Locomotief di Semarang pada 1930-an. (delpher.nl).

  • 28 Sep 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Nov 2025

PADA akhir 1930-an, di Semarang ada dua orang pejuang bernama Sayuti. Keduanya sama-sama wartawan. Satu di majalah Pesat, satunya lagi di De Locomotief. Keduanya juga sering datang pada rapat-rapat pergerakan kemerdekaan dan sering tampil berpidato.


Sayuti yang satu, berperawakan kecil dan bermata kecil. Maka, ia kemudian dijuluki Sayuti Melik. Nama Melik kemudian juga menjadi nama samarannya. Sedangkan untuk membedakan dengan Sayuti Melik, Sayuti yang lainnya dijuluki Sayuti Melok.


“Kebetulan pada waktu itu Sayuti yang lainnya tadi sudah menggunakan kacamata, jadi kelihatan melok-melok,” kata Sayuti Melik dalam Wawancara dengan Sayuti Melik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page