- 13 Jun 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 24 Mar
AWAL 1946. Divisi ke-23 British Indian Army sudah nyaris menguasai setiap sudut Bandung. Namun demikian, nyatanya kekacauan masih meliputi kota tersebut. Bentrok antara tentara Inggris dengan kaum nasionalis Indonesia alih-alih melemah malah semakin sporadis di mana. Bahkan sudah melibatkan rakyat sipil.
Sebagai respon terjadinya pembersihan-pembersihan yang dilakukan tentara Inggris, pada Februari 1946, para pejuang Bandung mengirimkan tembakan-tembakan mortir dari wilayah Bandung Selatan dan Lembang ke arah Bandung Utara.
“Karena dilakukan secara serampangan tanpa alat pembidik, kompas dan peta yang mumpuni, peluru-peluru mortir itu malah mengena sasaran-sasaran sipil dan rumah orang-orang Belanda di kawasan Jaarbeurs dan kamp interniran di Jalan Riau hingga menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit,” ungkap A.H. Nasution dalam Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 1: Kenangan Masa Muda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















