- 3 Sep 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 15 Apr
LETNAN II Benny Moerdani mesti menghadapi perjudian nasib di tengah gelap langit Pekanbaru pada dini hari 12 Maret 1958. Dalam pembukaan Operasi Tegas untuk merebut Pangkalan Udara Simpang Tiga yang dikuasai pasukan PRRI itu, dia mesti memimpin terjun pasukan Kompi A RPKAD (kini Kopassus). Lucunya, hanya Benny seorang yang belum pernah merasakan terjun.
Benny tak sempat mendapat latihan terjun payung sebab saat rekan-rekannya mendapat latihan terjun di Margahayu, Jawa Barat, dia sakit. Sebulan terbaring di rumahsakit membuatnya kehilangan kesempatan meraih kualifikasi para.
Maka kerisauan membalut hatinya begitu pesawat C-47 Skytrain mengudara mengangkut dia dan pasukannya menuju Pekanbaru. Briefing singkat oleh wakilnya, Letnan II Soeweno, di pinggir landasan sebelum terbang menjadi satu-satunya bekal Benny untuk terjun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















