top of page

Seniman Tunanetra di Balik Pengembangan Alat Musik Kolintang

Seniman tunanetra di Sulawesi Utara mengembangkan alat musik kolintang. UNESCO menetapkan kolintang sebagai warisan budaya takbenda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nelwan Katuuk tengah memainkan alat musik kolintang. (Repro Sejarah dan Kebudayaan Minahasa).

  • 6 Des 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

UNESCO resmi mengakui kolintang bersama kebaya dan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya takbenda (representative list of the intangible cultural heritage of humanity). Hal ini diumumkan dalam sidang ke-19 The Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay, Kamis (5/12/2024).


Alat musik pukul tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara ini diajukan untuk mendapat pengakuan UNESCO sejak 2023. Kolintang diajukan dengan skema extention alias penambahan. Pasalnya, sebelum Indonesia mengajukan kolintang, Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading telah lebih dulu mendaftarkan alat musik serupa bernama Balafon. Pengakuan kolintang mencakup lima domain penting warisan budaya takbenda, yakni tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial dan ritual, pengetahuan ekologis, dan kerajinan tradisional.


Perkembangan kolintang berkaitan dengan seorang seniman tunanetra bernama Nelwan Katuuk. Pria kelahiran Kauditan, Tonsea, 31 Maret 1922 itu disebut sebagai pencipta kolintang di Sulawesi Utara pada 1940-an. Hal ini bermula dari ketertarikan Nelwan terhadap alat musik yang dimainkan para petani ketika beristirahat di kebun.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
transparant.png
bottom of page