- 14 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Feb
MASIFNYA penggunaan instrumen kekuasaan untuk memenangkan Pemilu 2024 bukan sekadar mengutak-atik produk hukum namun juga menjadikan bantuan sosial (bansos) sebagai alat politik. Film dokumenter Dirty Vote menyuguhkannya lewat penjelasan politik “gentong babi” yang sudah eksis pada era perbudakan di Amerika Serikat.
Dirty Vote yang digarap rumah produksi Watchdog dengan disutradarai Dandhy Dwi Laksono ditayangkan di akun Youtube Dirty Vote dan PSHK Indonesia sejak Minggu (11/2/2024). Dokumenter ini disajikan dengan pendekatan eksplanatori oleh tiga ahli hukum tata negara: Zainal Arifin Mochtar, Feri Amsari, dan Bivitri Susanti.
Dalam dokumenter itu, Bivitri bicara perkara anggaran bansos yang acap meroket di setiap tahun pemilu legislatif dan pemilu presiden (pilpres). Tak ayal bansos begitu rawan jadi alat politik untuk menjangkau sebaran suara melalui aparat hingga pejabat negara untuk mengajak masyarakat penerima bansos memilih calon presiden (capres) tertentu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















