top of page

Silent Majority, Richard Nixon, dan Perang Vietnam

Silent majority muncul setiap pemilu. Istilah politik ini semakin populer usai disebut dalam pidato Presiden AS Richard Nixon terkait Perang Vietnam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. (James Anthony Wills/Wikimedia Commons).

  • 16 Feb 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

ISTILAH silent majority menjadi sorotan warganet setelah pelaksanaan Pemilu 2024. Istilah ini dapat diartikan sebagai bagian terbesar dari populasi suatu negara yang terdiri dari orang-orang yang tidak terlibat secara aktif dalam politik atau tidak mengekspresikan pendapat politik mereka secara terbuka. Sejak kapan istilah ini populer?


Istilah silent majority mencuri perhatian publik saat Presiden Amerika Serikat Richard Nixon menyampaikan pidato terkait Perang Vietnam pada 3 November 1969. Pidato itu kini dikenal dengan sebutan “Silent Majority Speech”. Dinamakan demikian karena Nixon meminta dukungan dari “mayoritas penduduk Amerika yang tidak secara terbuka mengekspresikan pendapat mereka” untuk upaya Vietnamisasi yang akan dilakukan oleh pemerintahannya.


Dalam otobiografinya, The Memoirs of Richard Nixon, mantan wakil presiden era pemerintahan Dwight D. Eisenhower itu menyatakan bahwa AS akan terus berjuang hingga pihak komunis setuju untuk menegosiasikan perdamaian yang adil dan terhormat di Vietnam, atau sampai Vietnam Selatan dapat mempertahankan diri mereka sendiri yang juga dikenal sebagai upaya Vietnamisasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page