top of page

Skandal Memalukan Chile demi Piala Dunia

Demi lolos ke Piala Dunia 1990, timnas Chile melakukan skandal memalukan. Apesnya ketahuan FIFA.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 16 Okt 2017
  • 3 menit membaca

CHILE boleh berbangga menjadi dua kali pemegang gelar Copa America dalam dua edisi terakhir. Mengangkangi beberapa tim besar Amerika Latin macam Brasil dan Argentina. Sayangnya, Chile justru nelangsa karena gagal lolos ke Piala Dunia 2018.


Padahal La Roja (julukan timnas Chile) salah satu tim Amerika Latin yang punya tradisi baik di pentas Piala Dunia. Mereka mulai debutnya di Piala Dunia pertama pada 1930. Bahkan, ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962, Chile berhasil menjadi juara ketiga.


Kekecewaan Alexis Sanchez Cs. saat ini mungkin hampir sama dengan kegagalan mereka tampil di Piala Dunia 1990 di Italia. Chile gagal melaju ke Piala Dunia gara-gara skandal memalukan portero (kiper) andalannya, Roberto Rojas.


Pada laga kualifikasi, Chile mesti melakoni partai hidup mati melawan Brasil. Kans mereka tipis terlebih harus bertandang ke markas Selecao (julukan Brasil), Estadio do Maracana di Rio de Janeiro, pada 3 September 1989.


Setelah interval pertama menghasilkan skor kacamata (0-0), Brasil memecah kebuntuan lewat gol pembuka Antonio “Careca” de Oliveira Filho saat babak kedua baru berjalan empat menit. Seiring Chile berusaha menyamakan skor, tiba-tiba laga memanas hingga pendukung tuan rumah melemparkan segala macam benda ke lapangan, termasuk ke belakang gawang Rojas.


“Kembang api milik seorang pendukung Brasil bernama Rosemary de Mello meluncur ke gawang Chile. Tak seorang pun (sebenarnya) yang melihat kembang api itu mengenai penjaga gawang Chile,” ungkap Owen A. McBall dalam Football Villains .


Kiper andalan berjuluk Condor itu tersungkur sambil meringis dan menutupi wajahnya. Rekan-rekan setim Rojas segera menggotong tubuhnya ke luar lapangan tanpa menunggu tim medis pembawa usungan. Pada sorotan kamera televisi, nampak wajah Rojas berlumuran darah.


Kapten timnas Chile, Fernando Astengo, meluapkan protes dengan mengomando tim dan ofisial untuk mogok bermain. Bujukan wasit Juan Carlos Loustau asal Argentina gagal meyakinkan Chile untuk melanjutkan pertandingan. Laga pun terpaksa dihentikan. FIFA lantas menggulirkan investigasi. Di sisi lain, publik Chile ikut panas.


“Bersamaan dengan diajukannya permohonan pihak Chile ke FIFA untuk menggelar pertandingan ulang dengan Brasil di tempat netral, Chile dilanda suasana anti-Brasil. Salah satu headline koran di (ibukota Chile) Santiago berjudul ‘Perang Telah Dimulai’. Sementara beberapa pendukung Chile melempari kantor Kedutaan Besar Brasil di Santiago,” lanjut Owen.


Hasil investigasi FIFA mengejutkan banyak pihak. FIFA memutuskan Brasil menang dengan skor 2-0. Sedangkan Rojas didamprat sanksi larangan berkarier dalam sepakbola seumur hidup. Begitu pula dengan Astengo sebagai kapten tim, dokter tim serta entrenador (pelatih) Orlando Aravena. Keputusan ini diambil FIFA setelah memeriksa rekaman video dan mewawancarai para pemain lainnya.


“Selama beberapa bulan, Rojas selalu membantah bahwa dia melukai diri sendiri. Namun lama kelamaan dia menyadari dan mengakui rekayasa itu pada Mei 1990,” tulis Fernando Fiore dalam World Cup: The Ultimate Guide to the Greatest Sports Spectacle in the World.


Kostya Kennedy dalam artikelnya, “The Fall of the Condor: Chile’s National Disgrace,” The New York Times, 14 November 1993, menyingkap bahwa insiden itu merupakan rekayasa yang sudah disiapkan Rojas dan hanya diketahui Astengo dan Aravena. Sebelum pertandingan, Rojas sudah menyimpan sebilah mata pisau di balik sarung tangan kirinya. Kebetulan saat terjadi insiden pelemparan flare (kembang api) ke lapangan, Rojas sengaja menjatuhkan diri dan langsung didatangi Astengo.


“Di mana siletnya?” tanya Astengo kepada Rojas dalam artikel tersebut. “Di (balik) sarung tangan kiri saya,” jawab Rojas. Segera Rojas diam-diam mengambil dan menyiletkannya ke pelipis kiri. Dikiranya dengan begitu tim Samba akan didiskualifikasi FIFA dan Chile otomatis melaju ke Piala Dunia 1990. Sayangnya, itu tak terjadi justru Rojas beserta Astengo dan Aravena disanksi seumur hidup.


Chile juga dilarang ikut Piala Dunia berikutnya pada 1994 di Amerika Serikat. Sanksi terhadap Rojas dicabut pada 2001. “Rojas telah diberikan amnesti dan berlaku mulai sekarang,” tutur juru bicara FIFA saat itu, Andreas Herren, dikutip CBC Sports, 30 April 2001.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
bg-gray.jpg
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page