top of page

Stadion GBK Kebakaran

Kebakaran saat pembangunan Stadion GBK diduga akibat sabotase jelang Asian Games. Penyebabnya masih misteri.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 27 Okt 2017
  • 2 menit membaca

STADION kebanggaan nasional, Gelora Bung Karno (GBK), direnovasi jelang perhelatan Asian Games 2018. Dalam proses renovasi, Stadion GBK sempat kebakaran pada 3 Maret 2017. Penyebabnya: puntung rokok dan korsleting listrik.


Insiden serupa pernah melanda venue yang sama ketika stadion ini dibangun pada 1961 untuk Asian Games 1962. Rumor yang beredar, insiden itu karena sabotase.


“Beberapa bulan sebelum berlangsung Asian Games, terjadi sabotase terhadap pembangunan Stadion Utama, sebagian kecil bangunan yang megah tersebut terbakar,” tulis Benny G. Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik.


Sepertiga bangunan stadion hangus dilalap api. Selaku pejabat presiden, dr. Leimena segera melakukan pengecekan selepas pemadam kebakaran berhasil memadamkan si jago merah. Insiden ini mengusik persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games IV.


“Pemerintah bertindak cepat menyelesaikan kasus kebakaran ini dengan membentuk dua komisi independen. Komisi pertama untuk menemukan penyebab kebakaran misterius tersebut. Komisi kedua meneliti dampak kebakaran, untuk kemudian merumuskan saran dan langkah lanjutan agar pembangunan bisa secepatnya dilanjutkan,” tulis Julius Pour dalam Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno.


Namun, tak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang, termasuk dua komisi itu, mengenai penyebab kebakaran. Sementara itu, isu sabotase terus bergulir dan tak kunjung diklarifikasi. Kebakaran itu sampai dikaitkan dengan politik tingkat tinggi mengingat pembangunan Stadion GBK merupakan proyek bersama Indonesia dan Uni Soviet yang terlibat Perang Dingin dengan Amerika Serikat.


“Tentu saja pemerintah kita tidak akan bisa mengatakan demikian (sabotase, red.). Tetapi indikasi ke arah sana memang nampak sangat jelas,” kata Ashari Danudirdjo, sekretaris panitia pelaksana pembangunan Stadion GBK.


Terlepas dari isu sabotase, para anggota Federasi Asian Games (AGF) meragukan kompetensi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Ditambah lagi media-media asing seolah mengompori.


Suratkabar The Strait Times asal Singapura memajang headline: “Lonceng Kematian Asian Games Segera Berbunyi dari Jakarta.” Presiden AGF Sri Sultan Hamengkubuwono IX segera mengundang anggota Exco atau Komite Eksekutif AGF ke Jakarta. Mereka lega setelah melihat pembangunan Stadion GBK yang dikerjakan siang-malam. Hasil peninjauan mereka dibahas dalam sidang Exco AGF pada April 1962. Sidang memutuskan Asian Games IV akan digelar sesuai jadwal, 24 Agustus-4 September 1962.


Bahkan, para anggota Exco AGF mengungkapkan kekagumannya terhadap Stadion GBK. Mereka menyebut Stadion GBK sebagai stadion terbesar dan terindah di Asia. Pujian juga datang dari mingguan The Asia Magazine asal Hong Kong yang menuliskan: “...its construction is a feat unquelled in the annals of sports history in Asia dan perhaps in the world” (pembangunannya merupakan sebuah prestasi yang tidak terbayangkan dalam sejarah olahraga di Asia dan mungkin di dunia).”


Presiden Sukarno meresmikan stadion berkapasitas 110 ribu orang itu pada 21 Juli 1962 sekaligus digelarnya general rehearsal (gladi resik) pembukaan Asian Games IV.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page