top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Suasana Mudik dan Lebaran di Awal Orde Baru

Masyarakat mudik di tengah situasi masih sulit. Pesan politik Soeharto di hari Lebaran. Izin petasan memakan banyak korban.

30 Apr 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Soeharto menyampaikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur'an pada 16 November 1970 di Istana Merdeka Jakarta. (ANRI).

  • 30 Apr 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 7 Mar

HARI Raya Idulfitri atau Lebaran merupakan hari raya keagamaan terbesar di Indonesia. Berasal dari bahasa Jawa, istilah Lebaran kini telah dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk mengacu pada hari pertama di bulan Syawal setelah umat muslim menjalankan puasa selama sebulan di bulan Ramadan. Setiap komunitas muslim di Indonesia memiliki tradisi uniknya masing-masing dalam merayakan Lebaran. Namun, secara umum, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan kaum muslim Indonesia, yakni pulang kampung (mudik), takbiran, salat Id, dan halalbihalal atau bersilaturahmi dengan keluarga dan kolega di hari raya. Nuansa yang melingkupi Lebaran di Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah suasana Lebaran di masa awal eksistensi pemerintahan Orde Baru, khususnya menjelang akhir dekade 1960-an.


Bagi sebagian orang Indonesia, kelahiran Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto merupakan sebuah harapan setelah tahun-tahun yang sulit secara ekonomi dan politik di masa akhir pemerintahan Sukarno. Pemerintahan Soeharto mengambil sejumlah kebijakan penting, seperti usaha perbaikan ekonomi, penggiatan pembangunan, penjadwalan ulang pembayaran utang luar negeri, pembebasan tahanan politik yang terlibat PRRI/Permesta, kembali bergabungnya Indonesia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan diakhirinya konfrontasi dengan Malaysia. Usaha-usaha ini tidaklah mudah. Di level masyarakat, situasi kehidupan yang sulit masih terasa di tahun-tahun akhir 1960-an.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja getol ikut memperjuangkan agar buruh bisa berlebaran dengan ceria seperti sekarang.
Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Serangan AS ke sekolah Iran akibat kesalahan data intelijen. Hal fatal serupa pernah terjadi di Vietnam yang berujung pembantaian.
When Telenovela Stars Visited Indonesia

When Telenovela Stars Visited Indonesia

Several telenovela lead actors made a visit to Indonesia. They were welcomed by thousands of fans and left with unforgettable memories.
Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
bottom of page