- 5 Jun 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
KECINTAANNYA terhadap seni dan arsitektur menjadi sisi lain Sukarno yang banyak dikisahkan oleh para seniman. Ia gandrung mengoleksi lukisan dan memiliki ketertarikan pada patung. Edhi Sunarso, pematung kesayangannya, pernah dibikin pusing karena harus bikin patung yang terlihat seolah-olah terbang.
Pasca Pemilu 1955, Sukarno banyak diundang ke luar negeri. Dalam kunjungannya, ia melihat ikon-ikon yang bisa dibanggakan negara-negara terkemuka. Iapun pulang dengan obsesi baru, membuat monumen-monumen megah sebagai ikon negeri. Yuke Ardhiati, arsitek sekaligus penulis buku Sukarno Sang Arsitek, menyebut sejak itu visi arsitektur Sukarno lebih internasionalis dan abadi.
“Beliau maunya arsitektur modern dan semua konstruksinya harus tahan cakaran zaman dengan beton. Jadi konsep keabadian itu sudah menjadi obsesi beliau,” ujar Yuke dalam dialog sejarah daring Historia.ID bertajuk “Bung Karno Sang Arsitek”, Selasa, 2 Juni 2020.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















