- 3 Agu 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 4 Mei
RAIBNYA Bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang merugikan negara mencapai Rp78 triliun, membuat nama Bank Kesawan disebut-sebut lagi. Sebab, Surya Darmadi pernah menjadi pemilik 99% saham Bank Kesawan, sebelum bank itu dia jual kepada Rudy Widjaja.
Usia Bank Kesawan jauh lebih tua dari Surya Darmadi. Sebuah iklan dalam Almanak Sumatera menyebut Bank Kesawan merupakan “bank yang tertua di kota Medan, didirikan tahun 1913. Mengerjakan segala urusan bank. Menerima simpanan deposito dan tabungan. Service cepat, layanan memuaskan dan menyenangkan.” Bank itu beralamat di Jalan Jenderal Achmad Yani Nomor 25 Medan. Di situlah pusat Bank Kesawan pada akhir era 1960-an.
Sukowaluyo Mintorahardjo dkk. dalam Perbankan Indonesia Pasca Krisis Analisis, Prospek, dan Profil menerangkan, Bank Kesawan hadir dalam kancah perbankan Indonesia pada 1 April 1913 di Medan berdasarkan Akta Notaris Leonard Hendrik-Wiliam Van Sandick No. 53 dengan nama NV. Chunghwa Shangyeh Maatschappij (The Chinese Trading Company Limited).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















