top of page

Profil Pahlawan Revolusi: Pierre Tendean, Ajudan Tampan yang Setia Sampai Akhir

Pada misi penyusupan ke Malaysia yang ketiga, Pierre Tendean hampir kehilangan nyawa

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten Anumerta Pierre Tendean. (Repro Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi).

1 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

PADA sore 30 September 1965, Lettu Piere Tendean menemani Ade Irma Suryani, putri bungsu Menko Hankam/KSAB Jenderal AH Nasution, main sepeda di halaman belakang rumah. Hampir tiap sore Ade bersepeda di sana dan Tendeanlah yang selalu menemani.


“Piere cenderung melunak dan memanjakan putri bungsu Nasution ini,” tulis Martin Sitompul dalam “Pierre Tendean Si Galak yang Memikat”, dimuat di Historia.ID.


Sejak bertugas sebagai ajudan Nasution pada April 1965, Tendean tinggal di pavilyun ajudan di rumah Nasution. Bila sedang tidak bertugas luar mendampingi Nasution, Tendean biasa mengerjakan bermacam tugas keprotokoleran di rumah tersebut. Urusan di luar tugas resmi pun tak ditolaknya, salah satunya adalah momong putri bungsu Nasution. Rutinitas sebagai ajudan itu dijalani Tendean hingga ajal menjemputnya di waktu yang terlalu dini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page