top of page

Tenggelamnya Kapal “Titanic” Kecil

MS Hans Hedtoft diluncurkan sebagai kapal paling aman. Nahas, seperti halnya Titanic, kapal Denmark ini karam setelah menabrak gunung es.

loading_historia_white.gif
transparant.png

MS Hans Hedtoft, kapal Denmark yang karam setelah menabrak gunung es di selatan Greenland pada 30 Januari 1959. (Wikimedia Commons).

  • 30 Jan 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

HARI ini, 30 Januari 1959, enam puluh enam tahun yang lalu, kapal Denmark MS Hans Hedtoft karam setelah menabrak gunung es di selatan Greenland. Insiden nahas yang menewaskan 95 orang –seluruh penumpang dan awak kapal– itu mengingatkan publik pada tragedi Titanic tahun 1912. Seperti apa kisahnya?


Beragam penemuan maupun inovasi tak jarang memberikan celah bagi kesombongan manusia. Seperti halnya RMS Titanic yang dirancang Alexander Carlisle dan dibuat oleh Harland & Wolff pada awal abad ke-20. Tak hanya dijuluki sebagai kapal terbesar di dunia, Titanic juga digadang-gadang sebagai kapal paling aman karena dilengkapi peralatan keamanan mutakhir seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh. Kemunculan kapal Hans Hedtoft juga disambut pujian penuh kebanggaan dan kesombongan.


Dalam artikel “High Seas: Little Titanic” di majalah TIME, 9 Februari 1959, dilaporkan bahwa Hans Hedtoft mulai dibuat di galangan kapal Frederikshavn, Denmark, pada Agustus 1958. Kendati dibangun dengan ukuran cukup kecil, kapal pengangkut bertenaga diesel itu kokoh dan ramping. Kapal seberat 2.857 ton itu dirancang khusus untuk pemerintah Denmark agar tahan terhadap hantaman ombak dan es yang membentang di daerah paling ekstrem di Samudra Atlantik Utara, di lepas pantai Greenland.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page