top of page

The Fate of Native Faiths in Indonesia

Indonesia has not fully recognized native faiths.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 7 Des 2024
  • 7 menit membaca

IN his 18-square-meter living room, Subagiyo sits in a chair facing south. A key, the symbol of the Kapribaden faith organization, hangs on the wall just above his chair. On the other side of the wall is a photograph of an old man wearing a blangkon (a traditional Javanese men's headdress made from batik fabric), lurik (a traditional Javanese cloth that has a striped motif) shirt, and a batik cloth with parang motif. There's a caption underneath, saying “Romo Semono Sastrohadidjojo (1900-1981)”. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
transparant.png
bottom of page