top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

The Last Battle in Bhumi Kadiri

Kertajaya came into conflict with the Brahmins. Ken Angrok seized the golden opportunity.

30 Agu 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Illustration the battle in Kadiri. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

THE army under the command of Ken Angrok had left Tumapel. The troops marched like a giant wave from the east of Mount Kawi heading to Daha. They were joined by the Brahmins from the sects of Shiva, Vaishnava, Buddha, and Tantrayana, alongside the forces of farmers, rioters, plunderers, and gamblers. A fierce battle was about to take place.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Lelucon Jojon Tepi Jurang

Lelucon Jojon Tepi Jurang

Selain untuk menghibur, komedi bisa menjadi kritik sosial. Namun, komedi bisa menimbulkan masalah bagi komedian, seperti yang terjadi pada Jojon.
Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Bintang Telenovela Venezuela di Layar Kaca Indonesia

Artis Venezuela pernah begitu terkenal di Indonesia ketika tayangan telenovela Amerika Latin melanda tanah air.
Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Berhulu di Parakan, Bermuara di Kudus

Lembaran arsip menyingkap sepakterjang keluarga Siek di Parakan, yang menguasai pasokan dan perdagangan tembakau di Jawa.
Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Menghidupkan Kembali Spirit Patrice Lumumba

Suporter Kongo viral menirukan sosok Patrice Lumumba. Sukarno mengabadikan pahlawan kemerdekaan Kongo itu jadi nama jalan sebagai bentuk solidaritas pasca pembunuhannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian I)

Teuku Abdul Hamid Azwar berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Mengagumi Sukarno membuatnya dikeluarkan dari sekolah Belanda. Ia kemudian mengulik strategi militer Jepang.
bottom of page