top of page

The Last Moment of Wolter Mongisidi

The national hero was executed in the middle of a muddy night. He firmly held his faith in freedom up until his last breath.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Robby Herman Mongisidi holding a photo of his brother Robert Wolter Mongisidi as a young man. (Petrik Matanasi/Historia.ID).

  • 11 Des 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

DESPITE being 86 years old, the man still looks strong and dashing. His memory is intact, his voice is clear. During the interview with Historia.ID on Friday (1/5/24), he was able to tell his story smoothly. The man is Robby Herman Mongisidi, a retired soldier residing in Malalayang, Manado, North Sulawesi. One of the things he is proud of, apart from successfully being a soldier, is his first placement in the unit that bears his late brother's name: Battalion 720/Wolter Mongisidi.


Robby is the younger brother of national hero Robert Wolter Mongisidi, having a gap of ten years in age. Robby was still very young when his brother fought to defend Indonesian independence from the threat of Dutch recolonization. Fortunately, Robby knew someone who became one of the witnesses of Wolter's last moment before his death. Robby decided to meet that person, Pastor Purukan, one day in December 1974, when he visited his home in Malalayang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Abu Maraheel bukan sekadar ikon dan legenda olahraga Palestina. Nyawa sang Olimpian tak tertolong setelah Israel memblokade Rafah.
Abu Maraheel bukan sekadar ikon dan legenda olahraga Palestina. Nyawa sang Olimpian tak tertolong setelah Israel memblokade Rafah.
transparant.png
bottom of page