top of page

The Long Road of the “Film Butcher”

The New Order used censorship to regulate the content of movies and to maintain the country's image.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film Censorship Board Office. (Nugroho Sejati/Historia.ID)

  • 9 Nov 2024
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 30 Mar

THREE members of the Film Censorship Board (BSF) watched a new movie called Perawan Desa (The Village Virgin) in 1978. The film was directed by Frank Rorimpandey, written by Putu Wijaya, and produced by Safari Sinar Sakti.


Like other films, Perawan Desa had to pass censorship before being screened in theaters. As a sign of passing the censorship, a Certificate of Passing Censorship must be included with the roll of film sent to the theater.


Perawan Desa is based on the true story of 17-year-old Sumarijem in Yogyakarta in 1970. She was gang-raped by the sons of officials. In the end, the perpetrators were acquitted of the charges. This case is known by the people of Yogyakarta as the Sum Kuning case. In the movie, Sumarijem's character was changed to Sumira, played by Yati Surachman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
transparant.png
bottom of page