- 13 Nov 2025
- 9 menit membaca
Diperbarui: 3 Agu
HARAPAN tumbuh setelah pendudukan Jepang di Indonesia berakhir. Nederlandsch Indische Gasmaatschappij (NIGM), yang memasok listrik dan gas, berharap bisa beroperasi kembali. Apalagi orang butuh listrik dan gas untuk keperluan penerangan, industri, dan rumah tangga.
Memang tak mudah. Banyak instalasi pabrik gas dan pembangkit listrik yang rusak karena perang. Pabrik gas di Gembong, Surabaya, misalnya berhenti beroperasi sejak 1945. Butuh waktu untuk membenahi kembali perusahaan dan melakukan perbaikan. Ini berbanding terbalik dengan operasi perusahaan di negara lain.
“Perusahaan-perusahaan NIGM di Curaçao, Suriname, dan Paramaribo berkembang pesat selama masa perang, sehingga perlu untuk memperluas kapasitas mesin dan pembangkit listrik,” catat Het Dagblad edisi 30 Agustus 1946.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















