top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Wasit Sepakbola Digebuki Pemain Tempo Dulu

Sosok pengadil di lapangan hijau semestinya disegani oleh para pemain dari kedua tim yang berlaga. Tapi, kadang yang terjadi sebaliknya, wasit jadi bulan-bulanan pemain.

24 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Wasit yang kena tonjok dalam pertandingan perempat final PON Aceh antara kesebelasan Provinsi Aceh vs Provinsi Sulteng. (Dok. Info Aceh).

Diperbarui: 2 hari yang lalu

LAGI-LAGI sepakbola Indonesia ternodai oleh aksi kekerasan. Insiden ini terjadi pada pertandingan perempat final sepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh dua pekan lalu. Dalam laga yang mempertemukan kesebelasan Aceh lawan Sulawesi Tengah (Sulteng) itu, wasit jadi korban pemukulan oleh salah satu pemain.


Sejak menit pertama kedua tim saling ngotot dan laga pun berlangsung keras. Beberapa kali pertandingan harus dihentikan karena keributan dalam lapangan maupun aksi penonton yang melempari botol ke lapangan. Hingga babak pertama usai, Sulteng unggul dengan skor 1-0. Memasuki babak kedua, masing-masing tim tidak mengendorkan tempo permainan. Nahas bagi Sulteng, dua pemainnya dikartu merah oleh wasit Achmad Hafid Hilmi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page