Hasil pencarian
Search this site
9969 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Datu Adil, Raja Tarakan yang Melawan Belanda
DARI sekian landmark yang dimiliki Kota Tarakan, terdapat sebuah stadion bernama Datu Adil. Jaraknya tak sampai lima kilometer dari Bandara Juwata sebagai pintu masuk ke kota yang jadi pusat pemerintahan Kalimantan Utara itu. Nama Datu Adil berasal dari nama orang penting di Tarakan tempo dulu. Kendati hanya sedikit catatan tentangnya, Datu Adil dikenal sebagai raja Tarakan. Orang Tarakan terkait dengan etnis Tidung. Menurut Kapten Pieter van Genderen Stort dalam Nederlandsch-Tidoengsch Tinggalèn DajèkscheWoordenlijst, orang Tidung berbeda dari orang Bulungan yang keturunan Kayan. Orang Tidung dianggap sebagai bagian dari Murut atau Murutic.
- Kisah Atlet Wanita Jerman yang Ternyata Laki-laki
DORA RATJEN merupakan salah satu atlet wanita Jerman yang ambil bagian dalam Olimpiade Berlin 1936. Bertanding di nomor lompat tinggi putri cabang olahraga atletik, Ratjen yang berada di nomor empat klasemen gagal meraih medali untuk Jerman. Dia kalah dari Ibolya Csák, atlet Hongaria yang meraih medali emas; Dorothy Odam, atlet Inggris mendapatkan medali perak; serta Elfriede Kaun, rekan senegara Ratjen, meraih medali perunggu. Kekalahan Ratjen mengecewakan, sebab dia dan Kaundianggap berpotensi besar menyabet medali. “Kekecawaan atas penampilan buruk Ratjen menjadi lebih besar karena Csák, peraih medali emas, adalah seorang Yahudi,” tulis George Constable dalam XI, XII & XIII Olympiad. Kegagalan Ratjen meraih medali bukan penyebab munculnya kontroversi di kemudian hari. Dua tahun setelah Olimpiade Berlin 1936, Ratjen mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahannya ketika bertanding di Olimpiade. Hasilnya, dia berhasil melompat lebih tinggi hingga mencapai 1,67 meter. Selain meraih medali emas, Ratjen juga sukses mencetak rekor dunia baru untuk wanita di Kejuaraan Eropa di Wina tahun 1938. Namun, rekor ini hanya bertahan dua hari.
- Nostalgia Wolverine yang Orisinil
WALAU ditolak bergabung ke kelompok pahlawan super Avengers, diputuskan pacarnya, dan pensiun dari kerjaan medioker sebagai sales mobil bekas, Wade Winston Wilson alias Deadpool (diperankan Ryan Reynolds) ternyata masih berharga di mata sebuah organisasi penjaga lini waktu, Time Variance Authority (TVA). Agen TVA, Mr. Paradox (Matthew Macfadyen), berniat merekrut Deadpool demi menyelamatkannya sebelum semestanya hancur. Semesta yang ditinggali Deadpool dan teman-temannya, Bumi 10005, berangsur-angsur akan hancur. Pasalnya Logan alias Wolverine (Hugh Jackman) yang jadi entitas jangar atau sosok yang menopang eksistensi semestanya sudah tiada. Namun bukannya menerima tawaran Paradox, Deadpool justru mencuri TemPad untuk kabur melintasi semesta demi mencari Logan/Wolverine versi semesta lain. Serumit itulah sutradara Shawn Levy membuka babak konflik Deadpool & Wolverine di 10-15 menit pertama. Film superhero yang jadi film Deadpool ketiga pasca Deadpool (2016) dan Deadpool 2 (2018) serta jadi film ke-34 dalam semesta Marvel Cinematic Universe (MCU).
- Mula Duel Selebritas di Arena Tinju
TINJU belakangan ini semarak lagi dan menyedot perhatian publik tanah air. Namun, sayangnya bukan dilakukan petinju amatir atau profesional seperti di masa Ellyas Pical dan Nico Thomas di era 1980-an hingga Chris John di awal 2000-an, melainkan dilakukan para selebriti. Pada 2011, dihelat duel tinju selebriti antara Raffi Ahmad melawan Mario Lawalata yang berakhir seri. Lalu, ada duel Vicky Prasetyo vs. Aldi Taher dan Vicky Prasetyo vs. Azka Corbuzier pada 2022, serta viralnya kembali duel El Rumi vs. Jefri Nichol pada 2023. Seperti tak mau kalah, para selebriti perempuan juga ada yang ikut menyemarakkannya. Setelah duel Nikita Mirzani vs Dinar Candy pada 2022, lantas disusul Zara Adhisty vs. Lula Lahfah pada tahun berikutnya.
- Empat Selebriti Hollywood yang Berseragam Pasukan Israel
PRAHARA yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina sejak 7 Oktober 2023 tak hanya “membelah” para tokoh dunia namun juga para selebriti Hollywood. Mereka yang membela Palestina bersimpati karena negeri itu terjajah selama puluhan tahun. Seperti kakak-adik supermodel Gigi dan Bella Hadid, Mia Khalifa, penyanyi Zara Larsson, aktor John Cusack, aktris Jessica Chastain, aktor Mark Ruffalo, ataupun Riz Ahmed. Mereka menyuarakan perlindungan penduduk sipil Gaza. Tetapi di lain pihak, tak kalah banyak yang berdiri di barisan Israel. Mereka menggaungkan dukungan pada Israel baik di media massa maupun akun pribadi media sosial. Ramai-ramai mereka mengutuk serangan milisi Hamas sebagai aksi teror dan menyuarakan dukungan pada Israel, tak peduli negeri Zionis itu tak pandang bulu menyerang penduduk Palestina di Gaza. Di antara para selebritis itu adalah aktor dan komedian Jerry Seinfeld, aktor laga Dwayne “The Rock” Johnson, aktris Natalie Portman, aktor cum komedian John Gad, aktris komedi Amy Schumer, komedian Sarah Silverman, penyanyi dan aktris Barbra Streisand, penyanyi Madonna, dan sosialita Kim Kardashian.
- Lima Selebritas yang Terjun ke Perang Dunia
EKSPRESI Clark Gable begitu serius. Mengenakan setelan jas hitam mahalnya lengkap dengan sapu tangan di saku dan dasi bermotif garis-garis horizontal, ia mengangkat tangan kanannya ketika diambil sumpahnya oleh Kolonel Malcolm Andruss, perwira perekrutan Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat, di sebuah ruangan tertutup pada 12 Agustus 1942 siang. Gable resmi menjadi prajurit di usia 41 tahun. Gable memang bukan satu-satunya selebriti Hollywood yang akhirnya memutuskan menukar pamornya dengan mempertaruhnya jiwa demi berbakti pada negeri di masa Perang Dunia II. Namun kali ini pihak AD berkenan menerima dharma bakti Gable dengan pengambilan sumpah secara tertutup di Federal Building, Los Angeles karena tak ingin mengulang kejadian saat menerima aktor James ‘Jimmy’ Stuart pada Maret 1941 yang diramaikan para penggemarnya. Gable tidak sendiri. Saat disumpah pada siang itu, ia ditemani kameraman rumah produksi Metro-Goldwyn-Mayer (MGM yang juga diambil sumpahnya sebagai prajurit), Andrew McIntyre. Keikutsertaan McIntyre merupakan salah satu syarat dari MGM yang mengizinkan Gable masuk kemiliteran.
- Marketing Selebritas Dulu dan Kini
MENJELANG Lebaran, masyarakatmempersiapkan beragam kebutuhan di antaranya busana muslim. Mereka datang ke pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang.Beraneka busana muslim atau gamis terpajang di kios-kios pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu. Gamis yang menjadi incaran pengunjung adalah model Lesti Kejora. Gaya busana penyanyi dangdut yang tengah menjadi sorotan itu menciptakan tren pakaian yang disebut gamis Lesti Kejora. Harganya bervariasi hingga ratusan ribu rupiah. Lesti Kejora bukan artis pertama, beberapa tahun lalu, kaftan Syahrini dan kaftan Nagita Slavina juga pernah diburu para wanita. Frans M. Royan dalam Marketing Selebrities: Selebriti dalam Iklan dan Strategi Selebriti Memasarkan Diri Sendiri menjelaskan, artis atau selebritas kerap menjadi pilihan untuk mendongkrak penjualan suatu barang karena popularitasnya. Seorang selebritas yang tengah naik daun tindak tanduknya akan menjadi sorotan publik, tak terkecuali gaya busana, rambut, maupun riasan yang digunakan.
- Para Artis yang Turun ke Jalan Bersama Rakyat
ADA sekumpulan artis yang memilih “mejeng” bersama penguasa. Tapi ada pula artis yang memilih ikut berpanas-panasan turun ke jalan bersama massa-rakyat. Sejumlah selebritis tampak hadir di antara ribuan massa aktivis, buruh, elemen masyarakat, dan mahasiswa yang mengepung Gedung DPR/MPR. Massa itu berunjuk rasa dalam Demo Peringatan Darurat Indonesia sejak Kamis (22/8/2024) pagi hingga petang untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 60/PUU-XXII/2024 terkait ambang batas pencalonan kepala daerah dan menolak rencana pengesahan Revisi UU Pilkada yang ditengarai akan menganulir putusan MK tersebut. Sejumlah selebritis yang selama ini wara-wiri di layar kaca dan layar lebar tampak ikut meramaikan aksi unjuk rasa di bawah teriknya matahari. Dari barisan komika hadir Abdel Achrian, Mamat Alkatiri, Bintang Emon, Abdur, hingga Arie Kriting. Lalu ada musikus Ananda Badudu dan aktor Reza Rahadian.
- Yang Dikenang tentang Sven-Göran Eriksson
LAMA tak muncul di belantika sepakbola, nama Sven-Göran Eriksson kembali hadir walau dalam kabut duka. Terakhir ia membesut timnas Filipina pada 2018-2019 dan sempat melatih tim Liverpool Legends saat meladeni tim Ajax Legends dalam sebuah laga amal pada Maret 2024. Eriksson kini telah tiada. Ia mangkat pada Senin (26/8/2024) di kediamannya, Björkefors, Swedia pada usia 76 tahun setelah bertarung dengan kanker pankreas. Tak ayal, sejumlah figur sepakbola berkabung mengenang salah satu pelatih asal Skandinavia tersukses itu. “Sebagai pelatih, Sven-Göran inovator dan duta yang hebat bagi sepakbola, memenangkan kompetisi domestik di tiga negara Eropa berbeda bersama dua kesuksesan di level kontinental bersama IFK Göteborg dan S.S. Lazio. Kariernya berpengaruh secara global karena melatih timnas di empat benua berbeda. Ia selalu memimpin dengan antusiasme dan senyum,” ucap Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikutip BBC, Senin (26/8/2024).
- Bandara Manggar yang Hilang
HINGGA kini, perekonomian Balikpapan masih didominasi industri minyak dan gas (migas). Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama, posisi tersebut dipegang sektor migas yang menyumbang nyaris 50 persen pada perekonomian kota minyak tersebut. “Industri pengolahan minyak dan gas sangat mendominasi. Lapangan usaha yang lainnya memiliki kontribusi di bawah empat puluh persen,” ujar Marinda sebagaimana dikutip radartarakan.jawapos.com, 5 Maret 2025. Reputasi Balikpapan sebagai “Kota Minyak” telah melekat lama. Sebab, sejak zaman Hindia Belanda Balikpapan sudah menjadi kota yang perekonomiannya dibangun dari industri minyak.
- Haji yang Ikut Belanda
PADANG menjadi kota penting bagi bekas kombatan Diponegoro dari Barisan Sentot Alibasa setelah Perang Jawa berakhir. Usai “menyeberang” ke pihak Belanda, di antara mereka ada yang hidup dengan tunjangan cukup besar. Sekira 40-an dari mereka bahkan mendapat jatah tanah ladang untuk melanjutkan hidup di sana dan Beberapa di antaranya mendapat pasangan hidup perempuan Minangkabau. “Yang cukup menarik dipandang adalah besarnya pensiun yang diberikan Pemerintah Belanda kepada para kiai bekas barisan Sentot. Yang tertinggi adalah Haji Nisa, menetap di Padang, menerima pensiun tidak kurang dari 224 gulden sebulan. Mungkin karena dia juga dianggap mengepalai semua orang asal suku Jawa di sana,” tulis Rusli Amran dalam Cerita-cerita Lama dalam Lembaran Sejarah. Tunjangan lebih 200 gulden yang diterima Haji Nisa tentu amat besar. Sebab, pada 1940 saja harga emas masih sekitar 2 gulden per gram. Namun, tak banyak catatan tentang Haji Nisa. Sebab, sumber-sumber Belanda tak mengeja namanya sebagai Haji Nisa, melainkan Hadjie Nissoeh atau Hadji Nisoeh.
- Shigeru Ono, Pejuang Jepang Telah Berpulang
SHIGERU Ono, bekas tentara Jepang yang memihak Indonesia, meninggal dunia pada 25 Agustus 2014 akibat penyakit tifus dan pembengkakan pembuluh darah. Dia menyusun buku taktik perang gerilya untuk militer Indonesia di masa revolusi. Ketika kalah melawan Sekutu, banyak tentara Jepang bingung; kembali ke negerinya atau bertahan. Tak sedikit yang melakukan harakiri (bunuh diri untuk memulihkan kehormatan). Shigeru Ono, serdadu Tentara Ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa, pun sempat tergoda namun mengurungkan niatnya. Ono, yang lahir pada 26 September 1919 di Furano, Hokkaido, memutuskan bertahan di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu Jepang. Kami ingin memberikan yang tidak bisa dilakukan oleh negara kami,” ujarnya dalam Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono, Bekas Tentara Jepang yang Memihak Republik karya Eiichi Hayashi.





















