Hasil pencarian
Cari di situs ini
10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Tujuh Nyawa Putra Sang Fajar
DI MAKASSAR, Presiden Sukarno mengalami dua kali upaya pembunuhan. Sebelum peristiwa penggranatan di Jalan Cendrawasih, dia menjadi sasaran mortir pada 1960. Kejadian itu dikenal dengan Peristiwa Mandai. “Masih dua kali lagi upaya pembunuhan terhadapku. Keduanya di Makassar,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams. Setiba di lapangan terbang Mandai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Makassar dengan pengawalan lengkap. “Dalam perjalanan menuju kota Makassar ini, rombongan Presiden Sukarno ditembaki oleh gerombolan dengan mortir, tetapi tidak mengenai sasaran,” kata Mangil Martowidjojo dalam Kesaksian Tentang Bung Karno 1945–1967.
- Tembakan di Hari Raya Kurban
SALAT Iduladha di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 14 Mei 1962, sudah masuk penghabisan rakaat kedua, saat seorang lelaki berpistol tiba-tiba berdiri dan meneriakkan takbir. Sejurus kemudian: Dor… dor...dor! Tiga letusan menyalak, melesatkan timah panas ke arah barisan terdepan. Komisaris Polisi Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden Sukarno, dan wakilnya Sudiyo, dengan cepat melindungi Sukarno. Soedarjat, anggota DKP yang berjaga di belakang Sukarno, membalikkan badan sembari mencabut pistol. Nahas, dia keduluan ditembus peluru, jatuh berlumuran darah di belakang Sukarno. Soesilo, anggota DKP, juga ketika memutar badan ke belakang terkena pelor di kepalanya. Satu peluru lagi mengenai bahu Ketua DPR KH Zainul Arifin.
- Mula Kristen di Sri Lanka
HARI Paskah yang mestinya damai berubah duka. Korban tewas mencapai 310 orang akibat serangkaian aksi terorisme di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Para pemimpin dunia turut berbelasungkawa, tak terkecuali Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Indonesia mengecam keras serangan bom di beberapa tempat di Sri Lanka, hari ini. Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Sri Lanka dan seluruh keluarga korban. Semoga korban yang luka-luka dapat segera pulih,” ungkapnya via akun Twitter @jokowi, Minggu malam, 21 April 2019. Aksi biadab itu jadi catatan kelam bagi umat Nasrani di Sri Lanka yang jejaknya sudah ada berabad-abad lampau. Lembaran sejarah berbicara bahwa negeri-pulau di selatan India itu sudah bersentuhan dengan agama Nasrani sejak abad pertama dan Nasrani jadi agama ketiga yang dikenal masyarakat setempat selain Buddha dan Hindu.
- Penginjil Kristen dan Wabah di Tanah Batak
MAKHLUK-makhluk yang telah membangkai itu berpuluhan ribu jumlahnya. Manusia yang tewas maupun kuda perang yang mati akibat pertempuran terserak bergelimpangan. Jasadnya terapung-apung di tepi sungai dan danau. Benih penyakit pun menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru. Demikianlah keadaan di Tanah Batak setelah kaum Padri melancarkan serangannya. Augustin Sibarani penulis buku Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamngaraja XII mencatat higienitas udara di Tanah Batak pada waktu itu sebenarnya sudah mulai mengerikan. Musababnya adalah merebaknya tiga macam wabah misterius. Tiga “hantu” sedang menghinggapi daerah Humbang dan Toba Holbung, yaitu Begu Attuk, Begu Aron, dan Ngenge na Birong. “Ini adalah nama-nama yang amat kesohor di Tanah Batak, tiga macam penyakit terkutuk yang amat sering melanda daerah-daerah indah di sekitar Danau Toba ini berupa epidemi-epidemi yang membawa banyak putra-putra Batak ke liang kubur: kolera, tipus, dan penyakit cacar,” tulis Sibarani.
- Bertahan Hidup dengan Batu
BUKTI linguistik menunjukkan telah terjadi ekspansi secara lambat oleh kelompok penutur Austronesia dari Formosa ke Kepulauan Nusantara sekira 4.000 tahun yang lalu. Mereka telah bercocok tanam. Gaya hidup berburu dan mengumpulkan makanan pun secara berangsur terkikis. Secara umum, kebiasaan lama itu tak pernah hilang sama sekali pada era berikutnya. Para petani juga masih berburu dan mengumpulkan makanan. Karenanya, dalam beberapa milenium terakhir, teknologi dan tata ekonomi yang berbeda dapat berlangsung bersamaan di situs yang berdekatan bagaikan mosaik. Kata Peter Bellwood, dalam Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia, buktinya adalah Peralatan batu yang diserpih tetap digunakan di beberapa daerah oleh kelompok pemburu dan pengumpul makanan maupun mereka yang bercocok tanam hingga masa yang baru lalu.
- Alat Batu, Teknologi Pertama Manusia
PADA 2009, Gert van den Berg, peneliti dari University of Wollongong, Australia, melakukan penelitian di situs Talepu, lembah sungai Wallanae, Sulawesi Selatan. Temuannya ada ribuan tulang hewan dan alat batu. Beberapa alat batu yang berusia mencapai 118 ribu hingga 200 ribu tahun lalu, dipublikasikan pada Januari 2016. Secara arkeologis, artefak batu tidak hanya dilihat sebagai benda melainkan merekam perkembangan teknologi dan perkembangan kebudayaan masyarakat pembuatnya. Mark Moore, arkeolog eksperimental dari University of New England Armidale, Australia mengatakan, penggunaan batu dimulai di Afrika sekitar 3,2 juta tahun lalu. “Ini adalah ide manusia. Bukan muncul begitu saja,” katanya.
- Mengapa Manusia Prasejarah Menggambar di Gua?
DI SALAH satu situs kompleks prasejarah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terdapat tangga berbahan besi yang menghubungkannya menuju mulut gua. Namanya Leang Pettakere. Leang dalam bahasa setempat berarti gua. Di dinding dan langit-langit ada beberapa lukisan cap tangan dan gambar binatang. Pettakere memiliki dua mulut gua. Udara dalam gua cukup baik, tidak pengap dan cukup sejuk. Inilah yang dikatakan peneliti gambar gua dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Pindi Setiawan, sebagai pemilihan lokasi tempat tinggal yang tepat. “Masyarakat pada masa lalu tidak memilih gua secara acak. Mereka melihat sirkulasi udara, atau pun faktor kenyamanan,” katanya. Bagi Pindi, masyarakat penghuni gua yang diperkirakan menjejak Sulawesi sejak 40.000 tahun lalu sesuai hasil penanggalan, adalah masyarakat yang sama saja dengan manusia saat ini. Mereka hidup dengan relasi sosial, antara hubungan satu sama lain hingga spiritual. “Saya kira gambar-gambar yang tertera di langit-langit gua menunjukkan unsur spiritual,” katanya.
- Lagi di Sulawesi, Lukisan Gua Tertua Ditemukan
GUA kapur di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan menyimpan harta karun peninggalan masa pra-sejarah tertua di bumi Nusantara. Di sana, ditemukan lukisan gua (cadas) bergambar tiga figur menyerupai manusia yang sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan. Lukisan tersebut diperkirakan berasal dari 51.200 tahun lalu. Demikianlah temuan yang diriset oleh tim peneliti kerjasama antara Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Southern Cross University. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal sains multidisiplin terkemuka dunia, Nature, pada 4 Juli 2024, dengan judul “Narative cave art in Indonesia by 51.200 years ago”. Tim peneliti mengaplikasikan metode analisis mutakhir melalui laser U-series (LA-U-series) untuk mendapatkan pertanggalan akurat pada lapisan tipis kalsium karbonat di atas cadas. “Kolaborasi ini telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Yang menarik dari publikasi tentang gambar cadas yang terbaru di jurnal Nature ialah perkembangan metodenya. Sekarang menggunakan laser LA-U-series, jadi (daya teropongnya) sekitar 40 mikron atau 40 kali lebih kecil dari rambut kita,” jelas Adhi Agus Oktaviana, ahli seni cadas Indonesia dari BRIN sekaligus ketua tim peneliti, dalam konferensi pers “Perspektif Baru dari Gambar Cadas Bernarasi Tertua di Indonesia” yang diselenggarakan BRIN (5/7).
- Seni Cadas Tertua di Dunia Rusak Akibat Perubahan Iklim
PERUBAHAN iklim yang cepat merusak gambar cadas di Situs Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Salah satu gambar di dinding gua situs itu berupa penggambaran figuratif babi kutil Sulawesi (Sus celebensis) merupakan gambar cadas tertua di dunia sejauh ini. Penelitian yang dipimpin Griffith University mengungkapkan bahwa beberapa gambar cadas (rock art) tertua di dunia itu mulai memudar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di Nature pada Kamis (13/05/2021), tim gabungan arkeolog Indonesia dan Australia mengungkapkan adanya bukti kristalisasi garam pada panel gambar cadas di 11 situs gua kapur Maros-Pangkep. “Saya terkejut dengan betapa meratanya kristal garam dan sifat kimianya yang merusak pada panel seni cadas, beberapa di antaranya kami tahu berusia lebih dari 40.000 tahun,” kata Jillian Huntley, pemimpin riset dari Griffith Centre for Social and Cultural Research yang mengkhususkan diri dalam konservasi seni cadas, sebagaimana dalam rilis media di laman Scimex.
- Gambar Cadas Tertua Ditemukan di Sulawesi Selatan
PENELITIAN arkeologi terbaru di Sulawesi Selatan mengungkap temuan yang kemungkinan adalah gambar cadas tertua di dunia. Gambar cadas ini berumur 45.500 tahun. Gambar cadas itu berupa penggambaran figuratif babi kutil Sulawesi (Sus celebensis). Babi kutil Sulawesi merupakan babi hutan endemik di Kepulauan Indonesia. Tim arkeolog dari Griffith University yang mengungkapkan temuan ini. Penemuannya berawal ketika penelitian lapangan yang dipimpin oleh lembaga penelitian arkeologi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas).
- Ketika Cicadas Dibombardir
RABU, 12 Desember 1945. Asikin Rachman tengah berjalan di kawasan Pasar Cicadas, Bandung pagi itu. Suasana sangat ramai. Lazimnya di pasar, para pedagang dan pembeli sibuk bertransaksi. Saat itulah, di langit biru tetiba muncul 6 pesawat tempur. Masing-masing berjenis 3 Mosquito dan 3 Thunderbolt. Setelah beberapa kalo bermanuver, burung-burung besi itu pun secara bersamaan menjatuhkan bom seraya memuntahkan peluru mitraIiur yang banyak. “Kami di bawah yang tadinya tidak menyangka mereka bermaksud akan membantai kami, jadinya kocar-kacir dan berlindung sebisanya,” ujar lelaki yang kini berusia 95 tahun itu. Insiden pemboman kali pertama oleh RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) itu tercatat dalam biografi Kolonel (Purn.) Mohamad Rivai, Tanpa Pamrih Kupertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Akibat pemboman itu, Markas TKR Cicadas dan Gedung Komite Nasional Indonesia Daerah Cicadas hancur berantakan, puluhan rumah penduduk hancur lebur dan banyak rakyat tewas terkena reruntuhan bangunan.
- Gambar Cadas Tertua di Dunia Ada di Kalimantan Timur
GAMBAR cadas tertua di dunia baru saja diidentifikasi dalam gua di Kalimantan Timur. Lukisan figuratif di pegunungan terpencil Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat Kalimantan Timur itu berusia 40.000 tahun. Para peneliti dari Puslit Arkenas, Griffith University, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil mengungkapnya. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature, Rabu (7/11). Sebenarnya, sejak 1990-an diketahui gua-gua di atas pegunungan terpencil di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan serangkaian gambar purba. Termasuk penggambaran stensil tangan manusia, hewan, simbol-simbol abstrak, dan motif-motif yang saling berhubungan.





















