top of page

Tujuh Nyawa Putra Sang Fajar

Setidaknya sudah tujuh kali upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno. Selalu lolos dari maut, Sukarno meyakini ada kekuatan yang melindunginya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno berkunjung ke Sulawesi tahun 1952. (Repro Sudiro Pejuang Tanpa Henti).

7 Nov 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

DI MAKASSAR, Presiden Sukarno mengalami dua kali upaya pembunuhan. Sebelum peristiwa penggranatan di Jalan Cendrawasih, dia menjadi sasaran mortir pada 1960. Kejadian itu dikenal dengan Peristiwa Mandai.


“Masih dua kali lagi upaya pembunuhan terhadapku. Keduanya di Makassar,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams. 


Setiba di lapangan terbang Mandai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Makassar dengan pengawalan lengkap. “Dalam perjalanan menuju kota Makassar ini, rombongan Presiden Sukarno ditembaki oleh gerombolan dengan mortir, tetapi tidak mengenai sasaran,” kata Mangil Martowidjojo dalam Kesaksian Tentang Bung Karno 1945–1967

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page