top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10075 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • CIA Menyadap Angkatan Darat

    HOWARD Jones, duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, ingin pensiun pada 1964. Namun, Presiden Sukarno mencegahnya. Ini membuktikan eratnya hubungan mereka. Saking dekatnya, sampai disebut tak ada seorang asing pun yang lebih erat hubungannya dengan Sukarno daripada Howard Jones. Jones pun melanjutkan tugasnya. Sampai pada Mei 1965, Washington mengirimkan pesan kepada Marshall Green ketika dalam perjalanan ke Korea sebagai wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Jauh. Pesan tak terduga itu menanyakan apakah Green bersedia menjadi duta besar untuk Indonesia? Green sendiri merasa tidak memiliki keahlian tentang Indonesia. Awalnya, antara 1963 hingga 1965, sebagai wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Jauh, dia memusatkan perhatian pada Tiongkok, Jepang, dan Korea. Namun, menjelang tahun 1964, setelah Perang Vietnam makin menyerap waktu dan tenaga atasannya, William Bundy, dan Indonesia semakin banyak menimbulkan masalah bagi diplomasi Amerika, Green pun terseret ke dalam pembuatan keputusan mengenai Indonesia.

  • Gara-gara Laskar Berulah, Bung Hatta Marah

    LASKAR pejuang di Sumatra Utara terkenal banyak tingkah dan kelakuan eksentrik dalam Perang Kemerdekaan. Mereka bertempur menghadapi Belanda di garis depan namun di belakang saling cakar dengan sesama kelompok laskar. Wakil Presiden Mohammad Hatta sampai dibuat repot berurusan dengan beberapa komandan laskar yang kerap bikin ulah. Waktu itu pertengahan Juli 1947, Bung Hatta baru saja pulang dari India usai bertemu dengan Perdana Menteri Nehru. Sekembalinya ke Indonesia, Bung Hatta meneruskan perjalanan keliling Sumatra. Di beberapa kota, kedatangan Bung Hatta disambut rakyat dengan penuh semangat untuk mempertahankan kemerdekaan. Mulai dari Pekanbaru, Bukittinggi, kemudian masuk ke Sumatra Utara. Setelah melewati Sibolga pada 21 Juli 1947, terdengarlah kabar bahwa Belanda telah melancarkan agresi militer yang pertama. Kendati tentara Belanda mulai menduduki Sumatra Timur, rombongan Bung Hatta terus melanjutkan perjalanan ke Tarutung hingga Pematang Siantar.

  • Akhir Tragis Overste Romantis

    NAMA SP 88 tak bisa dipisahkan dari sosok Overste Oesman Soemantri. Dia adalah salah satu pendiri dan otak di balik strategi yang dijalankan SP 88. “Pak Oesman terkenal sebagai perwira cerdas. Kemampuan berbahasa asingnya bagus,” ujar Gar Soepangat, mantan anak buah Oesman di SP 88. Oesman lahir di Jakarta sekitar awal 1920. Tak banyak orang tahu jika pemuda berkulit putih itu merupakan cucu penyair besar Betawi: Muhammad Bakir. Tak heran Oesman pandai melukis dan bisa menulis puisi. “Karena ketampanan dan kemampuannya dalam bidang seni, Pak Oesman dikenal sebagai perwira yang berjiwa romantis,” kata Soepangat.

  • Dari Pemberontakan ke Pemberontakan (Bagian II–Habis)

    USAI membentangkan sebuah peta, kedua tangan Kolonel Pnb. (Purn.) Abd Aziz Muhammad melipatnya kembali. Lalu sambil merebahkan punggung ke kursi, ia mengenang penugasannya di Sulawesi saat menjemput jenazah Kahar Muzakkar, pemimpin kelompok pemberontakan Komando Gerilyawan Sulawesi Selatan (KGSS) yang berafiliasi dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII Sulawesi Selatan). “Di sanalah (Sulawesi) saya mulai dapat banyak jam terbang operasional. Karena saat itu kan (pemberontakan) Kahar Muzakkar lagi ramai. Jadi saya kebagian (tugas) ke Sulawesi sampai Kahar Muzakkar ditembak,” ujar Aziz kepada Historia.

  • Mendekat kepada Habib

    HARI masih pagi ketika Habib Ali bin Abdurahman al-Habsyi (1870–1968), lebih dikenal sebagai Habib Ali Kwitang, membuka tokonya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menjelang zuhur, dia menutup toko. Lalu dia keliling kampung untuk menjual barang dagangannya sambil berdakwah. Habib Ali Kwitang merajut hubungan dengan kiai dan pemuka masyarakat. Di rumahnya di Kwitang, dia mengadakan pengajian mingguan. Dia juga rutin menghelat acara maulid, perayaan ulang tahun Nabi Muhammad Saw. Dalam mengelola pengajiannya, dia kemudian dibantu Habib Salim bin Jindan dan Habib Ali Alatas.

  • KNIL Turunan Genghis Khan

    MESKI kulitnya putih, wajahnya tak seperti kebanyakan orang Belanda. Namanya Gerard Karel Meijers. Setelah usianya 62 tahun pada awal dekade 1990-an, dia jadi berita di Negeri Belanda. Dia mengaku sebagai Pangeran Dschero Khan, keturunan terakhir Genghis Khan dari Mongolia. Semua tahu Genghis Khan (1162-1227) alias Temujin adalah panglima militer Mongolia tersohor. Dengan pasukan berkudanya, dia telah menaklukkan banyak daerah di Asia Tengah. Genghis Khan kemudian menurunkan raja besar di Tiongkok, Kubilai Khan. Raja Kubilai pasukannya menyerang Kartanegara di Singosari. Dschero Khan alias Gerard Karel Meijers punya cerita luar biasa, meski meragukan. Kisahnya mirip cerita film laga. Koran Belanda Niuewsblad van het Noorden edisi 15 Juni 1991 dan Leeuwarder Courant edisi 13 Juli 1991 sampai memberitakan kisahnya.

  • Komandan Pesindo Bernama Sarwono Sastro Sutardjo

    NASIB Sarwono Sastro Sutardjo di ujung tanduk. Laskar Naga Terbang pimpinan Timur Pane berhasil menangkapnya. Timur Pane bahkan hendak membunuh Sarwono. Tapi, Timur Pane akhirnya gagal menjagal Sarwono. Saat itu bertepatan dengan kedatangan Wakil Presiden Mohammad Hatta ke Pematang Siantar. Nyawa Sarwono pun tertolong. “Kupanggil Timur Pane ke tempat aku menginap dan kuperintahkan supaya Sarwono jangan dibunuhnya. Dia sendiri kusuruh pergi ke Tapanuli untuk minta bantuan senjata ke laskar Tapanuli. Aku menyuruhnya pergi ke Tapanuli, sebab ia bermaksud akan menggempur daerah Medan,” tutur Bung Hatta dalam otobiografinya, Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

  • Spionase Paman Sam

    WAJAH Gayus tampak menegang. Sesekali jemarinya bergerak, seperti meremas sesuatu. Dia tampak cemas. Siang itu, mantan pegawai pajak itu menyampaikan “curhatnya” ke hadapan majelis hakim. “Berdasar cerita John Grice pada saya, John Grice bilang dia adalah agen CIA yang semua kegiatannya diketahui dan direstui oleh salah seorang anggota Satgas (Pemberantasan Mafia Hukum)," kata Gayus dalam di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Rabu (19/1/11) seperti dikutip dari detik.com. Teori konspirasi seakan dibuat nyata oleh Gayus. Entah untuk alasan apa. Satu yang pasti, kisah tindak-tanduk agen CIA (Central Intelligence Agency) di negeri ini berkali terjadi dan selalu berakhir pada pertanyaan yang sama: benarkah? Pengujung November 2008 lampau masyarakat geger. Adam Malik, pemuda angkatan 45, wartawan senior dan wakil presiden era Orde Baru disebut-sebut jadi spion CIA di Indonesia. Gara-garanya sebuah buku karya Tim Weiner yang menyebutkan kalau dia menjalin kontak dan menerima sejumlah bantuan CIA untuk memberangus kelompok komunis pascaperistiwa G30S 1965.

  • Mohammad Husni Thamrin Dijegal di Sukabumi

    SISA-sisa karangan bunga itu masih bertebaran di halaman depan Balaikota Sukabumi. Siang itu, Minggu 7 April 2019, gedung bergaya art deco bikinan arsitek Belanda E. Knaud itu tampak sepi. Aktivitas perayaan 105 tahun Kota Sukabumi (1 April) telah usai. Sejak diresmikan 22 Februari 1934, bangunan yang mulai dibangun pada 12 September 1933 itu jadi tempat berkantornya burgemeester (walikota) Sukabumi. Sejak lepas dari naungan Regentschappen Cianjur, Sukabumi berstatus gemeente yang otonom atas wilayahnya. Hingga zaman Jepang, tak sekali pun kedudukan tertinggi di Gemeente (kotapraja) Sukabumi itu bisa dipegang kalangan bumiputera. Pernah ada “perlawanan” politik untuk memegang kendali kota yang kaya akan teh ini, tetapi hasilnya tetap nihil walau yang bertarung tokoh nasionalis Mohammad Hoesni Thamrin.

  • Riwayat Rumah Tahanan Hatta dan Sjahrir di Sukabumi

    RUMAH tua di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi itu berdiri dalam sepi siang 12 Februari 2019 itu. Lampu di terasnya menyala pertanda tiada yang menjaga. Beragam kendaraan berseliweran begitu saja di depannya tiada peduli. Butuh waktu hampir satu jam bersabar diiringi rasa penasaran sebelum bisa masuk ke rumah itu. Baru setelah Yepsa Dinanthy, pegiat sejarah Komunitas Kipahare Sukabumi, mengontak rekannya di Pemkot Sukabumi Historia bisa masuk rumah yang di halamannya dipatok plang bertuliskan “Benda Cagar Budaya: Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Syahrir” itu.

  • Jejak Hatta dan Sjahrir di Sukabumi

    RUMAH tua namun elegan itu nyaris tanpa isi. Selain satu ruangan yang berisi sedikit foto replika Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Sukarno, hanya ruang depan kanan yang memiliki satu meja dan beberapa kursi. Di sinilah tempat Mulyani, juru pelihara rumah, “berkantor”. Pertanyaannya, apa hubungannya Bung Karno dengan rumah yang beralamat Jalan Bhayangkara Nomor 156 A, Kota Sukabumi itu? Jelas-jelas di halaman depan terpampang plang “Benda Cagar Budaya: Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Syahrir”. Jangankan menjelaskan soal foto Bung Karno, menyoal kapan dan apa yang terjadi terhadap Hatta dan Sjahrir pun sang juru pelihara honorer BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) itu memberi penjelasan menyangsikan.

  • Ketika Kaum Kere Berhimpun

    SABTU malam, 1 Februari 1919, sebuah perhimpunan dibentuk di bawah naungan Sarekat Islam (SI) Semarang. Namanya Sarekat Kere (SK). Sesuai namanya, yang berkumpul dalam sarekat ini ialah orang-orang kere (miskin). Sarekat Kere dibentuk di rumah Partoatmodjo, seorang anggota Sarekat Islam sekaligus redaktur surat kabar Sinar Hindia. Dalam pertemuan malam itu, Partoatmodjo menyebut Sarekat Kere dibentuk untuk menjalin persatuan kaum kere dari segala bangsa. Syaratnya hanya satu, tidak punya bondo (harta).

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page