top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10074 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Rudini Berani Koreksi Atasan

    SUATU hari, seorang perwira menengah melapor kepada Ibu Negara Tien Soeharto. Perwira itu melapor karena habis ditindak oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Rudini akibat keseringannya “ngobyek” dan bisnis tanah. Perwira itu dekat dengan Tien Soeharto. Rudini tak tinggal diam menanggapi kasak-kusuk si perwira tadi. Sebab, namanya di mata ibu negera bisa terancam rusak. Dia lalu mengajak Direktur Jenderal (Dirjen) Agraria menemui istri Presiden Soeharto untuk meluruskan dan mengoreksi apa yang disampaikan perwira tadi.

  • A Historical Pilgrimage to Petamburan, Jakarta (1)

    THE Petamburan Public Cemetery in Central Jakarta is quite exceptional. Despite being a public cemetery, Petamburan is reserved for non-Muslim residents of Jakarta. It is no surprise that many non-native people have been buried in Petamburan since colonial times. From Chinese, Japanese, to Europeans, including Jewish graves, each has its own burial block. There is also the grandest mausoleum in Southeast Asia here. The mausoleum is the burial place of Oen Giok Khow, a wealthy landlord in Batavia.

  • Pelé adalah Sepakbola, Sepakbola adalah Pelé

    PIALA Dunia 2022 Qatar sudah tutup buku. Nama Lionel Andrés Messi dielu-elukan bak “Tuhan” saban waktu usai ikut merebut trofi Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya buat Argentina. Julukan “GOAT” (Greatest of All Time) melekat padanya dan bahkan, sejumlah pihak mengusulkannya mendapat anugerah Super Ballon d’Or. Mantan pelatih Real Madrid asal Italia Fabio Capello sampai menyetarakan Messi dengan Pelé. Namun, ocehan Capello sepertinya berlebihan. Sebagian tokoh sepakbola tetap menyebut pesepakbola terbaik hingga saat ini adalah Pelé. Tiada seorang pun di kolong langit, terutama yang mengaku penggila bola, yang tak mengenal siapa Pelé. Magisnya mampu menghipnotis siapapun yang pernah menyaksikan aksi-aksinya di tengah lapangan, baik mereka yang sebelumnya nol pengetahuan tentang sepakbola hingga para legenda sepakbola lintas zaman.

  • Garrincha dari Pabrik Tekstil ke Pentas Dunia

    HARI itu, 28 Oktober 1933, di Pau Grande, sebuah kawasan industri di Negara-bagian Rio de Janeiro, Brasil, Maria Carolina dos Santos melahirkan anak kelimanya di rumahnya yang sangat sederhana. Sang ibu memberinya nama baptis “Manuel” sebagaimana nama kakak iparnya. Sang bayi pun di rumahnya dipanggil Mané, tapi kelak dunia mengenalnya dengan nama “Garrincha”. Mané lahir dengan keadaan “spesial”. Kaki kanannya membengkok ke depan dan lebih pendek dari kaki kiri. Sementara kaki kirinya juga sedikit membengkok ke arah luar. “Sang ibulah yang pertama kali memperhatikan kedua kaki bayinya tak normal. Manuel mewariskan kondisi kakinya itu bukan dari ayahnya, Amaro Francisco, melainkan dari Maria Carolina sendiri, meski kondisi kaki ibunya tak seburuk putranya. Mungkin sebuah calliper akan sangat membantu tapi tiada yang terpikirkan hal itu di Pau Grande pada 1933,” tulis Ruy Castro dalam Garrincha: The Triumph and Tragedy of Brazil’s Forgotten Footballing Hero.

  • Liur yang Lezat

    LAURENT Manda, perempuan karier di Jakarta, masih ingat pengalaman kulinarinya di Ancol pada 1992. Bersama keluarganya, dia pergi ke Hailai Restaurant untuk sarapan. Menunya, sebuah hidangan istimewa, yang tak semua orang pernah merasakannya: sup sarang burung walet. Porsinya sedikit tapi harganya selangit. “Kalau orang Chinese bilang cia po, artinya makanan berisi obat-obatan buat memulihkan tubuh yang kurang sehat,” ujar Laurent kepada Historia. Namun, Laurent sendiri tak terlalu menyukainya karena, “Agak amis. Rasanya kenyal-kenyal seperti rumput laut.”

  • Liur Walet yang Sehat dan Mahal

    Sarang burung walet dipercaya memiliki daya penyembuh. Menjadi primadona niaga dari Nusantara ke Tiongkok. Pernah dilarang pada masa Ketua Mao berkuasa.

  • Perkembangan Awal Pesantren di Jawa 

    Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Di Jawa, tradisinya kemungkinan besar dimulai sejak era Maulana Malik Ibrahim. Berikut tempat-tempat yang menandai perkembangan pesantren awal di Jawa. 

  • Pahlawan Nasional Indonesia

    Setiap tahun, Indonesia menambah daftar pahlawan nasional. Jumlah terbanyak berasal dari Pulau Jawa.

  • Korupsi di Era Orde Baru

    Pada masa Orde Baru terjadi kasus korupsi besar di lembaga-lembaga negara. Beberapa kasus korupsi tersebut sebagai berikut.

  • Cerita dari Kota Kelahiran

    TOKO Indra kini tak seramai dulu lagi. Etalase toko busana itu dihimpit pagar Masjid Agung Bandung yang merangsek masuk hingga menyisakan jarak kurang dari dua meter di depan toko. Dua pegawai tampak berdiri termangu menanti pelanggan yang tak jua mampir ke toko yang berada di bawah gedung Swarha yang terletak di Jalan Asia-Afrika itu. “Kalau dulu waktu jalan di depan toko belum ditutup, banyak orang datang ke sini. Sesudah perluasan masjid, jalan ditutup, nggak banyak lagi orang datang,” kata Merry, pemilik toko.

  • Mr. Laili Rusad, Duta Besar Wanita Indonesia Pertama

    AULA Istana Merdeka biasa menjadi tempat pelantikan pejabat tinggi negara. Namun, pada 20 Januari 1959, upacara pelantikan berlangsung lebih istimewa dari biasanya. Hari itu, Mr. Laili Rusad dilantik sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belgia dan Luksemburg. “Dengan pelantikan itu, maka Mr. Rusad adalah wanita Indonesia pertama yang menjabat sebagai duta,” lansir Harian Umum, 21 Januari 1959. Pelantikan Laili Rusad mendapat perhatian dari beberapa pejabat tinggi negara. Perdana Menteri Juanda, Menteri Luar Negeri Soebandrio, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prijono, Menteri Veteran Chaerul Saleh, Menteri Pelayaran Moch. Nazir adalah para tokoh yang hadir pada acara pelantikan Ibu Dubes. Selain itu, turut hadir pula Sekjen Kementerian Luar Negeri Suwito Kusumowidagdo, para kepala Direktorat Kementerian Luar Negeri, seluruh pegawai wanita Kementerian Luar Negeri, para pemuka dan tokoh wanita Jakarta.

  • Relasi Nusantara dengan Persia dan Turki

    SEKITAR abad ke-16, Turki Usmani memegang peran penting di Timur Tengah, sebagian Eropa hingga Asia Tengah. Kejayaan itu kemudian terdengar sampai ke Aceh yang tengah berperang melawan Portugis. Sultan Aceh pun meminta bantuan kepada Turki Usmani dan dikabulkan dengan dikirimnya bantuan untuk Aceh. Demikianlah arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo mejelaskan fase awal relasi Aceh-Turki Usmani tersebut dalam dialog sejarah “Menggali Bukti Hubungan Nusantara-Turki” di saluran Facebook dan Youtube Historia.ID, Selasa 1 September 2020. Meski Turki membantu Aceh, Bambang sepakat dengan pendapat para sejarawan yang menyebut bahwa hubungan Aceh dengan Turki Usmani hanya sebatas hubungan diplomatik.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bottom of page