top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10074 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Silver Spoon, Privilege, dan Awal Mula Kemunculannya

    KEBANYAKAN orang sudah tak asing dengan istilah seperti privilege maupun silver spoon yang marak digunakan di media sosial saat ini. Kedua istilah itu biasanya digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang mendapatkan suatu keistimewaan karena keadaan tertentu, umumnya dikaitkan dengan kekayaan maupun status sosial yang diwariskan dari keluarganya secara turun-temurun. Tak jauh berbeda dengan masa kini, di mana istilah silver spoon atau sendok perak dikaitkan dengan seseorang yang terlahir dari keluarga kaya. Di masa lalu, sendok juga berperan besar dalam menentukan status sosial seseorang. Menurut Ammy Azzarito dalam , status sosial seseorang dapat dilihat dari bahan pembuatan sendoknya. Hingga abad ketujuhbelas, orang tak pernah meninggalkan rumah tanpa membawa sendok sendiri –seperti halnya orang-orang sekarang selalu membawa ponsel pintar ke manapun ia pergi.

  • Keluarga Reuneker yang Katanya Rumahnya Angker

    DI Salatiga, terdapat rumah tua yang punya reputasi sebagai rumah angker. Rumah tersebut berada di Jalan Pattimura. Banyak orang menyebut rumah itu sebagai rumah Reuneker. Keluarga Reuneker memang sangat terkenal di Salatiga. Dulu, di Salatiga memang terdapat seorang arsitek Belanda bernama Johan Leonard Reuneker. Lebih dari separuh hidupnya dia tinggal di Salatiga. Mantan Menteri Penerangan Boediardjo mengenal dekat keluarga Reuneker sedari remaja. Menurutnya, Johan Reuneker yang biasa disapa Romo Reuneker merupakan pecinta budaya Jawa. Saking cintanya, dia sampai mendirikan dan menjalankan kelompok sandiwara wayang orang yang cukup dikenal, Sri Koentjoro.

  • Mata-mata Indonesia

    Siapa saja tokoh intelijen Indonesia?

  • Opsir Jepang Membelot di Front Sumatra

    PASCA Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945, nasib para serdadu Jepang di Indonesia mengalami ketidakjelasan. Resminya, mereka harus menyerahkan diri kepada Sekutu sebagai pemenang perang. Namun nyatanya sebagian kecil memilih untuk membelot ke kubu pejuang Indonesia dan terlibat aktif dalam perlawanan terhadap Belanda pada 1946-1949. Mengacu kepada catatan arsip Yayasan Warga Persahabatan Indonesia-Jepang yang berkedudukan di Jakarta, usai Perang Dunia II terdapat 903 eks serdadu Jepang yang ikut andil dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Namun menurut peneliti sejarah asal Jepang Eiichi Hayashi, jumlah sebenarnya bisa jadi lebih banyak dari itu.

  • 20 Januari 1946: Tentara Jepang Dipukul Mundur ke Medan

    BERITA menyerahnya Jepang kepada Sekutu cukup mengejutkan sejumlah pemimpin Aceh, khususnya yang bekerja sama dengan Jepang. Tersiar pula kabar pasukan Sekutu akan tiba di Aceh untuk merampas senjata Jepang dan mengembalikan mereka ke negerinya. Rakyat Aceh lebih dulu merampas senjata Jepang dengan penuh perjuangan. Jepang menolak menyerahkannya lantaran terikat kesepakatan dengan Sekutu. Amran Zamzami dalam Peranan Rakyat Aceh dalam Perang Kemerdekaan 1945–1949 menulis, perampasan senjata di sejumlah tempat meninggalkan korban jiwa dari pihak Aceh.

  • Posisi AURI dalam Pertempuran Laut Aru

    PETAKA terjadi di Laut Arafuru (Aru) pada 15 Januari 1962. Satu dari tiga kapal Motor Torpedo Boat (MTB) AL bernama KRI Matjan Tutul tenggelam kena sergapan kapal perang Belanda. Misi pendaratan di Pantai Selatan Papua itu berakhir dengan kegagalan sekaligus kekalahan telak. Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, Deputi Kepala Staf AL Komodor Josaphat "Yos" Sudarso yang berada dalam KRI Matjan Tutul gugur. Pada 19 Januari 1962, Presiden Sukarno menggelar rapat Dewan Pertahanan Nasional di Istana Bogor. Sejumlah perwira tinggi hadir, termasuk Kepala Staf AD, Kepala Staf AU, Kepala Staf AL, dan Kepala Kepolisian RI. Dengar pendapat dalam pertemuan itu menimbulkan friksi antar matra. Angkatan Udara (AURI) dianggap tidak memberikan perlindungan yang memadai dalam operasi inflitrasi tersebut.

  • Omar Dani, Sukarno Kecil dari AURI

    JAKARTA, 19 Januari 1962. Pukul 10 pagi, dua perwira Angkatan Udara menghadap Presiden Sukarno di Istana Merdeka. Yang pertama adalah orang nomor satu di jajaran AU, Laksamana Suryadi Suryadarma. Seorang lagi, perwira menengah, penerbang tulen berpangkat kolonel udara. Sosoknya tampan, jangkung, dan berkumis tipis. Omar Dani, namanya. “Mulai saat ini kamu yang bertanggung jawab atas AURI. Ada pertanyaan?” kata Presiden Sukarno kepada Omar Dani sebagaimana terkisah dalam biografinya Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku: Pledoi Omar Dani yang disusun Benedicta Surodjo dan J.M.V. Soeparno.

  • Petualangan Interniran Jerman di Pulau Nias

    MEI 1940, kabar jatuhnya Belanda ke tangan Nazi Jerman menggemparkan seluruh negeri jajahan. Kota Rotterdam hancur lebur digempur pasukan Hitler. Perlawanan tentara Belanda berhasil dimatikan. Ratu Wilhelmina pun terpaksa kabur ke London, Inggris pada 15 Mei 1940. Jatuhnya Negeri Belanda itu menimbulkan keresahan di kalangan pejabat tinggi di seluruh wilayah jajahannya, terutama di Hindia Belanda yang memiliki kekayaan alam melimpah. Menurut Nino Oktorino dalam Nazi di Indonesia: Sebuah Sejarah yang Terlupakan, dalam keadaan seperti itu Gubernur Jenderal A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer langsung mengumumkan keadaan darurat di Hindia Belanda.

  • Pemerintahan Seumur Jagung

    CHARLES Olke van Der Plas, pemimpin Recomba (Regeringscommissaris voor Bestuursaangelegenheden) atau pemerintahan peralihan Belanda, merangkul kalangan bangsawan yang tergabung dalam Partai Rakyat Jawa Timur. Tujuan partai yang berdiri pada 14 Juni 1947 ini adalah menuntut hak menentukan nasibnya atas dasar demokrasi dan bekerja sama dengan golongan-golongan lain tanpa memandang kebangsaan, bahasa, dan agama. Menurut Marsudi, dosen Universitas Negeri Malang, partai itu didirikan oleh bangsawan lokal yang telah menikmati masa jaya bersama Belanda dan kemudian dikecewakan oleh pemerintah pendudukan Jepang maupun Republik. Munculnya partai ini tak lepas dari upaya Belanda untuk membangkitkan kembali bekas-bekas sekutunya di Jawa Timur demi memperoleh dukungan dalam pembentukan Negara Jawa Timur.

  • Walter Spies dan Renaisans Bali

    WALTER SPIES sedang frustrasi. Hubungan yang telah dia jalin selama beberapa tahun dengan Friedrich Murnau, sutradara film kenamaan asal Jerman, memburuk. Spies, pelukis berkebangsaan Jerman yang lahir di Moskow, Rusia, pada 1895, bertemu Murnau pada 1919 ketika dia berusia 24 tahun. Saat itu dia baru memulai karier sebagai pelukis dan mengadakan pameran perdana. Murnau kemudian menyediakan studio untuk Spies melukis, juga mempercayakan kerja artistik film-filmnya. Hubungan mereka retak. Spies akhirnya memutuskan bahwa, ”nyaris tak mungkin bagi dirinya untuk merasa nyaman di Eropa,” sebagaimana dikisahkan Robert F. Aldrich dalam Colonialism and Homosexuality.

  • Sang Mahaguru Investasi Bodong

    Charles Ponzi dikenal sebagai penipu ulung yang mencetuskan Skema Ponzi. Skema ini pernah memakan banyak korban di Amerika Serikat, bahkan berkembang hingga ke Indonesia.

  • Awal Mula Kemunculan Permainan Scrabble

    PERTUMBUHAN ekonomi Amerika Serikat yang begitu pesat di sepanjang tahun 1920-an mendorong banyak orang mengalihkan tabungan ke saham. Kala itu, harga saham meningkat lebih dari empat kali lipat dari titik terendah pada 1921 hingga puncaknya pada Agustus 1929. Tak hanya orang-orang dari kalangan atas, para pekerja biasa dari golongan kelas menengah juga meramaikan pasar saham yang berpusat di New York Exchange, Wall Street, New York City. Namun, kemakmuran yang dirasakan orang-orang Amerika di dekade 1920-an berujung pada krisis ekonomi yang dikenal denganThe Great Depressionatau Depresi Besar. Disebut sebagai krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern, Depresi Besar melanda Amerika dari tahun 1929 hingga awal Perang Dunia II pada 1939. Gelombang PHK terjadi di mana-mana.Salah satu yang terdampak PHK adalah Alfred Mosher Butts, pekerja di sebuah firma arsitektur di New York City.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page