top of page

Hasil pencarian

Cari di situs ini

10073 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Sumitro Cemburu pada Simatupang

    SUMITRO Djojohadikusumo dan Kolonel Tahi Bonar Simatupang adalah dua anggota delegasi Indonesia paling muda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam konferensi yang digelar pada akhir 1949 di Den Haag, Belanda itu, Sumitro berusia 32 tahun sedangkan Simatupang 29 tahun. KMB menjadi puncak dari perundingan-perundingan sebelumnya antara Belanda dan Indonesia sekaligus akhir dari sengketa antara kedua negara.

  • Geliat Tim Naga di Panggung Sepakbola

    NYATANYA timnas China masih terlalu tangguh buat tim kejutan macam Indonesia. Kendati beberapa pengamat tanah air “pede” bahwa tim Garuda mampu melanjutkan tren positif, sang “Naga” justru mampu menunjukkan tajinya di kandang sendiri pada duel Grup C di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa (15/10/2024) malam.

  • KNIL Jerman Ikut Kempeitai

    NUSANTARA yang oleh Belanda dinamakan Hindia Belanda tak hanya menampung orang Belanda dan pribumi. Kekayaan alam yang dikandungnya menggiurkan orang dari manapun. Orang sekitar Belanda, termasuk Jerman, pun banyak yang mencari penghidupan lebih baik dengan merantau ke Hindia Belanda. Menjadi tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indish Leger (KNIL) adalah salah satu jalannya. Theodorus Johannes Geurts menempuh jalan tersebut. Menurut Studboek atas nama dirinya, pria keturunan Jerman kelahiran Duisburg, 1 Februari 1914 itu terdaftar sebagai calon serdadu KNIL pada 15 November 1934 dengan kontrak lima tahun. Sebelum diberangkatkan, anak dari Theodorus Johannes Geurts dan Johanna van Kassel itu mendapatkan premi 100 gulden pada 18 Januari 1935. Pada 6 Februari 1935, dia diberangkatkan ke Hindia Belanda dengan kapal SS Indrapoera dari Rotterdam.

  • Saat Peti Laut Jadi Penanda Pangkat Pegawai VOC

    SEBUAH gambar menghiasi salah satu dinding pameran temporer bertajuk “Furnitur Bertutur” yang diselenggarakan di Museum Sejarah Jakarta.Gambar yang dibuat oleh seorang pendeta sekaligus pelukis bernama Jan Brandes pada tahun 1780-an itu menggambarkan interior kabin seorang dokter di atas kapal Stavenisse.

  • Kritis hingga Akhir Hayat

    SEBAGAI loyalis Sukarno, Letjen TNI (Purn) Ahmad Yunus Mokoginta mengalami nasib sama dengan jenderal-jenderal pendukung Sukarno lainnya saat peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Petarung semasa Revolusi Fisik itu mesti menanggalkan seragamnya untuk menjalani “pembuangan” sebagai duta besar.

  • Sudharnoto, Seniman Lekra Pencipta Lagu Garuda Pancasila

    HAMPIR semua anak sekolah pasti mengenal lagu Garuda Pancasila. Lagu bertempo mars itu juga tak pernah absen dari daftar lagu pada buku lagu wajib nasional. Namun, penciptanya, Sudharnoto, justru hampir dilupakan. Padahal, sepak terjangnya cukup panjang dalam sejarah musik dan kebudayaan Indonesia. Sudharnoto lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 1925. Meski lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ia justru berkarier di dunia musik. Pasalnya, ibunya pandai main akordeon sedangkan ayahnya gemar main gitar, seruling, dan biola meskipun juga seorang dokter pribadi Mangku Negara VII di Surakarta. Menurut Hersri Setiawan dalam Kamus Gestok, Sudharnoto belajar piano, not balok dan aransemen pada Jos Cleber, penggubah lagu anak-anak Daldjono alias Pak Dal, dan Maladi (pendiri RRI dan mantan menteri). Ia juga belajar pada dua pemimpin orkes, yakni Soetedjo (Orkes ALRI) dan R.A.J. Soedjasmin (Orkes Angkatan Kepolisian RI).

  • Bowo Kecil Ditimang Bung Karno

    PRESIDEN terpilih Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto mengaku pernah berinteraksi secara langsung dengan semua Presiden RI. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Sukarnoputri, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), B.J. Habibie, Soeharto, hingga Sukarno. Pengakuan itu disampaikannya dalam pidato kemenangan setelah dinyatakan unggul suara hasil hitung cepat Pilpres 2024 pada Februari silam.

  • Jenderal Mata Satu Berdarah Bugis

    OPERASI militer acapkali mengharuskan prajurit tinggal di tanah orang dalam waktu lama. Selama itu, hal-hal azasi manusiawi yang ada pada diri masing-masing prajurit seperti makan dan kasih sayang pasangan tetap harus dipenuhi. Hal inilah yang terjadi pada diri Letnan Kolonel (Letkol) Joseph Jean Lambert de Stuers (1788-1861) saat ditugaskan memimpin ekspedisi militer ke Sulawesi Selatan untuk menghadapi Kerajaan Bone yang melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dia menjalin cinta dengan perempuan Bugis.

  • Mengenal Kelompok Seni Pita Maha

    KOLEKSI seni Pita Maha merupakan satu di antara sejumlah koleksi artefak bersejarah yang ditampilkan dalam Pameran Repatriasi 2024 yang diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia sejak 15 Oktober lalu. Koleksi yang terdiri dari 132 items, mulai dari lukisan hingga patung kayu, itu sebelumnya masuk dalam daftar benda-benda cagar budaya Indonesia yang dikembalikan dari Belanda pada tahun lalu. Setelah kembali ke tanah air, sebanyak 84 items dari 132 karya seni yang termasuk dalam koleksi Pita Maha dapat dilihat langsung oleh publik di pameran repatriasi. Bagi sebagian orang, Pita Maha dipandang sebagai nama koleksi karya seni yang ditampilkan dalam pameran repatriasi. Namun, Pita Maha sesungguhnya merupakan sebuah nama kelompok seni yang didirikan di Bali pada tahun 1930-an.

  • Boentaran Martoatmodjo, Menteri Kesehatan Pertama Republik Indonesia

    KIAN hari dampak persebaran pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terasa. Jumlah korban positif terpapar virus terus meningkat. Para pengambil kebijakan di pusat, maupun daerah, pun mengklaim tengah mengupayakan pemulihan, sambil mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak. Namun angka korban yang tak kunjung berkurang membuat publik resah. Mereka amat menanti arahan dari pemerintah untuk menghadapi krisis ini.

  • Kabinet 100 Menteri Dulu dan Kini

    JENDERAL TNI (Purn) Prabowo Subianto dilantik menjadi presiden RI ke-8 kemarin (20/10). Pada hari yang sama setelah pelantikannya, Presiden Prabowo segera mengumumkan kabinet berikut nama para menteri, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri di dalamnya. Bertempat di Istana Merdeka, Presiden Prabowo memperkenalkan para pejabat dalam kabinet yang dinamainya Kabinet Merah Putih itu.

  • The Legacy of the Colonial Gas Network

    HOPE grew after the Japanese occupation of Indonesia ended. The Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM), which supplied electricity and gas, wished to resume operations. After all, people needed electricity and gas for lighting, industry, and household use. It was far from easy. Many gas plants and power plant installations were damaged during the war. The gas plant in Gembong, Surabaya, for example, had been out of operation since 1945. It took time to rebuild the company and make repairs. This was in contrast to the operations of companies in other countries. “NIGM companies in Curaçao, Suriname, and Paramaribo grew rapidly during the war, making it necessary to expand the capacity of machinery and power plants,” noted Het Dagblad in its August 30, 1946 edition.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bottom of page