top of page

Hasil pencarian

Search this site

9962 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Kiprah Dokter di Dunia Pergerakan

    BENAR rasanya jika saat ini semua orang berpikir bahwa para tenaga medis adalah pahlawan. Peran mereka begitu penting dalam menghadapi pandemi virus Covid-19 yang penyebarannya semakin hari semakin mengkhawatirkan. Dilansir kompas.com, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga memberi apresiasi atas kinerja mereka. Dia menyebut tenaga medis sebagai pejuang di garis depan, ibarat tentara di masa lalu. “Kalau dulu dalam perang terbuka, mungkin tentara di garis depan, sekarang dokter. Pahlawan bangsa. Jadi kami sangat menghormati mereka,” kata Prabowo. Tidak lupa Prabowo memberikan ucapan terima kasih kepada para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang telah berdedikasi merawat dan mengobati para pasien Covid-19. Perjuangan tak kenal lelah para dokter yang berusaha menekan angka kematian di masyarakat seolah kembali menegaskan peran tenaga medis ini dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

  • Hurustiati Soebandrio, Dokter yang Aktif dalam Gerakan Perempuan

    DALAM perjamuan malam yang diadakan Presiden Sukarno dan dihadiri oleh Perdana Menteri Djuanda, sejumlah menteri luar negeri negara sahabat, Hurustiati Soebandrio ikut hadir menemani suaminya, Menteri Luar Negeri Soebandrio. Ia bahkan menghampiri Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrey Gromyko yang duduk di pojok ruangan dan terlihat ogah ikut berdansa, dan membujuknya ikut menari selepas perjamuan. Ajakan Hurustiati pun tak bisa ditolak Gromyko. “Tak mungkin seorang gentleman menolak undangan seoang lady, ya toh?” tulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia. Menteri Uni Soviet yang terkenal berwajah muram itu pun menari mengikuti alunan musik. Ia memegang tangan Husrustiati yang berdansa berputar-putar sekeliling partner-nya. Itu bukan kali pertama Hurustiati menemani suaminya. Pada 1947, Hurustiati mengikuti suaminya ke London sebagai perwakilan Pemerintah Republik Indonesia. Sembari mengikuti suaminya, ia kuliah di London School of Economics and Political Science dan meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Javanese Peasant Life”.

  • Awal Mula Dokter Hewan di Indonesia

    SEPERTI klinik dokter umum atau dokter gigi, klinik dokter hewan mudah ditemui di berbagai tempat. Dokter-dokter hewan menjadi tujuan pemilik hewan peliharaan ketika kucing, anjing, hingga kelinci mereka terluka atau sakit. Kemajuan teknologi membuat konsultasi mengenai kondisi kesehatan hewan peliharaan dapat dilakukan secara online atau virtual. Pemilik hewan dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum membawa hewan peliharaannya ke klinik hewan. Memiliki hewan peliharaan tak bisa dipandang sepele. Seperti halnya manusia, hewan juga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi mulai dari makanan, kebersihan, hingga kesehatan yang harus ditangani khusus oleh dokter hewan.

  • Jejak J.A. Kaligis, Dokter Hewan Bumiputra Pertama

    HARI Dokter Nasional diperingati setiap 24 Oktober. Tanggal ini diambil dari tanggal perubahan nama Vereeniging van Indonesische Geneeskundingen menjadi Ikatan Dokter Indonesia dalam muktamar yang diselenggarakan di Jakarta pada 1950. Mengutip Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia Jilid I terbitan Departemen Kesehatan RI, organisasi yang menaungi para dokter di Hindia Belanda telah ada sejak tahun 1911. Kala itu organisasi tersebut bernama Vereeniging van Inlandsche Artsen yang kemudian berganti nama menjadi Vereeniging van Indische Artsen. Pada 1926, organisasi ini kembali berganti nama menjadi Vereeniging van Indonesische Geneeskundingen yang kini bernama Ikatan Dokter Indonesia. Kehadiran organisasi dokter di Indonesia berkaitan dengan kebutuhan pemerintah kolonial Belanda akan tenaga ahli di bidang medis. Sekolah untuk mendidik pemuda-pemuda bumiputra menjadi dokter pembantu (hulp-geneesher) mulai didirikan di Weltevreden, Batavia, pada 1 Januari 1851 atas prakarsa Dr. W. Bosch, Kepala Jawatan Kesehatan (Tentara dan Sipil).

  • Peran Calon Dokter dari Indonesia Timur dalam Kemerdekaan

    SETELAH Belanda menyerah kepada Jepang, siswa-siswa kedokteran Nederlandsch-Indische Artsen School (NIAS) Surabaya dan Geneeskundige Hogeschool te Batavia (GHS) melanjutkan pendidikan di Ika Daigaku (Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta. Di antara mantan siswa NIAS yang belajar di Ika Daigaku terdapat Frans Pattiasina, Piet Mamahit, dan Oscar Eduard Engelen. Frans Pattiasina lahir pada 19 Februari 1920 dari orang tua asal Ambon yang tinggal di Makassar. Piet Mamahit berdarah Minahasa tapi kelahiran Denpasar, Bali pada 10 Oktober 1920. Sementara Oscar Engelen lahir di Kema, Minahasa pada 12 Maret 1922. Frans Pattiasina, Oscar Engelen, dan Piet Mamahit terlibat dalam pergerakan pemuda kelompok Asrama Prapatan 10, Jakarta. Ketika tentara Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945, mereka masih berstatus mahasiswa dan belum menjadi dokter. Seperti banyak pemuda di Jakarta, mereka mendukung negara baru Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

  • Dokter Soetomo Dokter Gadungan

    AWAL tahun 2024 ini, dokter gadungan masih bisa leluasa beraksi di Indonesia. Kali korbannya bukan perorangan, rumahsakit daerah, atau perusahaan, melainkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Jika timnas PSSI berjuang mati-matian di lapangan agar tidak kebobolan oleh tim lawan, di luar lapangan PSSI malah kebobolan oleh dokter gadungan itu. Tak tanggung-tanggung, selain dua timnas PSSI yakni U-16 dan U-19, beberapa klub sepakbola juga menjadi korban penipuan dokter gadungan itu. Dokter gadungan yang mengaku lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala (USK) Aceh itu adalah Elwizan Aminudin. “Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, membeberkan, motif tersangka memalsukan dokumen karena alasan ekonomi. Sebelum jadi dokter palsu, Elwizan bekerja sebagai kondektur bus dan memiliki usaha toko kelontong. Elwizan juga disebut sudah menjadi dokter abal-abal sejak 2013 silam. Selain PSS Sleman, ada sejumlah klub sepak bola Tanah Air yang pernah ditangani Elwizan Aminudin,” demikian bola.com tanggal 3 Februari 2024 memberitakan.

  • Perploncoan dalam Pendidikan Kedokteran Zaman Belanda

    PERPLONCOAN di sekolah kedokteran sudah terjadi sejak zaman Belanda. Mohammad Roem (1908–1983) menceritakan pengalamannya diplonco ketika masuk STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra) pada 1924. Bahasa Belandannya plonco adalah ontgroening. Kata groen artinya hijau. Murid baru adalah hijau, dan ontgroening dimaksudkan untuk menghilangkan warna hijau itu. “Dia harus diberi perlakukan agar dalam waktu singkat menjadi dewasa, berkenalan dengan teman-teman seluruh STOVIA,” kata Roem dalam Bunga Rampai dari Sejarah Jilid 3. Menurut Roem, perploncoan sudah bertahun-tahun dilaksanakan di STOVIA –didirikan tahun 1899–, tetapi belum pernah terdengar kejadian yang tidak sedap atau melampaui batas. Hal ini karena pengawasan yang ketat, sehingga ekses dapat dihindarkan.

  • Dokter Knoch dan Barry Prima

    DARI arah Mauk, Banten, perahu kayu kecil itu berlayar ke arah timur menuju Batavia (kini Jakarta) pada 18 September 1938 pagi. Belum pukul 10.00 pagi, kapal –membawa dua penumpang yang hendak mencari pekerjaan: perempuan bernama Minah dan lelaki bernama Tjiran bin Maki– itu sudah hampir mencapai Pasar Ikan. Sementara di daratan Batavia, Minggu, 18 September 1939 adalah waktu luang bagi dr. Max Hermann Knoch Jr. untuk melakoni hobinya bermain perahu. Dirinya dikenal sebagai pemilik perahu motor tercepat di Batavia. Maka dia telah berada di sekitar Pasar Ikan pagi itu. Perairan di sekitar tempat dr. Knoch berada kala itu sedang diganggu gelombang. Kapal kayu yang sedang membawa Minah dan Tjiran tadi pun sedang dalam bahaya hingga akhirnya menabrak tembok di dermaga dan kandas.

  • Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

    HAMPIR saja putra seorang guru itu menjadi guru juga ketika muda. Jan Gerrit Scheurer, putra guru tadi, sudah beberapa bulan menjadi mahasiswa calon guru. Namun, ketertarikannya dalam dunia penyebaran agama Kristen (misionaris) membelokkan langkah hidupnya. Gereja Reformasi Utrecht dan Nederlandsch Gereformatie Zendingvereniging (Asosiasi Misionaris Reformasi Belanda) kemudian mengarahkannya belajar kedokteran. Scheurer sekolah kedokteran di London dari 1888 hingga 1892. Namun, pendidikan kedokteran yang dijalaninya tidak untuk bertugas di Eropa, melainkan di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya. Begitu lulus, pada 1893 Scheurer dikirim ke Surakarta. Pria kelahiran desa kecil Gelselaar pada 3 Maret 1864 itu dikirim bersama istrinya yang sudah belajar ilmu keperawatan pula.

  • Agar Bahtera Tak Lekas Retak

    MENTERI Agama Mukti Ali belum lagi menyelesaikan pidatonya saat sekumpulan orang meneriakkan takbir, “Allahu Akbar... Allahu Akbar...” kata mereka bersahut-sahutan. Teriakan takbir itu menutup suara Mukti. Menghentikan pidatonya dan memotong giliran Menteri Kehakiman Oemar Seno Adjie untuk menyampaikan pidato tanggapan atas pandangan umum anggota DPR menyoal Rancangan Undang-Undang Perkawinan pada 27 September 1973. Sejurus kemudian, massa menduduki kursi-kursi Ketua DPR dan menguasai jalannya sidang. Pemimpin dan anggota DPR bubar. Sidang berhenti total. Jalan mencapai UU Perkawinan kian berliku. Cita-cita yang digantungkan sejak zaman kolonial itu akhirnya kembali menemukan jalan buntu. Sama seperti respons ordonansi perkawinan yang pernah digulirkan oleh pemerintah kolonial pada 1937, RUU Perkawinan pun mendapatkan perlawanan dari kelompok Islam yang menghendaki pernikahan diatur berdasarkan syariat Islam. Setelah Indonesia merdeka, kesempatan memperjuangkan kepentingan perempuan semakin terbuka luas. Kongres perempuan pertama setelah perang usai diselenggarakan di Klaten pada Desember 1945. Maria dan Sujatin Kartowijono memimpin kongres yang menghasilkan resolusi gerakan perempuan Indonesia sepenuhnya mendukung revolusi nasional. Di alam kemerdekaan, problem yang dihadapi gerakan perempuan semasa pemerintahan kolonial dientaskan satu per satu.

  • Misi S. Parman Melobi London

    BRIGJEN TNI Soegih Arto, utusan Presiden Sukarno untuk berunding dengan Kementerian Luar Negeri Inggris transit di Prancis. Soegih Arto diterima oleh Kolonel Sumpono Banyuaji, Atase Militer (Atmil) Indonesia untuk Prancis. Sesampainya di kediaman Atmil, Soegih Arto kaget karena melihat atasannya Mayjen TNI S. Parman juga berada di tempat yang sama. “Baru lama kemudian, saya mengetahui bahwa Beliau mengemban tugas yang sama, hanya salurannya ke Markas Besar Angkatan Perang Inggris,” tutur Soegih Arto dalam otobiografinya Sanul Daca: Pengalaman Pribadi Letjen (Pur.) Soegih Arto. Keberadaan Parman di Paris sepertinya sudah berlangsung beberapa hari sejak Soegih Arto tiba disana. Menurut Soegih Arto, Parman punya misi yang sama dengan dirinya, yakni menyelesaikan konfrontasi dengan Malaysia melalui perantaraan Inggris. Bila Soegih Arto diutus ke Kementerian Luar Negeri Inggris, maka Parman punya jaringan ke pejabat tinggi kemiliteran Inggris. Keesokan harinya, Soegih Arto menyaksikan Parman dijemput oleh Atmil Indonesia untuk Inggris Kolonel Sasraprawira menuju ke London.

  • S. Parman, Adik Petinggi PKI yang Jadi Penentang Kuat PKI

    PAHLAWAN Revolusi Siswondo Parman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, pada 4 Agustus 1918. Ia anak keenam dari sebelas bersaudara. Ayahnya merupakan pedagang bernama Kromodihardjo. Parman menjalani pendidikan dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Wonosobo. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebried Lager Onderwijs (MULO setara SMP) Yogyakarta. Pada 1937, Kromodihardjo meninggal dunia. Parman pun batal melanjutkan pendidikan ke Algemeene Middelbare School (AMS setara SMA). Parman lalu membantu ibunya berdagang di Pasar Wonosobo.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page