Hasil pencarian
9768 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Pesawat Berlambang Nazi di Bali
SENIMAN swiss terkenal, Theo Meier, mengambil foto pesawat berlogo Nazi, swastika, dengan beberapa gadis Bali antara tanggal 7-15 Januari 1938. Foto tersebut dimuat dalam buku Theo Meier: A Swiss Artist Under the Tropics karya Didier Hamel. Bagaimana konteks sejarah di balik foto itu dan mengapa pesawat itu melakukan terbang jarak jauh? Menurut Mark Winkel dalam Bali Expat , 20 Juni-3 Juli 2012, setelah membandingkan bentuk pesawat (terutama bentuk kanopi kokpit dan sirip ekor pesawat yang tidak biasa) dengan semua pesawat yang dikenal dalam Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman), yang sebelum tahun 1939 adalah pesawat sipil dan pasca-1939 menjadi pesawat militer, tetapi memiliki tanda sama, termasuk swastika pada kemudi ekor; jelas bahwa pesawat itu bukan pesawat tempur karena terlalu kecil dan tidak ada senjata di atasnya. “Jadi saya kira mungkin ini pesawat pengintaian atau pelatihan,“ kata Winkel. Pesawat ini adalah prototipe kedua dari Arado 79. Dibuat oleh dua orang pelatih olahraga-terbang pada 1937, yang menerbangkannya dari Jerman ke Sydney, Australia melalui Hindia Belanda. “Foto itu mungkin diambil antara tangggal 7-15 Januari 1938 dan perempuan dalam foto itu kemungkinan sekarang berusia sekitar 75-80 tahun,” tulis Winkel.
- Mengintip Kelamin Hitler
ADOLF Hitler, pentolan Nazi Jerman, sejak lama jadi sosok yang paling banyak diteliti. Mulai dari pemikiran politik dan militernya hingga urusan isi celana dalamnya. Terbaru, sebuah penelitian DNA meyakini Hitler punya kelainan alat kelamin yang membuat penisnya tak tumbuh normal. Hasil penelitian itu sempat bikin geger dan menimbulkan perbincangan hangat setelah divisualisasikan lewat dokumenter bertajuk Hitler’s DNA: Blueprint of a Dictator. Stasiun TV Inggris, Channel 4 , menayangkannya dalam dua episode pada 15 dan 22 November 2025. Dalam dokumenter itu, penelitiannya dipimpin Prof. Turi Emma King, pakar genetika yang juga direktur Milner Centre for Evolution di University of Bath. Pada 2012, Prof. King dikenal sebagai pakar genetika yang juga pernah meneliti DNA Richard III ketika kerangka raja Inggris –yang bertakhta 1483-1485– itu diekshumasi dan dilakukan penguburan kembali di Katedral Saint Martin, Leicester. “Kami memastikan melakukannnya dengan penelitian ilmiah yang ketat. Jujur mulanya kami belum tahu apa yang akan kami temukan dan ternyata ia memiliki genome yang sangat menarik,” ujar King kepada BBC News , 13 November 2025.
- Anjing Peliharaan Kesayangan Hitler Bernama Blondi
TAK banyak yang mengetahui bahwa di balik kebengisan Adolf Hitler terhadap umat manusia, diktator Nazi Jerman itu penyayang hewan sejak muda. Saat sudah duduk di puncak kekuasaan pun ia kerap ditemani peliharaannya. Menurut Boria Sax dalam Animals in the Third Reich: Pets, Scapegoats, and the Holocaust , Hitler sudah jadi pecinta binatang sejak masa muda, khususnya ketika gagal mengejar mimpinya untuk menjadi seniman di Wina, Austria. “Sebagai anak muda di Wina, Hitler biasanya menyisakan rotinya untuk diberikan pada tupai-tupai dan burung gagak di taman. Hitler kadang dingin tanpa emosi jika ada teman-temannya yang meninggal tapi ia bisa menangis sesengukan ketika burung kenarinya mati,” tulis Sax. Tapi di antara banyak hewan, Hitler dikenal paling senang memelihara anjing alsatian –kadang disebut anjing German shepherd. Sampai akhir hayatnya, Hitler tercatat pernah memelihara enam ekor di antaranya.
- Perang Teluk Hitler
RASHID Ali al-Gaylani bisa sedikit bernafas lega. Ia dan rombongan pejabat Irak pro-diktator Jerman Nazi Adolf Hitler lolos dari lubang jarum setelah melintasi perbatasan Irak menuju Iran pada 30 Mei 1941. “Pada 30 Mei 1941, Rashid Ali al-Gailani, kepala stafnya Amin Zeki, Sharif Sharaf dan beberapa pejabat pemerintahannya memasuki Iran dan mereka mencapai (ibukota Iran, red) Tehran pada 2 Juni. Dalam rombongan itu juga termasuk Mufti Besar Yerusalem (Amin al-Husseini),” ungkap Mohammad Gholi Majd dalam August 1941: The Anglo-Russian Occupation of Iran and Change of Shahs. Pelarian itu terjadi akibat kota Baghdad dikepung pasukan Inggris sejak akhir Mei. Ambisi Rashid pun seketika berubah dari penguasa menjadi buron. Pemimpin tertinggi Iran Reza Shah Pahlavi terpaksa menampung rombongan kendati ia paham negerinya bakal turut terjerumus ke jurang peperangan dengan Inggris. Terlebih di hari yang sama ketika rombongan Rashid menyeberangi perbatasan, Baghdad resmi direbut Inggris.
- Barisan Pangeran di Pasukan Perang Hitler
KOTA Valenciennes di Prancis Utara mestinya sudah tak lagi jadi medan pertempuran pada 26 Mei 1940. Sisa-sisa pasukan Prancis sudah kocar-kacir keluar dari kota. Namun ketika barisan Resimen ke-1 Divisi Infantri ke-1 Angkatan Darat (AD) sebagai pasukan cadangan memasuki kota, beberapa prajuritnya masih jadi korban. Salah satunya Pangeran Wilhelm, cucu kesayangan Kaisar Jerman dan Prussia, Wilhelm II. Pangeran Wilhelm yang ketika itu sudah berpangkat oberleutnant (setara letnan satu) turut memimpin kompinya di Resimen ke-1 masuk ke kota Valenciennes atas perintah Generalleutnant Philip Kleffel. Rupanya masih terdapat sisa pasukan Prancis hingga terjadi baku tembak. Sang pangeran pun kena tembak. Para prajurit pun buru-buru membawanya ke bangsal medis dan kemudian ke rumahsakit darurat di Nivelles, Belgia. Nahas, nyawanya tak tertolong dan mengembuskan nafas terakhir di usia 33 tahun.
- Tirpitz, Benteng Terapung Hitler
POSTURNYA begitu gagah, meriam-meriam utamanya pun ditakuti lawan-lawannya. Begitulah kapal tempur milik Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) bernama Tirpitz . Pada 25 Februari 1941, kapal yang menyandang nama besar pahlawan matra laut Jerman era kekaisaran cum arsitek Kaiserliche Marine, Laksamana Alfred von Tirpitz, itu resmi mendapat mandat tugas. Tirpitz didesain menyamai Bismarck sebagai satu dari dua kapal tempur kelas-Bismarck pada 1935. Kanselir Adolf Hitler merestui proyek pembangunannya demi menandingi ekpansi AL Prancis yang melahirkan dua kapal tempur kelas-Richelieu: Richelieu dan Jean Bart . Prancis juga membangun dua kapal tempur cepatnya itu dalam rangka merespons AL Italia yang lebih dulu membangun empat kapal tempur kelas-Vittorio Venetto: Vittorio Venetto , Littorio , Roma , dan Impero . Meski terikat Traktat AL Washington yang membatasi bobot kapal perang sebatas 35 ribu ton, Kriegsmarine diam-diam menambah ukuran dan bobot kapal Tirpitz hingga 52 ribu ton ketika mulai dibangun di galangan Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven pada 2 November 1936. Tirpitz lalu dibaptis lewat upacara khusus yang dihadiri Hitler dan juga Ilse von Hassell, putri mendiang Laksamana Alfred von Tirpitz, pada 1 April 1939.
- Bangkai Kapal Hitler Muncul di Danube
UNTUK kesekian kalinya warga kota pelabuhan Prahovo, Serbia, diresahkan oleh bangkai-bangkai kapal era Perang Dunia II (PD II) yang tetiba muncul di Sungai Danube. Kekerinan parah yang terjadi di Eropa membuat sekira 20 bangkai kapal terekspos dengan sendirinya dan membahayakan warga Prahovo dan sekitarnya. Eropa tengah mengalami musim kering paling ekstrem sejak lima abad terakhir. Sungai Danube yang jadi sungai terpanjang kedua di Eropa turut terimbas. Di Prahovo, penurunan ketinggian airnya mencapai 150 meter. Bangkai kapal-kapal itu menjadi ancaman bagi warga sekitar sekaligus lingkungan. Terlebih di kapal-kapal itu masih terkandung beragam senjata peledak dan amunisi yang membahayakan. “Flotilla (armada) Jerman telah meninggalkan bencana ekologi yang besar dan itu mengancam kami, penduduk Prahovo,” kata salah satu warga cum sejarawan lokal, Velimir Trajilovic (74), kepada Reuters , Sabtu (20/8/2022).
- Alkisah Berghof dan Sarang Elang Hitler
PELELANGAN sebuah barang acapkali menghebohkan publik. Terlebih bila barang yang dilelang punya cerita di baliknya. Hal itulah yang dialami sebuah arloji klasik keemasan yang dilingkari tali kulit hitam buatan LeCoutre ketika dilelang baru-baru ini. Pasalnya, arloji yang diberi merk Andreas Huber, supplier resmi arloji tersebut, itu memiliki kaitan dengan Nazi, partai fasis Jerman. Maka, komunitas Yahudi pun naik pitam ketika mengetahuinya. European Jewish Association memprotesnya. Pihak rumah lelang mengklarifikasi bahwa pelelangan itu bukan untuk mempropagandakan kembali Nazi atau nama Hitler. Terlebih pemenang lelang arloji itu seorang Yahudi yang tak diumbar identitasnya. “Baik buruknya sejarah, bendanya sendiri tetaplah harus dilestarikan. Jika Anda menghancurkan sejarah maka takkan ada bukti bahwa sejarah itu terjadi,” tutur Mindy Greenstein, wakil presiden rumah lelang tersebut, diberitakan New York Post , Senin (1/8/2022).
- Kartini Martir, Bukan Pelakor!
SETIAP hari Kartini tiba, selalu saja ada perdebatan. Itu bagus tentu saja, namun beberapa di antara perdebatan itu berbumbu olok-olok, mengejek Kartini: dia pejuang perempuan penentang poligami namun pasrah diperistri seorang bupati berbini tiga. Lantas meme beredar, pesan WA berantai disebar kemana-mana. Intinya mau mengatakan bahwa perjuangan Kartini sia-sia karena perempuan tetaplah perempuan yang pada akhirnya harus jadi istri, beranak, dan mendekam di dapur seumur hidupnya. Ada juga narasi lain yang terkesan menyudutkan Kartini sebagai seorang yang memandang sebelah mata agama Islam –namun akhirnya insyaf setelah bertemu Kyai Soleh Darat. Dia digambarkan seakan-akan seorang mualaf tobat yang akhirnya menemukan jalan menuju Tuhannya, setelah tiada henti-hentinya mempertanyakan agamanya sendiri. Itu terjadi karena Kartini hanya diwajibkan membaca Alquran tanpa pernah diajari apa arti di baliknya. Sementara itu sebuah pesan WA yang mengedarkan artikel tentang “Sisi Lain Sosok RA. Kartini,” mengutip pendapat sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah . Menurut artikel itu ada sisi lain Kartini yang selama ini ditutup-tutupi oleh “pihak Barat” dan “kaum sekuler”, yakni perlawanan Kartini terhadap praktik “kristenisasi” dan “westernisasi”.
- 21 April 1619: Pejabat VOC yang Mendirikan Cape Town Lahir
21 APRIL 1619, Johan Anthoniszoon “Jan” van Riebeeck lahir di Culemborg, Belanda. Dia adalah pejabat Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) yang menjadi pendiri Cape Town, ibukota legislatif Afrika Selatan. Di bawah komandonya, kawasan ini terbuka lebar bagi para pemukim kulit putih, terutama dari Belanda. Van Riebeeck bergabung dengan VOC pada 1639. Dia sempat bekerja sebagai asisten dokter bedah di Batavia (kini Jakarta) sebelum memimpin pos perdagangan VOC di Tonkin, Indochina (sekarang Vietnam). Namun, dia diberhentikan dari jabatannya karena ketahuan melakukan perdagangan untuk mengisi kantong pribadinya. Dalam perjalanan pulang, van Riebeeck berhenti di Table Bay di Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) di ujung barat daya Semenanjung Cape, Afrika Selatan. Dia melihat potensi daerah ini sebagai tempat singgah kapal-kapal VOC untuk mengisi perbekalan. Pendapatnya kemudian disetujui oleh para petinggi VOC. Pada 1651, van Riebeeck memimpin ekspedisi untuk membuka pemukiman Belanda pertama di Tanjung Harapan. Setelah berhasil menambatkan tiga kapal di Table Bay, dia mulai membangun benteng dan pangkalan tempat singgah kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju Hindia Belanda. Semua itu semata-mata untuk mempertahankan monopoli VOC atas perdagangan rempah-rempah. Ketika van Riebeeck tiba, sebagian besar wilayah ini dihuni oleh suku Khoisan. Ini adalah nama kolektif untuk suku Khoikhoi, yang memelihara sapi dan domba, dan suku San, yang merupakan pemburu-pengumpul. Awalnya mereka memperlakukan penduduk setempat dengan hormat dan bahkan bergantung pada suku Khoikhoi untuk pasokan ternak. Selain itu, mereka mengolah lahan pertanian. Namun kesulitan kemudian datang. Menurut Nigel Worden dalam Cape Town: The Making of a City, an Illustrated Social History, selain gagal panen, jumlah petani yang sangat sedikit menyebabkan persediaan makanan menipis dan memaksa para pemukim bergantung pada impor makanan dari Belanda dan Batavia. Untuk mengatasinya, van Riebeeck meminta tenaga kerja khusus untuk mengolah lahan pertanian. Pada 1657, beberapa pegawai VOC dibebaskan dari kontrak. Mereka diberi kebebasan untuk memiliki dan mengolah lahan, dengan catatan harus menjual hasil bumi mereka kepada VOC. Tapi kebijakan ini justru menjadi awal konflik dengan suku Khoikhoi. “Ini adalah awal dari proses kolonial perampasan tanah yang berlanjut selama lebih dari 250 tahun, dan memicu banyak konflik kekerasan,” catat Sampie Terreblanche dalam A History of Inequality in South Africa, 1652-2002 . Tanjung Harapan kemudian menjadi koloni VOC. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, VOC kemudian memutuskan untuk mengimpor budak, yang terus berlangsung hingga tahun 1808 ketika Inggris menangguhkan perdagangan budak. Menurut Sampie Terreblanche, dari tahun 1652 hingga 1808, sekitar 63.000 budak diimpor ke Cape dari kepulauan Indonesia, anak benua India, Madagaskar, dan Mozambik, dengan masing-masing wilayah menyumbang sekitar seperempat dari total. Selain membangun pemukiman, van Riebeeck mengembangkan berbagai macam tanaman yang menambah keragaman tumbuhan di Tanjung Harapan. Beberapa tanaman seperti anggur, kentang, apel, dan jeruk memberikan dampak besar bagi kehidupan dan perekonomian penduduk. Selama bertugas di Tanjung Harapan, van Riebeeck juga menulis jurnal yang nantinya menjadi acuan penting bagi eksplorasi sumber daya alam di kawasan tersebut. Van Riebeeck memimpin koloni tersebut selama sepuluh tahun. Perannya dalam membangun koloni di Tanjung Harapan membuat van Riebeeck menjadi figur penting dalam sejarah Afrika Selatan. Selama era Apartheid, wajahnya muncul di uang kertas dan perangko. Dia dianggap sebagai founding father bagi sebagian besar Afrikaner, kelompok etnis kulit putih keturunan pemukim Belanda, Prancis, dan Jerman. Setelah menyelesaikan tugasnya di Tanjung Harapan, van Riebeeck diangkat menjadi sekretaris jenderal Gubernur Hindia Belanda. Dia tutup usia di Batavia pada 18 Januari 1677 di usia 57 tahun. Anaknya, Abraham van Riebeeck yang lahir di Cape Town, menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda ke-18.*
- Habis Gelap Terbitlah Sekolah
DALAM surat-suratnya, RA Kartini meratapi buta huruf di kalangan perempuan karena tidak tersedianya peluang pendidikan bagi mereka. “Kami, gadis-gadis Jawa, tidak boleh memiliki cita-cita, karena kami hanya boleh mempunyai satu impian, dan itu adalah dipaksa menikah hari ini atau esok dengan pria yang dianggap patut oleh orangtua kami,” tulis Kartini dengan getir kepada Rosa Manuela Abendanon-Mandri, 8/9 Agustus 1901. Setelah Kartini meninggal pada 1904, perjuangannya untuk menyediakan pendidikan bagi perempuan dilanjutkan teman-teman Belandanya. Surat-surat Kartini antara 1899-1904 kepada teman-teman Belandanya, terutama Rosa Manuela Abendanon-Mandri, istri mantan direktur pendidikan, agama, dan industri Hindia Belanda Mr. Jacques Henry Abendanon, disunting secara selektif dan diterbitkan pada 1911 di Belanda dengan judul Door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku tersebut meraih sukses besar di kalangan publik Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Indonesia, Melayu, Sunda, dan Jawa.
- Habis Antar Surat Terbitlah Cinta
TAK sampai hati melihat tawaran cerita Dian (Melayu Nicole), guru baru, ditolak murid-muridnya, Rangga mengambil alih kelas. Dia enggan menawarkan cerita yang sudah umum, seperti tentang Kartini yang ditawarkan Dian. Rangga memilih cerita yang belum pernah didengar para murid, tentang seorang tukang pos yang setia mengantarkan surat-surat Kartini. Para murid tak lagi menawar. Didampingi Dian yang duduk sembari memangku salah seorang murid, mereka duduk manis mendengar Rangga mendongeng. Ditimpali musicscoring bernuansa Jawa dan suara Rangga mendongeng, adegan beralih ke kehidupan tukang pos bernama Sarwadi (diperankan Chicco Jerikho) di Jepara tahun 1901. Seperti kebiasaan orang Jawa, Wadi sarapan di rumah sambil berbincang dengan Ningrum (Christabelle Grace Marbun), anak semata wayangnya. Ini hari pertama Wadi sebagai tukang pos. Wajahnya memancarkan kebahagiaan. Setelah menerima ucapan selamat bergabung dari bosnya, Wadi mengayuh sepedanya ke alamat-alamat di surat-surat yang dia bawa.





















