top of page

Hasil pencarian

9628 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Tamatnya Armada Jepang di Filipina (Bagian I)

    TANPA peralatan radar yang memadai dan perlindungan udara, rombongan kapal perang dalam armada pimpinan Laksamana Madya Takeo Kurita bersiaga penuh saat melintasi Selat Palawan, Filipina sekitar pukul 1 dini hari, 23 Oktober 1944. Mereka “berlindung” di balik kegelapan malam. Namun tanpa disadari, mereka dikuntit dua kapal selam Amerika Serikat.

  • Melihat Tentara Hindia dari Keluarga Jan Halkema-Paikem

    WAKTU mendaftar jadi serdadu, umur Jan Thijmen Halkema belum genap 17 tahun. Menurut studbook atas nama dirinya menyebutkan dirinya lahir di Semarang pada 14 Agustus 1877. Dia teken kontrak sebagai serdadu pada 4 September 1894 di Depot Batalyon ke-2 Kedung Kebo, Purworejo. Putra Jan Thijmen Halkema (1838-1893) dan Carolina Henrietta Meeng (1843-1887) ini dikontrak tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indish Leger (KNIL) untuk enam tahun dengan uang premi 300 gulden. Pangkat awalnya fuselier (juru tembak, setara prajurit dua sekarang).

  • Dirundung Gara-gara Payung

    JONAS Hanway mungkin bukan orang yang pertama kali menemukan payung. Tetapi namanya akan selalu dikenang dalam sejarah kemunculan payung di Inggris, khususnya kota London. Sebab, ia disebut sebagai pria pertama yang terlihat mengenakan payung di jalanan London pada abad ke-18.

  • Mengenal Kain Tenun Halaban, Sobi, dan Cual Sambas

    KAIN tenun songket Halaban berasal dari Sumatra Barat. Kain tenun Sobi banyak ditemui daerah Sulawesi. Sementara itu, kain tenun Sambas berasal dari Kalimantan Barat namun lekat dengan kultur Melayu. Ketiga jenis wastra tradisional Nusantara itu ditampilkan dalam konsep “Dialektika” di Jakarta Fashion Week 2025, salah satu pertunjukan fesyen paling prestisius di Indonesia.

  • Tamatnya Armada Jepang di Filipina (Bagian II–Habis)

    KAMIKAZE yang artinya “Dewa Angin” jadi taktik “putus asa” spontan yang dilakoni para pilot Jepang sejak pembokongan Pearl Harbor (7 Desember 1941). Namun, serangan dengan taktik pesawat bunuh diri yang terorganisir secara massal baru terjadi di Palagan Laut Sibuyan (24 Oktober 1944), bagian dari Pertempuran Teluk Leyte (23-26 Oktober 1944) di Filipina.

  • Pangeran Pakuningprang Dibuang Karena Narkoba

    PESANGGRAHAN Muntok di Bangka merupakan saksi bisu perjalanan republik ini. Di pesanggrahan milik perusahaan Banka Tin Winning sanalah Bung Hatta dan beberapa pejabat tinggi republik ditahan setelah Agresi Militer Belanda kedua. Namun, bukan kali itu saja pesanggrahan yang dibangun oleh perusahaan timah pada tahun 1890- itu dijadikan tempat pembuangan. Setengah abad sebelumnya, pesanggrahan tersebut juga dijadikan tempat pembuangan. Adalah Pangeran Ario Pakuningprang dari Kadipaten Pakualaman yang mengalami pembuangan di sana.

  • Muslim Penting dalam Musik Pop

    SEMUA tahu, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) suka musik pop, terutama musik di zaman dirinya masih muda. Ketika SBY muda, Bee Gees, band keluarga Gibbs yang asal Australia, tengah naik daun. Salah satu lagu Bee Gees,  “Don’t Forget To Remember (1969)”,  pernah dinyanyikan SBY dengan iringan sebuah band.

  • Menyingkap yang Tabu Tempo Dulu

    ZAMAN sekarang, perempuan berparas campuran atau sering disebut “Indo” sangat digandrungi. Tengok saja di televisi, begitu banyak artis Indonesia berdarah campuran. Entah itu pemain sinetron, pemain film, atau penyanyi. Dengan mata berwarna dan kulit lebih putih, stereotipe kecantikan melekat sebagai anugrah pada mereka yang berparas Indo. Tapi, itu konsep kekinian. Pada masa kolonial Hindia Belanda, perempuan Indo justru kerap mengalami diskriminasi gender dan rasial.

  • Pelatih Galak dari Lembah Tidar

    PRESIDEN Prabowo Subianto mengajak jajaran kabinetnya ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah. Para menteri dan wakil mereka serta pejabat setingkat menteri akan melakukan pembekalan khusus di sana. Prabowo yang merupakan alumni Magelang tentu sudah hafal lingkungan Akademi Militer. Namun, tidak demikian dengan mayoritas anggota kabinetnya.

  • Demonstrasi Buruh Sritex Terbesar

    PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) dan tiga anak perusahaannya ( PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijay) a dinyatakan pailit olehPengadilan Niaga Semarang pada 24 Oktober 2024. Perusahaan yang didirikan oleh Loo Kie Hian atau H.M. Lukminto  ini  berawal dariUD Sri Redjeki, kios di pasar Kleweryang berdagang tekstil sejak tahun 1966. Pada 1980, UD Sri Redjeki berubah menjadi PT Sritex yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Melalui kerja keras Lukminto, Sritex akhirnya memiliki pabrik pertama yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Maret 1992.

  • Amerika, Hamburger, dan Perang Dunia I

    SIAPA yang tak mengenal hamburger? Makanan yang terdiri dari roti, daging olahan, sayur dan berbagai saus ini begitu populer di berbagai belahan dunia, khususnya Amerika Serikat. Popularitas hamburger meningkat seiring dengan munculnya gerai makanan siap saji ( fast-food ) di Negeri Paman Sam pada awal abad ke-20. Gerai-gerai makanan tersebut berlomba menyediakan menu hamburger dengan berbagai variasi bahan dan ukuran untuk menarik minat konsumen. Alhasil kemudian hamburger menjadi salah satu ikon budaya populer Amerika.

bottom of page