Hasil pencarian
9630 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Bukan Aksi Film Hollywood
PADA 1947, atas permintaan Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Soemitro Djojohadikusumo berangkat ke Amerika Serikat untuk menyiapkan jalan agar sengketa Indonesia-Belanda masuk dalam agenda Dewan Keamanan PBB. Soemitro tak punya paspor, apalagi uang. Dia menembus blokade Belanda menuju Singapura dan berhasil meyakinkan Konsulat AS di sana untuk memberikan visa.
- Air Mata Duyung
KETIKA melintasi perairan Karibia menuju Rio del Oro pada 1493, Christopher Columbus menulis dalam jurnalnya: “... tampak tiga putri duyung yang muncul cukup tinggi di atas permukaan air. Namun mereka tak secantik dalam lukisan, walau mereka memiliki rupa manusia...,” seperti dikutip dari The Diary of Christopher Columbus , 9 Januari 1493. Catatan harian Columbus juga mencatat bahwa Sang Admiral melihat putri duyung ketika melintasi Semenanjung Manequeta di Guinea.
- Agar Samijaga Tetap Terjaga
DESEMBER 1972. Menteri Kesehatan Gerrit Agustinus Siwabessy mendapat undangan dari Komisi VIII DPR RI, yang membawahkan urusan sosial. Ini undangan rapat kerja rutin, yang bertujuan mendengar penjelasan pemerintah mengenai perkembangan kesehatan pada Pelita I.
- Jejak Pablo Neruda di Jakarta
HARI pertama Pablo Neruda di Batavia (sekarang Jakarta) tidak menyenangkan. Ketika mendatangi konsulat Chile dan memperkenalkan diri sebagai konsul yang baru, ia kena semprot. “Saya satu-satunya konsul di sini,” kata orang Belanda itu.
- Jurus Devaluasi dan Deregulasi Radius Prawiro
SUATU hari di bulan Maret 1966, Radius bersama ayahnya menonton siaran TVRI . Presiden Sukarno sedang mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Dwikora III. Radius kaget ketika namanya disebut sebagai gubernur Bank Indonesia. “Saking kagetnya, seminggu saya tidak pergi ke mana-mana,” kata Radius, dikutip Dawam Rahardjo dalam Bank Indonesia dalam Kilasan Sejarah Bangsa .
- Tuan Tanah Menteng Diadili
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara belum lama ini menjadi sorotan. Mantan politikus PDIP itu dikabarkan membelikan rumah seorang nenek bernama Hasna di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Pembelian rumah milik tetangga Nenek Hasna itu dilakukan Ara untuk memperluas tempat tinggal sang nenek yang, tinggal bersama keluarganya berjumlah 13 orang, hanya berukuran 2 x 3 meter.
- Radius Prawiro Mengampu Ekonomi Masyarakat Desa
RADIUS Prawiro punya perumpaan yang menarik mengenai swasembada. Dia menyebut misi swasembada beras bagi Indonesia serupa dengan misi Apollo ke bulan bagi Amerika Serikat. Butuh proses panjang dan biaya yang besar. “Swasembada beras relatif mudah untuk direncanakan namun jauh lebih rumit dan sukar untuk dicapai,” catat Radius Prawiro dalam Pergulatan Indonesia Membangun Ekonomi .
- Aksi Spionase Jepang Sebelum Menyerang Pearl Harbor
AKSI spionase di masa Perang Dunia II selalu menarik untuk ditelusuri. Mata-mata dari berbagai negara seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat, hingga Jepang saling beradu strategi untuk mencuri informasi penting dan menggalang dukungan demi memenangkan perang. Oleh karena itu, meski aksi para spion seringkali tak mencolok karena mereka bekerja seperti bayangan, aktivitas spionase selama perang berkecamuk turut memainkan peran penting. Bahkan, dalam beberapa kasus, mata-mata dipandang sebagai senjata rahasia untuk menghancurkan musuh.
- Warisan Budaya Terkini Diresmikan Menteri Kebudayaan
PERTUNJUKAN seni tradisi dari berbagai penjuru Nusantara tampil silih berganti menghibur pengunjung di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta. Sabtu malam itu, apresiasi Warisan Budaya Indonesia dihelat dengan meriah. Sebanyak 17 Cagar Budaya Nasional (CBN) dan 272 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ditetapkan pada tahun ini.
- Pengungsi Basque yang Memetik Bintang di Negeri Tirai Besi
SUATU hari pada November 1939 di Bashkiria, Uni Soviet, Agustín Gómez de Segura Pagóla masih sibuk mengikuti penataran di sekolah intelijen khusus. Ketika anak-anak pegungsi Basque lain yang ditampung di Eropa Barat sudah direpatriasi pasca-Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Gómez jadi satu dari ribuan anak-anak eksil Basque yang tak bisa ikut dipulangkan karena kebijakan diktator Soviet Josef Stalin.
- Jejak Radius Prawiro dalam Reformasi Pajak
BELUM genap setahun menjabat menteri keuangan dalam Kabinet Pembangunan IV (1983-1988), Radius Prawiro menghadapi tantangan yang tak mudah. Penerimaan negara dari minyak bumi dan gas alam (migas) setelah anjloknya harga migas di pasaran dunia. Pemerintah pun harus menggali sumber pendapatan lain. Pilihan jatuh pada pajak.
- Lebih Dekat Mengenal Batik dari Kota Batik (Bagian I)
TERIKNYA sinar matahari yang menaungi langit di atas Taman Jetayu, Kota Pekalongan siang itu membuat sejumlah orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhlas mengerumuni penjaja es teh atau es dawet selepas shalat Jumat. Namun ada hal unik yang tampak bagi mata orang awam, yakni hampir semua pedagang kecil di sekitar taman mengenakan batik, entah berbentuk kemeja ataupun hijab. Maklum, Pekalongan punya imej sebagai “Kota Batik”.






















