top of page

Hasil pencarian

9815 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Terompet Sebelum Ada Tararara

    TIUPAN terompet yang dimainkan Zhao Lei dalam lagu “Time of Our Lives” sedang digandrungi khalayak media sosial Indonesia. Selain memainkan terompet, Zhao Lei juga menjadi penyanyi pengiring grup idol R1SE. Terompet tiga tombol atau katup (pulp) yang dimainkan Zhao Lei adalah alat musik tiup modern selain tanjidor (tehyan) yang ditiup-tiup Mandra dan Atun dalam serial Si Doel Anak Sekolahan. Semua alat tiup disebut orang awam sebagai terompet. Namun, dalam dunia musik modern, apa yang disebut terompet adalah alat tiup logam (brass) dengan tiga katup yang corongnya depannya berdiameter 10 cm. Terompet tiga tombol berkembang pada awal abad ke-19. Dalam kelahiran terompet modern, beberapa orang bekerja secara kolektif.

  • Kisah di Balik Alat Musik Kesayangan Squidward

    SEBAGIAN besar orang tentu tak asing dengan serial animasi SpongeBob SquarePants. Acara televisi yang pertama kali mengudara pada 17 Juli 1999 itu diciptakan oleh seorang animator bernama Stephen Hillenburg yang memiliki ketertarikan terhadap laut, khususnya biologi kelautan. Tingginya popularitas serial animasi yang menggambarkan kehidupan berbagai hewan di bawah laut itu juga membuat banyak orang sudah hafal di luar kepala nama-nama karakter yang kerap muncul dalam berbagai episode SpongeBob SquarePants. Meski begitu, tahukah anda bahwa tanggal 9 Oktober merupakan tanggal lahir Squidward Tentacles? Digambarkan sebagai seekor cumi-cumi yang mengenakan pakaian berwarna cokelat muda, Squidward merupakan tetangga serta rekan kerja SpongeBob yang memiliki minat besar pada dunia seni. SpongeBob dikisahkan sebagai sosok yang bahagia, menyukai pekerjaannya sebagai juru masak di Krusty Krab, restoran yang dikelola oleh Eugene Krabs, dan menghabiskan waktu luang dengan bermain permainan konyol bersama Patrick.

  • Gaya Kabur Koruptor dalam Sejarah

    KETUA DPR Setya Novanto mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju KPK, Kamis (16/11/17) malam. Mobil Fortuner hitam yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, Novanto tak sadarkan diri. Sebelumnya, Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 10 November. Sempat menghilang, KPK menyatakan bila pada pukul 21.30 Novanto tidak datang ke KPK, dia akan menjadi buron. Dalam beberapa bulan terakhir sejak masalah hukum menimpanya, Novanto seringkali tidak menghadiri panggilan KPK. Dia beralasan sakit. Namun begitu praperadilannya menang dan status tersangka tak lagi disandang, dia kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa.

  • Jejak Setiawan Harjono dalam Bank Aspac

    SATUAN Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyita tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya atas nama PT Bogor Raya Development, PT Asia Pacific Permai, dan PT Bogor Raya Estatindo. Total luas lahan 89,01 ha berikut lapangan golf dan fasilitasnya serta dua bangunan hotel, yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 22 Juni 2022. Perkiraan awal aset yang disita sebesar Rp2 triliun. Satgas BLBI juga menyita Gedung The East Tower di Jalan Lingkar Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada 24 Juli 2023. Aset yang disita berupa tanah seluas 8.247 m2 dan 177 bangunan satuan rumah susun di atasnya atas nama PT Gentamulia Infra. Nilai aset yang disita tersebut mencapai Rp786 miliar. Aset yang disita tersebut milik obligor Hendrawan Harjono dan Setiawan Harjono, petinggi Bank Aspac. Nama terakhir adalah besan Setya Novanto, mantan petinggi Golkar dan ketua DPR RI yang kini dalam penjara karena kasus korupsi E-KTP.

  • Surya Darmadi Sebelum Menjadi Pengusaha Sawit

    RAIBNYA Bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang merugikan negara mencapai Rp78 triliun, membuat nama Bank Kesawan disebut-sebut lagi. Sebab, Surya Darmadi pernah menjadi pemilik 99% saham Bank Kesawan, sebelum bank itu dia jual kepada Rudy Widjaja. Usia Bank Kesawan jauh lebih tua dari Surya Darmadi. Sebuah iklan dalam Almanak Sumatera menyebut Bank Kesawan merupakan “bank yang tertua di kota Medan, didirikan tahun 1913. Mengerjakan segala urusan bank. Menerima simpanan deposito dan tabungan. Service cepat, layanan memuaskan dan menyenangkan.” Bank itu beralamat di Jalan Jenderal Achmad Yani Nomor 25 Medan. Di situlah pusat Bank Kesawan pada akhir era 1960-an. Sukowaluyo Mintorahardjo dkk. dalam Perbankan Indonesia Pasca Krisis Analisis, Prospek, dan Profil menerangkan, Bank Kesawan hadir dalam kancah perbankan Indonesia pada 1 April 1913 di Medan berdasarkan Akta Notaris Leonard Hendrik-Wiliam Van Sandick No. 53 dengan nama NV. Chunghwa Shangyeh Maatschappij (The Chinese Trading Company Limited).

  • Celetuk Dagelan Ludruk

    SENI pertunjukan teater tradisional ludruk tumbuh dan berkembang di Jawa Timur. Salah satu kelompok yang masih eksis hingga kini adalah Kartolo cs. Kartolo selalu menghadirkan kisah sehari-hari, seperti problem kenakalan remaja, gaji pas-pasan, hingga persoalan rumah tangga. Dagelannya yang spontan dan berdasarkan improvisasi pemain kerap membuat penonton terpingkal-pingkal. Asal-usul kesenian ludruk tak diketahui secara pasti. Namun, menurut Matthew Isaac Cohen, profesor teater dari Royal Holloway, University of London, jejak ludruk bisa dilihat lewat laporan A.D. Cornets de Groot, residen Belanda di Gresik, yang menggambarkan keadaan Kota Gresik pada 1822 hingga 1823.

  • Ludruk Marhaen di Kiri Panggung

    GELANGGANG kebudayaan Indonesia pasca kemerdekaan memang cukup riuh. Bukan hanya pada ranah sastra, musik atau film, panggung seni pertunjukan pun turut masuk dalam pusaran di mana bangsa Indonesia tengah mencari identitas kebudayaannya. Salah satunya ludruk, teater rakyat asal Jawa Timur. Dan nama Ludruk Marhaen merupakan yang paling terkenal pada era 1950-an hingga 1965. Tak hanya menyematkan nama Marhaen yang terdengar politis, ludruk ini juga turut andil dalam pergulatan kebudayaan Indonesia saat itu. Menurut Henri Supriyanto dalam Lakon Ludruk Jawa Timur, Ludruk Marhaen didirikan oleh pelawak Rukun Astari dan Shamsudin pada 19 Juni 1949. Namun, kelompok ludruk asal Surabaya ini awalnya telah dibentuk sekitar tahun 1945, pasca Proklamasi.

  • Dua Legenda Ludruk Indonesia

    NAMA Cak Gondo Durasim sudah melegenda di dunia kesenian ludruk. Ia memimpin Ludruk Genteng yang justru lebih terkenal dengan nama Ludruk Gondo Durasim. Ludruk ini melakukan pembaruan terhadap kesenian ludruk dan melakukan pertunjukan-pertunjukan revolusioner selama masa kolonial. Cak Gondo adalah seniman ludruk kelahiran Jombang, di mana diyakini juga merupakan tempat kelahiran kesenian ludruk itu. James L. Peacock dalam Ritus Modernisasi, Aspek Sosial & Simbolik Teater Rakyat Indonesia menyebut pada akhir abad ke-20, Cak Gondo telah mengorganisir sebuah rombongan ludruk yang jumlah anggotanya tak terbatas. Rombongan ludruk ini kemudian memainkan pertunjukan utuh dengan cerita, karakter dan tokoh yang beragam. Mereka juga tidak menggunakan lagi peran dan nama yang sama dalam semua pertunjukan.

  • Tugas Negara Harry Tansil

    INDONESIA dilanda krisis ekonomi sekitar tahun 1965–1966. Inflasi tinggi membuat pemerintahan Presiden Sukarno di ujung tanduk. Kala ekonomi sedang memburuk itu, Tan Tek Hoat, pemilik bank swasta malah membuat kekacauan. Tan Tek Hoat datang ke Indonesia dari Cina daratan pada 1930-an. Pada zaman Hindia Belanda itu, dia hanyalah penjaga toko “Wie Hong Liong” di Makassar yang khusus menjual onderdil sepeda dan becak. Dari sinilah kemudian naluri bisnisnya berjalan. Mula-mula Tan Tek Hoat menjual sepeda bekas. Tatkala datang era sepeda motor, dia berinisiatif menjadi importir motor merek DKW. Pemasarannya sukses. “Tan Tek Hoat lantas merambah dunia perbankan, dengan mendirikan Bank Benteng,” tulis majalah Gama, Juni 1999.

  • Negara Menak Sunda

    PADA 4 Mei 1947, Suria Kartalegawa, mantan bupati Garut periode 1929–1944, memproklamasikan Negara Pasundan di alun-alun Bandung. Sebelumnya, dia mendirikan Partai Rakyat Pasundan (PRP). Proklamasi tersebut dihadiri ribuan orang yang dikerahkan dari Ujungberung dan Kiaracondong dengan truk-truk Belanda. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook hadir. Juhana, anak Kartalegawa, heran dengan ulah ayahnya yang mendirikan Negara Pasundan. Padahal, baginya, sang ayah selalu berselisih paham dengan pembesar Belanda. Demikian juga orang tua Kartalegawa. Ibunya yang lanjut usia berbicara di corong radio untuk menyatakan tak setuju Kartalegawa mendirikan Negara Pasundan. Para pemuka Sunda bereaksi keras. Menak Sunda R.A.A. Wiranatakusumah mengirimkan surat kepada Sukarno bahwa keluarganya, yang umumnya menduduki jabatan-jabatan penting pemerintahan Republik, menolak Negara Pasundan dan berdiri di belakang pemerintah Republik.

  • Kisah Perwira TNI Sekolah di Luar Negeri

    UNTUK naik ke jenjang perwira tinggi, perwira menengah TNI diharuskan sekolah staf dan komando lebih dulu. Para perwira ini biasanya dikursuskan mulai dari pangkat mayor yang dipersiapkan menduduki jabatan staf dan komando setingkat lebih tinggi. Pada dekade 1950—1960-an, banyak perwira menengah TNI Angkatan Darat (AD) yang disekolahkan ke luar negeri. Pada 1957, enam orang perwira menengah TNI AD disekolahkan ke Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat. Mereka antara lain: Letkol Maraden Panggabean, Letkol Moersjid, Letkol Prijatna Abdurrasyid, Mayor Soehario Padmowirio, Mayor Subroto Brotosewodjo, dan Mayor Chris Sudono. Maraden dan kawan-kawan ditugaskan mengikuti kursus lanjutan perwira infantri selama delapan bulan hingga setahun. Mereka berangkat ke Amerika pada pertengahan April 1957.

  • Snouck Hurgronje in Jeddah and Mecca

    Snouck Hurgronje was a key figure in the development of Orientalism, a field of study that explores the ideas and worldviews of people in the East, including Asia, North Africa, and the Islamic world. In fact, within the history of Dutch colonialism in Indonesia, Snouck is often regarded as a pivotal figure in the Dutch victory in the Aceh War, which raged for years from the late 19th century into the early 20th century. Snouck Hurgronje was born in Oosterhout, the Netherlands, on February 8, 1857. In 1874, he studied theology at the Faculty of Arts at Leiden University, then traveled to Mecca, and wrote a dissertation on the Mecca festival, titled Het Mekkaansche Feest. Snouck’s fascination with the East, particularly Islam, cannot be separated from his family background. Journalist Philip Dröge notes in Pelgrim: Leven en Reizen van Christiaan Snouck Hurgronje Wetenschapper, Spion, Avonturier (Pilgrim: The Life and Travels of Christiaan Snouck Hurgronje – Scholar, Spy, Adventurer) that there was a compelling factor influencing the shift in Snouck’s perspective during his studies in Leiden, where he later studied Arabic with a focus on Islam. His interest relates to his maternal grandfather, Jan Scharp, who was one of the first Dutch people to conduct in-depth studies of Islam in the early 19th century.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page