Hasil pencarian
9747 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Tabungan demi Pembangunan
INFLASI menjadi satu dari sekian masalah yang harus diselesaikan pemerintahan Orde Baru. Melalui berbagai upaya pengendalian moneter, pemerintah berhasil menurunkan angka inflasi. Namun tetap saja inflasi masih cukup tinggi. Salah satu sebabnya, besarnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Untuk menekannya, pemerintah merangsang masyarakat untuk menyimpan uang di bank. “Menabung bagi masyarakat masih belum menjadi budaya ataupun kebiasaan. Kalaupun dilakukan, masyarakat masih lebih suka menabung dalam bentuk barang perhiasan berharga seperti emas,” ujar Radius Prawiro dalam biografinya yang ditulis Patmono S.K. dkk. Radius Prawiro, kala itu gubernur Bank Indonesia, membuat terobosan. Untuk menarik dana masyarakat bagi kegiatan pembangunan, Bank Indonesia meluncurkan Tabungan Berhadiah pada Februari 1969 yang dilaksanakan bank-bank pemerintah dan swasta.
- Tentara Indonesia Jadi Mata-mata Uni Soviet
PADA 4 Februari 1982, Corps Polisi Militer (CPM) menangkap Letkol (Laut) J.B. Soesdarjanto dan Wito, pengganti Robert, di restoran “Jawa Tengah” di Jalan Pemuda Jakarta Timur. Wito alias Sergei Egorov adalah agen Uni Soviet (KGB) yang menjabat atase militer pada Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta. Menteri Luar Negeri Indonesia Mochtar Kusumaatmadja memanggil dan menyatakan protes kepada duta besar Uni Soviet. Pemerintah kemudian mengusir dan menyatakan persona non grata Egorov dan Robert alias Alexander Finenko. Johannes Baptista Soesdarjanto lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1934. Lulus dari SMA De Loyota Semarang, dia masuk Akademi Ilmu Pelayaran dan lulus pada 1958. Dia masuk Angkatan Laut tahun 1962, setahun kemudian disekolahkan ke Maryland, Amerika Serikat. Sekembalinya ke tanah air, dia menjadi perwira bahkan komandan di berbagai kapal TNI AL, serta menjabat Kadis Pemetaan pada 1979.
- Mengulang Sejarah Mobil Murah
PADA 19 September 2013, beberapa produsen mobil meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan. Kebijakan pemerintah memfasilitasi lahirnya mobil murah menuai polemik. Salah satunya, mobil murah hanya akan memperparah kemacetan. Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan, dengan pemberian keringanan pajak, diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 33/M-IND/PER/7/2013. Kepada pers, Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat mengatakan Permenperin dimaksudkan untuk mendorong dan mengembangkan kemandirian industri otomotif nasional, khususnya industri komponen kendaraan bermotor roda empat. Mesti ditunggu apakah kemandirian industri otomotif nasional akan terwujud? Kebijakan pemerintah ini seakan mengulang proyek mobil nasional berharga murah rezim Orde Baru, yang berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 1996 tentang pembangunan industri mobil nasional. Pemerintah berdalih, mobil nasional akan menjadi embrio kemajuan dan kemandirian bangsa dalam industri otomotif.
- Para Propagandis yang Nge-Troll Pasukan AS (Bagian I)
DIIRINGI musik santai, seorang perwira Iran yang mirip juru bicara militer Iran Letkol Ebrahim Zolfaghari berseluncur dengan papan luncur sambil berswafoto lalu minum jus delima. Di belakanganya tampak truk-truk militer dengan kamuflase gurun meluncurkan misil-misil. Begitulah salah satu video tentang Iran yang viral belakangan. Banyak warganet mengira itu video sungguhan. Padahal, itu sekadar klip video 25 detik berbasis Artificial Intelligence (AI). Diunggah pertamakali di akun resmi X milik Kedutaan Besar Iran untuk Afrika Selatan, @IraninSA , pada 27 Maret 2026. “Unggahan seru hari ini: Minum jus buah delima agar Anda bisa menghantam Tel Aviv dengan lebih akurat,” demikian bunyi tulisan unggahan itu. Video dalam unggahan itu jelas bertujuan untuk ‘ nge-troll ’ (mengusik atau mengganggu secara usil sehingga menyebalkan) kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah melanggar dengan menyerang kedaulatan Iran sejak 28 Februari 2026. Propaganda ala kekinian untuk “menampar” klaim Presiden AS Donald Trump yang pada 20 Maret 2026 sesumbar telah memenangkan perang atas Iran meski masih belum rampung. Sebagaimana lazimnya perang, seiring mesin-mesin perang saling melumpuhkan, mesin-mesin propaganda juga ikut “meramaikan”. Selain untuk mempengaruhi opini publik juga untuk ‘ nge-troll ’. Dalam sejarah, konflik-konflik yang melibatkan Paman Sam, propaganda itu disiarkan via siaran radio. Namun di era 6.0 sekarang, Iran sudah menggunakan media visual berbasis AI. Video di atas bukan satu-satunya propaganda Iran yang berbasis AI. Pada 31 Maret 2026 lalu, akun yang sama juga mengunggah video animasi AI berdurasi 3 menit 3 detik dengan takarir: Selamat datang di neraka yang dipersiapkan Iran untuk para penginvasi. Video epik itu menggambarkan para serdadu AS berwajah menyeramkan yang menduduki sebuah pulau di Iran atas perintah Presiden Donald Trump yang digambarkan memegang sebuah foto dirinya bersama tersangka pelaku predator seks anak di bawah umur, Jeffrey Epstein, dan seorang gadis cilik. Namun kemudian pasukan elite Iran secara heroik mengusir pasukan AS dari bumi Persia. Bukan itu saja, belakangan ramai pula video-video propaganda Iran untuk mencemooh Trump dan pemimpin zionis Benjamin Netanyahu. Mengutip NPR , 28 Maret 2026, kantor berita Iran Tasnim News Agency juga mengunggah sebuah video animasi versi Lego berbasis AI yang juga mengungkit-ungkit soal Berkas Epstein. Dalam video berdurasi tiga menit itu, tampak sebuah misil AS membunuh ratusan siswa sekolah Iran dan Iran pun membalas dengan serangan pesawat nirawak yang bikin panik Israel, AS, dan para sekutunya. Para elite Arab hingga global ikut panik karena Selat Hormuz ditutup dan kapal induk AS turut terbakar setelah dihantam pesawat-pesawat nirawak. Tak lagi menggunakan satu-dua wahana seperti zaman baheula , propaganda era modern sangat variatif lewat berbagai platform, termasuk video berbasis AI. Di masa lalu, para propagandis paling menggunakan siaran radio ataupun poster. Banyak siaran diisi suara-suara feminin sehingga mengusik hati dan pikiran para “G.I”, julukan serdadu AS di berbagai perang dari Perang Dunia II hingga Perang Vietnam (1955-1975). Seperti yang dilakukan Muriel Stuart Walker alias K’Tut Tantri, yang melancarkan propaganda berbahasa Inggris via Radio Pemberontakan Surabaya dalam Pertempuran Surabaya guna ditujukan kepada pasukan Sekutu. Banyak propagandis perempuan itu juga berusaha mengguncang batin tentara lawan. Maka ada yang sampai diidolakan dan dinanti para G.I. Berikut empat propagandis itu: Axis Sally Mildred Elizabeth Gillars (kiri) & Rita Luisa Zucca, dua propagandis yang bekerja untuk Jerman (Museum of Broadcast Communication/Wikipedia) Axis Sally adalah sebuah persona dari beberapa penyiar radio yang bekerja untuk Blok Poros (Jerman-Italia-Jepang) dalam Perang Dunia II. Dua nama yang paling tenar dijuluki “Axis Sally” adalah pembelot AS yang bekerja untuk Jerman, Mildred Gillars, dan gadis keturunan Italia kelahiran New York, Rita Zucca, yang bekerja untuk Italia. Mildred yang lahir di Portland, AS, pada 29 November 1900, pindah ke Dresden, Jerman, pada 1934 dengan tujuan melanjutkan studi musiknya. Namun ketika AS berperang melawan Jerman, Mildred menolak untuk pulang dan justru mulai bekerja jadi penyiar di radio milik pemerintah Jerman RRG pada 1940. Alasan pembelotannya ia kadung jatuh hati pada pria Jerman yang jadi tunangannya, Paul Karlson. Mildred mulai jadi propagandis setelah direkrut pria blasteran Amerika-Jerman, Max Otto Koischwitz, yang punya program “USA Zone” di RRG . Mulai 1942, Mildred diberikan acara siaran baru yang berbaupolitis dan antisemit, “ Home Sweet Home” . Oleh para G.I. yang mendengarkan siarannya di berbagai front, ia lalu dijuluki “Axis Sally” –berangkat dari nama seorang gadis yang lazimnya sangat catchy dan acap jadi nama gadis yang disukai di Eropa Barat. Setiap siaran Mildred diiringi lagu-lagu swing, seperti “ Lili Marlene ”, guna melenakan para serdadu di palagan. Selain menyasar orang-orang Yahudi, dalam banyak siarannya Mildred seringkali melancarkan retorika kebencian terhadap Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri (PM) Inggris Winston Churchill. “Kekalahan bagi Jerman juga berarti kekalahan bagi Amerika. Aku katakan, terkutuklah Roosevelt dan Churchill, dan semua Yahudi mereka yang menciptakan perang ini,” kata Mildred dalam sebuah siarannya, dikutip Blain Taylor dalam artikel-kolomnya di Majalah Military Heritage edisi Mei 2016,” Mildred Gillars (a.k.a. ‘Axis Sally’) in WWII”. Mildred terkadang juga bikin kaget karena acap mengetahui posisi-posisi para tentara AS. Dalam siaran-siarannya, Mildred seringkali berupaya mengganggu psikis para G.I. dengan meracau bahwa para pacar dan istri mereka di AS selingkuh dan sebaliknya, mereka pulang untuk merebut lagi para pacar dan istri mereka. Namun, tidak hanya Mildred yang kondang dengan persona itu. Rita Zucca juga melakoninya di Roma mulai pertengahan 1943. Setelah pulang kampung pada 1938, gadis kelahiran New York tahun 1912 dari orangtua imigran Italia itu lalu didekati penyiar Jerman, Charles Goedel, yang mengajaknya bergabung ke program “Jerry’s Front Calling ” . Berbeda dari Mildred, Rita melakukannya via program radio khusus dari intelijen Jerman itu yang dijalankan di Kedutaan Jerman untuk Italia. “Suaranya dalam bahasa Inggris begitu familiar dan mendayu seperti halnya gadis Amerika kepada para serdadu di garis depan. Suara Rita Zucca di corong mikrofon dan mengatakan pada para GI: ‘Halo, kalian...apa kabar malam ini? Tentu malam yang payah... Axis Sally bicara pada kalian, kalian domba-domba bodoh yang kasihan, kalian menuju tempat pembantaian!’” ungkap Richard Lucas dalam Axis Sally: The American Voice of Nazi Germany. Pasca-perang, Rita ditangkap di Turin saat hendak melarikan diri pada 5 Juni 1945. Namun karena sudah tak lagi memiliki paspor AS, ia diserahkan ke pengadilan militer Italia dengan dakwaan kolaborator. Ia divonis 4,5 tahun meski kemudian pemerintah Italia yang baru memberinya amnesti pada 1946. Seumur hidup ia dilarang ke AS dan hidup di Italia sampai ajal menjemputnya tahun 1998. Sedangkan Mildred, ditangkap pada 15 Maret 1946. Dia diinterogasi secara ketat oleh Korps Kontra-Intelijen Sekutu. Karena masih punya paspor AS, ia diekstradisi pada 1948. Ia divonis penjara 10-30 tahun dan denda 10 ribu dolar AS. Meski begitu ia bebas bersyarat pada 1961 dan wafat karena kanker usus di usia 87 tahun pada 25 Juni 1988.
- Penerbang Militer Perempuan Pertama
SABTU sore, 16 September 1961, mobil VW Combi berwarna biru tua berhenti di depan asrama kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beberapa pria turun dari mobil dinas AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) itu lalu masuk ke asrama. Mereka ingin bertemu dengan Herdini. “Tak ada firasat atau perasaan apa pun yang kurasakan,” kata Herdini dalam biografinya, Herdini, Cintaku di Angkasa karya Andry Hariana. Segalanya berubah ketika salah satu tamu mengatakan bahwa Soetedjo mengalami kecelakaan saat bertugas. Herdini mengira tunangannya itu hanya terluka dan masih dapat diselamatkan. Ia terperanjat ketika tamu tersebut menyampaikan bahwa jenazahnya akan dibawa ke Semarang esok hari dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semarang.
- Sisca Soewitomo Gantung Panci
SISCA Soewitomo menjadi trending topic. Banyak orang berterima kasih karena telah menemani ibu-ibu memasak lewat berbagai acara, seperti Aroma di televisi Indosiar selama sepuluh tahun (1996–2006). Ibu Sisca memandu acaranya setiap Sabtu jam 08:00 WIB dan acara khusus setiap hari di bulan Ramadan. Acara Aroma juga disiarkan Surya TV Singapura setiap Kamis dan Jumat pukul 18:00 waktu setempat. "Sahabat-sahabat tercinta, setelah puluhan tahun saya di dunia kuliner dan ribuan resep yang sudah saya ciptakan, ini mungkin saat yang tepat untuk gantung panci," demikian pengumuman Ibu Sica di akun instagramnya. Dalam Resep Hidangan Lengkap Gizi Minim Minyak ala Sisca Soewitomo disebutkan bahwa Hj. Sis Cartica (Sisca) Soewitomo lahir di Surabaya pada 8 April 1949. Ibu dari tiga anak dan tiga cucu ini lulusan Akademi Pariwisata Trisakti tahun 1976.
- Rumah Merah Kapitan Lim
SUASANA siang di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, bising oleh kendaraan terutama angkutan umum yang lalu lalang. Selain itu, para pedagang yang menjajakan pakaian, sepatu, kerudung, hingga perkakas menutupi bahu jalan untuk pejalan kaki. Saat itu, begitu ramai dan macet, namun yang menarik perhatian, di dekat lampu merah samping gedung Pasar Tanah Abang Blok B terdapat bangunan yang mencolok dengan warna merah dan putih menyala. Ternyata, bangunan itu sebuah restoran yang dikenal dengan Kapitan Lim. Sejak dipugar tiga tahun lalu, restoran Kapitan Lim menjadi tempat yang menarik dan instagramable untuk dikunjungi. Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Sejak dibuka, pengunjung yang datang didominasi anak-anak muda. “Pengunjung di sini rata-rata muda-mudi Pasar Tanah Abang yang bekerja, sekolah, atau tinggal di sekitar sini,” ujar Rizka Randi (28), pegawai restoran Kapitan Lim di Jl. H. Fachrudin No. 82A, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Ratu Punk Vivienne Westwood
DESAINER asal Inggris, Vivienne Westwood meninggal dunia pada 29 Desember 2022. Melakukan pemberontakan di dunia mode dan melahirkan fesyen punk setengah abad lalu. Seorang aktivis lingkungan, bahkan anarkis, tapi mendapat gelar kehormatan “Dame” dari Ratu Elizabeth II. Vivienne Isabel Swire lahir di Desa Tintwhistle, Derbyshire, Inggris pada 8 April 1941. Ia lahir dari keluarga buruh. Ibunya pernah bekerja sebagai penenun di pabrik kapas dan ayahnya berasal dari keluarga pembuat sepatu. Vivienne pernah mengenyam pendidikan di sekolah tata bahasa tapi kemudian keluar. Sama halnya ketika ia belajar mode dan kerajinan perak di Harrow Art College. Ia keluar setelah satu semester.
- Mempertanyakan Pengakuan Nyak Sandang
NYAK Sandang, lelaki berusia 91 tahun, menjadi perhatian dan pemberitaan luas karena mengaku sebagai penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001. Dia menunjukkan buktinya berupa obligasi tahun 1950. Presiden Joko Widodo mengundangnya ke Istana Negara pada Rabu malam, 21 Maret 2018. Jokowi menawarinya umrah sebelum naik haji. Direktur Utama Garuda Pahala N. Mansyuri juga menjenguknya di RSPAD Gatot Subroto karena Seulawah RI-001 merupakan cikal bakal Garuda. Namun, sejarawan Asvi Warman Adam, mempertanyakan pengakuan Nyak Sandang sebagai penyumbang pembelian Seulawah RI-001. Dengan membeli obligasi, Nyak Sandang memang telah menyumbang untuk pemerintah, namun bukan untuk membeli pesawat. “Pesawat pertama itu dibeli tahun 1948 dengan sumbangan rakyat Aceh,” kata Asvi. Sedangkan obligasi yang dimiliki Nyak Sandang dikeluarkan tahun 1950.
- Yamato Berjibaku
GALANGAN kapal Kaigun Kōshō di Kure, Jepang, lebih ramai pada 8 Agustus 1940. Sebuah kapal tempur gagah yang paling ditakuti Sekutu di Perang Pasifik diluncurkan dari galangan keringnya ke perairan. Kapal itu yang mulanya disebut “Kapal Tempur No. 1”, kemudian dinamai Yamato merujuk salah satu provinsi di Negeri Matahari Terbit. Namun itu baru sekadar peluncuran dengan perayaan sederhana oleh para pekerjanya, para perancang, serta sejumlah petinggi Kaigun (Angkatan Laut/AL Jepang). Next , kapal tempur itu mesti lebih dulu menjalani fitting out atau penyempurnaan kelengkapan, termasuk dilekatkan simbol kekaisaran berupa bunga krisan atau bunga serunai. “Kami percaya bahwa kapal kami milik kaisar. Itulah mengapa terdapat lambang keluarga kekaisaran. (Simbol) bunga krisan hanya dilekatkan di kapal-kapal terbesar AL, kapal tempur, kapal induk, kapal penjelajah. Simbol (bunga krisan) di kapal tempur Yamato adalah yang terbesar, dua meter diameternya,” kenang salah satu perancang Kaigun, Sakutaro Nishihata, dikutip sejarawan maritim University of Northumbria Daniel Knowles dalam Yamato: Flagship of the Japanese Imperial Navy.
- Nama Anak dari Nama Anak Buah
NAMA adalah doa. Setiap orang tua akan memberikan nama terbaik untuk anaknya. Nama yang diberikan mengandung makna yang diharapkan membawa kebaikan bagi anak. Nama itu juga bisa jadi memiliki cerita sendiri bagi orang tua, seperti Pranoto Reksosamodra memberikan nama untuk anak pertamanya. Pada September 1947, Mayor Pranoto Reksosamodra menjabat komandan Resimen XXI, Yogyakarta. Dalam pertempuran di Semarang barat, dia berpangkalan di garis pertahanan dari perkebunan karet Rembes ke selatan lewat daerah Gemuh, Biting, sampai Candiroto. Daerah hutan itu sulit mendapatkan air. Untuk mandi saja harus turun ke jurang yang ada sumber air jernih dengan kolam bercadas. Pada sore hari, Pranoto mandi ke sumber air itu dengan dikawal oleh Prajurit Untung dan Kopral Wardoyo.























