top of page

Tabungan demi Pembangunan

Dengan iming-iming bunga bank dan hadiah undian, pemerintah Orde Baru menggalang dana dari masyarakat. Lahirlah Tabanas dan Taska.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bank keliling pertama BNI mengajarkan anak-anak Indonesia untuk menabung. (Dok. BNI).

3 Agu 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 8 Apr

INFLASI menjadi satu dari sekian masalah yang harus diselesaikan pemerintahan Orde Baru. Melalui berbagai upaya pengendalian moneter, pemerintah berhasil menurunkan angka inflasi. Namun tetap saja inflasi masih cukup tinggi. Salah satu sebabnya, besarnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Untuk menekannya, pemerintah merangsang masyarakat untuk menyimpan uang di bank.


“Menabung bagi masyarakat masih belum menjadi budaya ataupun kebiasaan. Kalaupun dilakukan, masyarakat masih lebih suka menabung dalam bentuk barang perhiasan berharga seperti emas,” ujar Radius Prawiro dalam biografinya yang ditulis Patmono S.K. dkk.


Radius Prawiro, kala itu gubernur Bank Indonesia, membuat terobosan. Untuk menarik dana masyarakat bagi kegiatan pembangunan, Bank Indonesia meluncurkan Tabungan Berhadiah pada Februari 1969 yang dilaksanakan bank-bank pemerintah dan swasta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
transparant.png
bottom of page