top of page

Tentara Indonesia Jadi Mata-mata Uni Soviet

Kebutuhan ekonomi dan pangkat mandek mendorong seorang tentara TNI AL menjual dokumen rahasia kepada agen Uni Soviet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

J.B. Soesdarjanto (kiri), anggota TNI AL, menjadi mata-mata Rusia. (Spionita, No. 014, Agustus 1984).

31 Jul 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Apr

PADA 4 Februari 1982, Corps Polisi Militer (CPM) menangkap Letkol (Laut) J.B. Soesdarjanto dan Wito, pengganti Robert, di restoran “Jawa Tengah” di Jalan Pemuda Jakarta Timur.


Wito alias Sergei Egorov adalah agen Uni Soviet (KGB) yang menjabat atase militer pada Kedutaan Besar Uni Soviet di Jakarta. Menteri Luar Negeri Indonesia Mochtar Kusumaatmadja memanggil dan menyatakan protes kepada duta besar Uni Soviet. Pemerintah kemudian mengusir dan menyatakan persona non grata Egorov dan Robert alias Alexander Finenko.


Johannes Baptista Soesdarjanto lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1934. Lulus dari SMA De Loyota Semarang, dia masuk Akademi Ilmu Pelayaran dan lulus pada 1958. Dia masuk Angkatan Laut tahun 1962, setahun kemudian disekolahkan ke Maryland, Amerika Serikat. Sekembalinya ke tanah air, dia menjadi perwira bahkan komandan di berbagai kapal TNI AL, serta menjabat Kadis Pemetaan pada 1979.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page