top of page

Hasil pencarian

9727 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Lagu-lagu Kampanye

    BUKAN saja kena kritik keras karena mengenakan pakaian mirip petinggi Nazi-Jerman, Ahmad Dhani juga melanggar hak cipta karena menggunakan lagu “We Will Rock You” tanpa izin pemiliknya, grup band Queen. Lagu menjadi bagian penting dari alat kampanye dalam setiap pemilihan umum, baik sekarang maupun dulu. Lagu-lagu itu bisanya sederhana; yang penting menggugah orang untuk memilih partai tertentu. Pada pemilihan umum 1955, partai-partai menciptakan berbagai slogan dan nyanyian untuk mengingatkan para pendukung agar memilih. Sayangnya, belum ada data lengkap mengenai lagu-lagu tersebut dan apakah partai-partai politik memakai jasa artis musik.

  • Kisah Cinta Sang Biduan di Cianjur

    TAK ada orang Cianjur yang tak mengenal bangunan tua di Jalan Mohammad Ali itu. Kendati masih artistik, namun kondisinya terlihat usang, cat terkelupas di sana-sini, ditambah sampah plastik di sekitar jalan yang melintasinya. “Para pembeli makanan dari penjual-penjual bergerobak di depan gedung yang biasanya membuang seenaknya sampah-sampah itu,” kata Encun (64), penduduk di sekitar bangunan tersebut. Terletak di pusat kemacetan kota tauco, Gedung Wisma Karya itu dibangun sekitar tahun 1950-an oleh Tjung Hwa Tjung Hwee, perkumpulan orang-orang Tionghoa di Cianjur yang berafiliasi kepada Badan Permusjawaratan Warganegara Indonesia (BAPERKI).

  • Gempa Bumi Mengguncang Cianjur

    GEMPA bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur wilayah Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.21WIB. Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak berpotensi tsunami tetapi sangat merusak.   Guncangan merata di wilayah Jawa Barat, bahkan terasa sampai Jawa Tengah dan Jakarta. Gempa mengakibatkan ratusan orang meninggal dan luka-luka, banyak rumah dan gedung ambruk, pohon tumbang, dan tanah longsor menutup jalan. Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, melalui akun twitter -nya, @DaryonoBMKG menginformasikan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter berada di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km. Berdasarkan peta seismisitas tahun 2009–2021 tampak bahwa lokasi episenter merupakan area seismik aktif.

  • Ibu Kota Pindah dari Cianjur ke Bandung

    GEMPA berkekuatan magnitudo M5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 21 November 2022. Gempa ini mengakibatkan banyak rumah dan bangunan hancur, tanah longsor, dan menelan korban meninggal dunia 271 orang. Sejarah mencatat, bencana alam berupa gempa dan gunung meletus kerap melanda Cianjur. Bahkan, bencana alam mengakibatkan Cianjur tak lagi menjadi ibu kota Keresidenan Priangan. Cianjur berstatus sebagai ibu kota Priangan sejak tahun 1677 di bawah kekuasaan VOC. Bencana alam seperti gempa pada 1834 dan 1844 yang merusak Cianjur kemudian mendorong pemerintah kolonial Belanda memindahkan ibu kota Priangan dari Cianjur.

  • Lautan Manusia di Wembley

    ARSENAL akhirnya keluar sebagai juara FA Cup tahun ini setelah mengalahkan rival sekota, Chelsea FC 2-1. Laga final yang sengit antara kedua klub itu berlangsung Stadion Wembley, Inggris pada Sabtu (1/8/2020) lalu. Dalam sejarahnya, FA Cup yang dikenal sebagai turnamen tertua di dunia itu acap menghadirkan sejarah anyar. Di final FA Cup ke-139 lalu, dua sejarah baru terukir di Stadion Wembley. Pertama , Arsenal menjadi klub pengoleksi trofi terbanyak (14 kali). Kedua , untuk kali pertama final FA tak dihadiri seorang pun penonton di stadion mengingat masih merebaknya pandemi corona. Dalam statistik internal tim juga tercipta catatan baru. Arsenal menjadi klub paling banyak merumput di partai final (21 laga final), pembesutnya pun, Mikel Arteta, menjadi orang pertama di Arsenal yang menyabet titelnya sebagai pemain (musim 2013-2014 dan 2014-2015) dan pelatih (2019-2020).

  • Aquaman Sang Penguasa Tujuh Lautan

    SUATU hari di pesisir Maine medio 1985, penjaga mercusuar Thomas Curry (Temuera Morrison) melihat dan menyelamatkan sesosok jelita yang pingsan. Si cantik ternyata seorang putri dari Kerajaan Atlantis, Putri Atlanna (Nicole Kidman). Seiring perjalanan waktu, dua sosok berbeda alam itu memadu kasih hingga melahirkan seorang anak yang kelak menjadi pahlawan penjaga lautan, Aquaman (Jason Momoa). Sutradara James Wan menyajikan adegan pembuka itu sebagai pengantar film superhero milik DC Extended Universe (DCEU), Aquaman . Wan ingin mengajak penonton terlebih dulu mengenal muasal pahlawan super yang pertamakali muncul di film Justice League (2017)-nya franchise DCEU-Warner Bros. Plot film lantas beringsut ke masa kekinian (2018) dengan sang Aquaman yang ber-alter ego Arthur Curry beranjak dewasa. Alur cerita naik-turun ketika Aquaman bersama Mera (Amber Heard) bertualang mencari trisula kuno milik mendiang Raja Atlan, kakek Aquaman.

  • Bekasi Lautan Api di Mata Dua Saksi

    EDI B. SOMAD masih ingat betul situasi di Bekasi 73 lampau kala kota di pinggiran timur Jakarta itu mendadak bagaikan inferno (neraka) pada 13 Desember 1945. “Dibombardir, Bekasi dijadikan lautan api. Tangsi polisi di alun-alun dihantam. Juga area Kayuringin, Pasar Bekasi, Kampung Duaratus, Kampung Tugu. Hampir semua habis jadi debu,” kenang veteran berusia 90 tahun itu saat ditemui Historia di kediamannya di Tambun Selatan, akhir November 2018. Ratusan permukiman warga ludes dilahap api. Puluhan ribu warga sipil dipaksa mengungsi ke luar kota dalam peristiwa yang dikenal sebagai Bekasi Lautan Api itu. Segenap elemen bersenjata republik, baik Tentara Keamanan Rakyat (TKR) maupun laskar, memilih tak meladeni amukan Sekutu yang merangsek dari garis demarkasi di Cakung dan maju hingga ke Gedung Tinggi (kini Gedung Juang) Tambun. “Gara-garanya itu, para awak pesawat (Sekutu) dieksekusi,” lanjutnya.

  • Penjajahan Memudarkan Visi Kelautan

    INDONESIA harus kembali membangun visi kelautan. Sejarah membuktikan, bangsa Indonesia adalah penjelajah samudera yang mampu membawa pengaruh budayanya hingga ke Madagaskar. Hal itu diutarakan diplomat senior sekaligus ahli hukum laut internasional, Hasjim Djalal dalam pidatonya berjudul “Visi Kelautan Indonesia dari Segi Sejarah” sebagai pembicara kunci dalam Seminar Nasional Indonesia (SNI) X di Jakarta, Selasa (8/11). “Kalau dilihat dari segi sejarah tidak ada keraguan,” ujar penasihat khusus menteri kelautan dan perikanan itu. Hasjim menuturkan, dahulu bangsa Indonesia mampu mengembangkan teknologi pelayaran, mengembarai Samudera Hindia sampai Madagaskar. Tak cuma ke sana, orang Indonesia bagian timur pun sudah menjelajahi Samudera Pasifik hingga Kepulauan Paskah.

  • Hari Tua Anggota DPR Termuda

    TAHANAN politik (tapol) di Penjara Cipinang semasa Orde Baru adalah tahanan-tahanan yang saling tolong-menolong dengan sesama tahanan. Tak peduli afiliasi politik mereka kanan –biasanya kelompok Islam yang terkait Negara Islam Indonesia (NII)– ataupun kiri –terdiri dari pelaku G30S, mantan anggota PKI atau mereka yang diduga punya simpati terhadap partai kiri tersebut. Mereka tak hidup ekslusif dengan membuat kelompok sendiri selama di tahanan. Bahkan, mereka karib bergaul dengan Xanana Gusmao, pemimpin Fretilin. “Satu penderitaan. Sama-sama membenci Soeharto, kan. Gak peduli ideologinya apa,” ujar Fauzi Isman, salah satu tapol kasus Talangsari, Lampung yang terkait NII. Selama dalam tahanan, Fauzi pun berkawan dengan orang-orang PKI yang usianya jauh di atasnya. Ketika masuk penjara, Fauzi masih 22 tahun. Salah satu tahanan lain yang dikenalnya adalah Sukatno Hoeseni.

  • Asal-Usul Lagu Halo-Halo Bandung

    KOTA Bandung hangus dilalap api. Tentara republik membakar markas dan asrama-asramanya serta bangunan-bangunan penting. Banyak warga juga ikutan membakar sendiri rumah mereka dibantu para laskar. Segenap rakyat Bandung tidak sudi menyerahkan kota mereka begitu saja kepada tentara Sekutu. Begitulah situasi kota Bandung di masa genting revolusi, Maret 1946, yang kemudian dikenal sebagai “Bandung Lautan Api”. “Peristiwa ini yang oleh komponis Ismail Marzuki kemudian diabadikan dalam lagu ‘Halo, halo Bandung’,” tulis Pramoedya Ananta Toer, dkk. dalam  Kronik Revolusi Jilid 2 (1946) . Lagu “Halo-Halo Bandung” mengusung spirit  heroisme. Ia kerap dinyayikan dengan tempo mars. Liriknya sederhana tapi penuh semangat, terutama pada bagian akhir yang mengenang perjuangan rakyat Bandung mempertahankan kemerdekaan, sebagai berikut:

  • Halo-Halo Bandung, Sebuah Syair Cinta Anonim

    LAGU “Halo-Halo Bandung” merupakan salah satu lagu perjuangan paling terkenal di Indonesia, tapi juga yang paling kontroversial karena penciptanya tidak diketahui. Ada yang menyebut komposer Ismail Marzuki, seorang pemuda pejuang Ciparay, dan L. Tobing, anggota Divisi Siliwangi.  Saya berargumen bahwa lirik dalam lagu tersebut merupakan syair cinta yang dibuat seorang pemudi pejuang tidak dikenal kepada tunangannya. Pendapat ini berdasarkan berita yang diterbitkan Antara , 10 Agustus 1946. Judulnya, “Tentang anggauta2 LASJWI jang goegoer dimedan pertempoeran Djawa Barat: Asmara kalah dengan semangat berdjuang”. Di sana diceritakan konteks bagaimana syair itu digubah. Pada Juli 1946, Belanda mengebom Majalengka. Sejumlah pejuang wanita menjadi korban, termasuk dari Lasjkar Wanita Indonesia (Lasjwi) Yogyakarta, PPI Garut, dan PMI Tasikmalaya. Para pemudi yang selamat mengungsi ke ibu kota Republik, Yogyakarta.

  • Empat Karya Seni Terinspirasi Peristiwa Bandung Lautan Api

    BANDUNG Lautan Api pada 24 Maret 1946 menjadi peristiwa penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia. Ia menginspirasi para seniman dalam karya-karyanya. Berikut ini empat karya mereka: Lagu Ismail Marzuki yang ikut mengungsi menciptakan beberapa lagu: Saputangan dari Bandung Selatan , Karangan Bunga dari Selatan , O, Angin Sampaikan Salamku , dan Gugur Bunga. Lagunya yang terkenal dan kontroversial adalah Halo-halo Bandung .  Menurut J.A Dungga dan L. Manik dalam Musik di Indonesia dan Beberrapa Persoalannja, Halo-halo Bandung merupakan lagi mars yang melodi dan harmoni bagian pertamanya hampir sama dengan melodi dan harmoni dari kalimat-kalimat lagu When It’s Springtime in the Rockies karya Robert Sauer dan Mary Haley Woolsey.

bottom of page