Hasil pencarian
9656 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- Jejak Hatta dan Sjahrir di Sukabumi
RUMAH tua namun elegan itu nyaris tanpa isi. Selain satu ruangan yang berisi sedikit foto replika Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Sukarno, hanya ruang depan kanan yang memiliki satu meja dan beberapa kursi. Di sinilah tempat Mulyani, juru pelihara rumah, “berkantor”. Pertanyaannya, apa hubungannya Bung Karno dengan rumah yang beralamat Jalan Bhayangkara Nomor 156 A, Kota Sukabumi itu? Jelas-jelas di halaman depan terpampang plang “Benda Cagar Budaya: Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Syahrir”. Jangankan menjelaskan soal foto Bung Karno, menyoal kapan dan apa yang terjadi terhadap Hatta dan Sjahrir pun sang juru pelihara honorer BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) itu memberi penjelasan menyangsikan.
- Pendidikan Agama Diwajibkan hingga Pertempuran Laut Jawa
Bahder Djohan. (Wikimedia Commons). 1 Februari 1950: Pendidikan Agama Diwajibkan Semua sekolah pemerintah tertanggal 1 Februari 1950 diwajibkan memberikan pendidikan agama untuk peserta didik tingkat dasar dan lanjutan. Hal ini ditetapkan berdasarkan peraturan bersama antara Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan, Bahder Johan dengan Menteri Agama Wahid Hasyim pada 20 Januari 1951. Peraturan bersama tersebut menyatakan bahwa pendidikan agama diajarkan selama dua jam dalam satu minggu. Untuk tingkat sekolah dasar, pendidikan agama dimulai pada kelas 4. Segala biaya untuk penyelenggaraan pendidikan agama ditanggung oleh Kementerian Agama. Bahan pengajaran dan kurikulum ditetapkan oleh Kementerian Agama sesudah disetujui oleh Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan.* Letnan Gubernur Jenderal H.J. van Mook (Nationaal Archief/Wikimedia Commons). 8 Februari 1930: Gerakan De Stuw Sejumlah intelektual Belanda yang progresif di Hindia Belanda mendirikan gerakan politik dan budaya yang dikenal dengan De Stuw (Gerakan Maju). De Stuw diambil dari nama majalah yang mereka terbitkan. Nama resminya adalah “Perkumpulan untuk mendukung pembangunan sosial dan politik Hindia Belanda”. Anggotanya tidak banyak dan semuanya berbangsa Belanda. Menurut Bernard Vlekke dalam Nusantara: Sejarah Indoenesia , perkumpulan ini dibentuk sebagai oposisi terhadap Vanderlandsche Club (Perserikatan Patriot). Vanderlandsche Club adalah organisasi politik konservatif di Hindia Belanda yang menginginkan penguatan kekuasaan Belanda atas seluruh Hindia. De Stuw mendapat dukungan dari kalangan bumiputra bangsa Indonesia sementara orang-orang Belanda kebanyakan menolaknya. Namun, beberapa anggota dari kelompok De Stuw di kemudian hari malah menjadi lawan kaum Republiken Indonesia. Mereka adalah tokoh-tokoh penting Belanda pada masa revolusi: Hubertus van Mook (menjabat Letnan Gubernur Jenderal), Jan Anne Jonkmann, dan Johann Logemann (keduanya menjadi Menteri Urusan Negeri Jajahan).* Gempa bumi di Ambon, Maluku tahun 1898. (KITLV). 17 Februari 1674: Gempa Bumi di Maluku Terjadi gempa bumi dahsyat di pantai utara Maluku. Gempa jenis tektonik tersebut memicu gelombang tsunami di Laut Banda. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 80 meter. Dalam The Ecology of Nusa Tenggara and Maluku yang disunting Kathryn A. Monk, Yance de Fretes, dan Gayatri Reksodiharjo-Lilley disebutkan, gelombang pasang mengakibatkan tanah longsor di desa Hila, Maluku Tengah dan menenggelamkan sebuah situs pasar 180 meter ke bawah permukaan laut. Sementara di Hitu, Pulau Ambon, terjangan tsunami menyapu seluruh desa. Sekira 2300 orang menjadi korban, termasuk istri dan dua anak dari Rumphius (Georg Eberhard Rumpf). Rumphius (1628–1702) adalah seorang naturalis kebangsaan Jerman yang bekerja untuk VOC. Bencana alam ini menjadi gempa tektonik pertama dan tsunami tertua yang berhasil tercatat dalam sejarah Nusantara.* Georg Eberhard Rumpf atau Rumphius. (Wikimedia Commons). 20 Februari 1927: Jong Indonesia Berdiri Di Bandung, sekumpulan elite terdidik pribumi Indonesia membentuk organisasi pemuda nasionalis bernama Jong Indonesia. Para pendirinya antara lain: KRT Josodiningrat, Jusupadi, Suwadji, Mohammad Tamsil, Soebagio Reksodipuro, Assaat, Rusmali, Sunario, Sartono, Iskak, Budiarto, dan Wirjono. Mereka adalah pelajar Indonesia yang baru pulang dari luar negeri, kebanyakan dari Belanda. Para pemuda ini mendapat gagasan kebangsaan yang kuat setelah bergabung dalam Algemenee Studi Club , kelompok diskusi yang dipimpin Sukarno. “Dalam aktivitasnya, Jong Indonesia mendirikan organisasi kepanduan, menerbitkan majalah, memajukan olahraga, menyelenggarakan rapat bersama dengan organisasi pemuda lainnya. Meski nama organisasi memakai kata berbahasa Belanda ( jong ), namun mereka memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar,” tulis Ahmaddani G. Martha, Christanto Wibisono, dan Yozar Anwar dalam Pemuda Indonesia dalam Dimensi Sejarah Perjuangan Bangsa . Jong Indonesia menjadi salah satu organisasi pemuda pemrakarsa Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928.* Pesawat RI-001 Seulawah. (Istimewa). 25 Februari 1947: Pembentukan Gasida Di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), para saudagar dan kaum kaya Aceh berkumpul. Mereka adalah Republiken yang bersepakat untuk mendukung pemerintah Indonesia. Untuk mewadahinya dibentuklah Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida). Gasida diketuai oleh H.M. Djoened Joesoef dan Tengku Daud Beureuh sebagai penasihatnya. Di dalam Gasida dibentuk pula sebuah Badan Penyokong Perjuangan. Gasida berperan penting dalam membiayai perjuangan revolusi, terutama pada saat Belanda melancarkan blokade ekonomi dan agresi militer kedua. Kelak dari kocek kelompok Gasida ini pula Indonesia memperoleh pesawat terbang pertama jenis Dakota C-47 yang dikenal sebagai RI-001 “Seulawah”.* Letnan Komandan Kareel Doorman. (Ministerie van Defensie/Wikimedia Commons). 27 Februari 1942: Pertempuran Laut Jawa Angkatan Laut Sekutu yang tergabung dalam American-British-Dutch-Australian Command (ABDACOM) terlibat pertempuran dengan Armada Jepang di Laut Jawa. Pasukan gabungan Sekutu mengemban misi mempertahankan kekuasaan Hindia Belanda di Pulau Jawa dari invasi Jepang. Panglima Angkatan Laut Belanda Laksamana Muda Kareel Doorman memimpin kesatuan pemukul Sekutu. Penghadangan terhadap konvoi kapal Jepang terjadi di sebelah selatan Pulau Bawean, perairan Jawa Timur. Dalam pertempuran yang berlangsung dari sore hari hingga tengah malam itu, Angkatan Laut Sekutu mengalami kekalahan telak. Tentara Jepang unggul karena daya jangkau torpedo yang lebih jauh dan dibantu pesawat-pesawat pengintai. Kerugian Sekutu meliputi lima kapal penjelajah, tujuh kapal perusak, dan satu kapal tanker. Laksamana Muda Kareel Doorman turut tenggelam bersama kapal yang dipimpinnya, Hr. Ms. De Ruyter . Sementara Jepang hanya kehilangan beberapa kapal pengangkut. Pasukan Jepang setelah pertempuran itu mulai memasuki Jawa.* Majalah Historia Nomor 28, Tahun III, 2016
- Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin: Soekanto Bapak Polisi Kita
MENDIANG Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin mantan Kapolri periode 1978-1982, menaruh rasa hormat yang mendalam kepada Kapolri pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Ketika menjadi kepala seksi umum kepolisian pada dekade 1950-an, Awaloedin mendampingi Soekanto sebagai juru catat. Menurutnya, Soekanto adalah peletak dasar organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang profesional dan modern. Sebagai bentuk rasa hormat itu, Awaloedin Djamin menyusun biografi Soekanto berjudul Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo: Bapak Kepolisian Negara RI . Penulisan biografi tersebut dikerjakan bersama Ambar Wulan, sejarawan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2016. Sekira Juli 2017, jurnalis Historia , Martin Sitompul dan Aryono berkesempatan mewawancarai Awaloedin Djamin yang kala itu sudah mulai sakit-sakitan.
- Ketika Kaum Kere Berhimpun
SABTU malam, 1 Februari 1919, sebuah perhimpunan dibentuk di bawah naungan Sarekat Islam (SI) Semarang. Namanya Sarekat Kere (SK). Sesuai namanya, yang berkumpul dalam sarekat ini ialah orang-orang kere (miskin). Sarekat Kere dibentuk di rumah Partoatmodjo, seorang anggota Sarekat Islam sekaligus redaktur surat kabar Sinar Hindia . Dalam pertemuan malam itu, Partoatmodjo menyebut Sarekat Kere dibentuk untuk menjalin persatuan kaum kere dari segala bangsa. Syaratnya hanya satu, tidak punya bondo (harta).
- Israel Akui Kedaulatan Indonesia
NEGARA-negara Islam Arab yang mula-mula memberi pengakuan kedaulatan kepada Republik Indonesia, setelah adanya anjuran dari Dewan Liga Arab pada 18 November 1946. Namun, ternyata Israel, negara yang kerap memicu konflik di Timur Tengah, turut mengakui kedaulatan Indonesia. Harapannya Indonesia memberi pengakuan serupa kepada Israel. Tak lama setelah pemerintah Belanda menandatangani penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949, Presiden Israel Chaim Weizmann dan Perdana Menteri Israel David Ben Gurion mengirim telegram kepada Presiden Sukarno dan Menteri Luar Negeri Indonesia Mohammad Hatta. Mereka menyampaikan ucapan selamat.
- Busana Arab dari Kesalehan hingga Mode
KETIKA berkunjung ke Kerajaan Mataram pada pertengahan abad ke-17, Rijckloff van Goens, seorang wakil VOC, mengamati kebiasaan berbusana para bangsawan. Di atas kuda, para bangsawan berkumpul di alun-alun dan “dengan sangat tekun” mengamati penutup kepala yang dikenakan Raja Amangkurat I: apakah tutup kepala gaya Jawa atau turban ala Turki. “Jika raja mengenakan turban, semua orang menanggalkan tutup kepala mereka dan mengambil penutup kepala lain dari pelayan mereka agar sama dengan sang raja,” tulis van Goens, seperti dikutip Kees van Dijk, “Sarung, Jubah, dan Celana: Penampilan sebagai Sarana Pembedaan dan Diskriminasi”, termuat di Outward Appearances yang disunting Henk Schulte Nordholt. Goens memberikan laporan ini pada awal Islamisasi di Jawa.
- Wisata Demam Emas di Ballarat
CUACA di Melbourne mendadak berubah ekstrem. Bermula 20-an derajat celcius di pagi hari dan terus merangkak sampai ke titik 37 derajat celcius pada siang sampai dengan petang hari. Cuaca panas disertai angin kering itu tak menghentikan rencana saya dan Silvy Wantania, seorang warga asal Indonesia yang menetap di Melbourne untuk menyambangi Ballarat, sebuah kota tua 105 kilometer di sebelah barat kota Melbourne. Perjalanan menuju Ballarat melintasi padang rumput, hutan yang ditumbuhi pohon eucalyptus dan beberapa kali melewati papan pengumuman untuk mewasapadai koala atau kanguru yang menyeberang. Jalan mulus mempersingkat perjalanan Melbourne ke Ballarat. Setelah satu jam lebih berkendara dari Melbourne, kami tiba di Ballarat. Panas menyengat di kota itu. Orang-orang agaknya lebih memilih untuk berada di dalam rumah. Menghindari sengatan sinar matahari yang terik menerangi hari Minggu pertengahan Februari lalu.
- Menelusuri Riset Virus Korona dan Kelelawar
TELEPON Shi Zhengli, virologis yang dijuluki bat woman, berdering. Dari seberang telepon atasannya meminta Shi segera meriset dua sampel pasien yang baru tiba di Wuhan Institute of Virology. Shi yang pada 30 Desember 2019 sedang menghadiri konferensi di Beijing pun langsung kembali ke Wuhan menggunakan kereta. Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Wuhan telah mendeteksi keberadaan novel coronavirus pada dua pasien dengan gejala pneumonia. Sampel dua pasien itulah yang kemudian dikirim ke kantor Shi untuk diteliti. Begitu mendengar hal ini, Shi sempat khawatir bila sumber virus datang dari labnya.
- Korona dan Beragam Virus yang Berasal dari Kelelawar
PANDEMI Covid-19 menginfeksi lebih dari satu juta orang di dunia. Scientific American melaporkan, berdasarkan temuan Shi Zhengli, virologis yang bekerja di Wuhan Institute of Virology, 96 persen genomic sequence Covid-19 mirip dengan virus corona yang pernah diidentifikasi pada kelelawar tapal kuda di Yunnan. Selama dua dekade terakhir, tiga coronavirus telah diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit berskala besar, seperti SARS, MERS, dan Sindrom Diare Akut (SADS). SARS dan MERS muncul masing-masing pada 2003 dan 2012 dan menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Sementara SADS menyerang industri babi di China pada 2017. Virus-virus tersebut memiliki kesamaan karakteristik, yakni sangat patogen terhadap manusia atau ternak dan berasal dari kelelawar. Namun virus yang berindang pada kelelawar tak terbatas pada jenis korona. Riset-riset dari para peneliti terdahulu menemukan ada beragam virus yang berasal dari kelelawar.
- Ketika Israel Menghantam Kapal Amerika
PEMBUNUHAN Ayşenur Ezgi Eygi, warga negara Amerika Serikat (AS) berdarah Türkiye, di Palestina oleh tentara zionis Israel tak ditanggapi serius oleh pemerintah AS. Sesumbar yang pernah diucapkan Presiden Joe Biden perihal konsekuensi balasan jika ada yang menyakiti orang Amerika pun jadi omong kosong belaka. Mengutip laman resmi Gedung Putih, 2 Februari 2024 lewat, Presiden Biden menyatakan hal itu dalam pernyataan resminya dalam masa serangan balasan AS terhadap titik-titik milisi di Irak dan Suriah yang disokong Iran. Serangan itu merupakan respons usai tiga serdadu Amerika tewas di Yordania oleh sebuah drone yang diluncurkan milisi-milisi bersenjata yang didukung Iran.
- Silakan, Ini Sejarah Satpam
SUWANDI, satpam BNI di Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendapat penghargaan dari Plt. Bupati Jepara, Dian Kristiandi, karena telah bersikap tegas terhadap seorang laki-laki tidak bermasker yang ingin masuk ke bilik ATM. Video aksi Suwandi itu viral di sosial media. Sebelumnya, satpam BCA menjadi trending topic . Akun @BanyuSadewa yang mengawalinya dengan cuitan disertai unggahan foto satpam BCA : "Cowok berseragam paling baik, ramah dan perhatian itu pokoknya cuman Satpam BCA!" Karena menyinggung orang berseragam, cuitan itu agaknya terkait video viral sebelumnya, yaitu seorang anggota polisi, Bripda GAP, yang berkata: "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini ga? (mengokang senjata)." Akibatnya, Bripda GAP diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya. Tak terima telah di-viralkan, Bripda GAP melaporkan akun @kapansarjana_ yang mengunggah video pertama kali, ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Barangkali belum banyak yang tahu kalau sejarah Satpam berhubungan dengan kepolisian. Pendirinya adalah Kapolri Jenderal Polisi Awaloedin Djamin yang menjabat 1978–1982. Gagasannya berawal dari keterbatasan jumlah polisi dalam menjaga keamanan.
- Mayor Belanda Tewas di Parepare, Westerling Ngamuk
KENDATI tak lebih dari sekadar bendeleider alias pemimpin gerombolan, nama La Tjambi masih disebut oleh Belanda. Dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan, La Tjambi dan kebanyakan pendukung Republik Indonesia di sana namanya tak dikenal apalagi ditulis. La Tjambi, disebut Het Dagblad tanggal 7 Oktober 1946), beraksi di sekitar Garasi Soepase, dekat Parepare, Sulawesi Selatan. Pertempuran itu sulit bagi La Tjambi hingga terbunuh.






















