- 21 Jan 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Jun
SATU lagi pelaku sekaligus saksi sejarah telah berpulang. Letjen (Purn.) Sayidiman Suryohadiprodjo wafat dalam usia 93 tahun. Setelah sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto, sang jenderal menghembuskan nafas terakhirnya pada 16 Januari pukul 16.35 WIB. Pada tahun-tahun terakhirnya, Pak Sayidiman selalu berkenan membagikan banyak kisah dan memori-nya kepada kami dari Historia.
Sayidiman lahir di Bojonegoro pada 21 September 1927. Memulai karier militernya sebagai jebolan Akademi Militer Yogyakarta angkatan pertama tahun 1948. Akademi itu digagas oleh Kepala Staf TKR Letjen Oerip Soemohardjo untuk mencetak tentara profesional. Di sana, Sayidiman merupakan salah satu lulusan terbaik dan ada di peringkat ketiga.
Ketika majalah Historia (nomor 32) mengangkat ketokohan Oerip Soemohardjo sebagai laporan utama pada 2016, saya ditugaskan untuk mewawancarai Sayidiman. Saya sempat ragu Pak Sayidiman bersedia menanggapi, mengingat usianya yang sudah cukup lanjut saat itu (89 tahun). Ternyata yang bersangkutan berkenan. Ingatannya pun masih cukup segar dalam bertutur. Perbincangan dengan Pak Sayidiman selalu mengalir terbuka dan cukup panjang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















