- 31 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 12 Mar
KEMBALINYA Rijcklof van Goens ke Hindia Timur setelah bertemu dengan Dewan Tujuhbelas atau Heeren Zeventien di Belanda pada 1650-an membuka kesempatan untuk mewujudkan visinya mengenai imperium VOC di Asia, yaitu mengusir Portugis dari Ceylon dan menguasai wilayah tersebut. Di hadapan para direktur VOC, van Goens menjelaskan dengan menguasai Ceylon, kompeni dapat memberlakukan kebijakan monopoli kayu manis yang menguntungkan VOC.
Menurut Kerry Ward dalam Networks of Empire: Forced Migration in the Dutch East India Company, ambisi van Goens menguasai wilayah Ceylon juga didasarkan pada keinginannya membangun markas besar baru bagi VOC yang sebelumnya berpusat di Batavia. Melalui rencananya itu, van Goens ingin menjadikan Ceylon sebagai pusat perdagangan tandingan bagi Batavia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















