- 4 Jul 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
PENDUDUK Batavia tak hanya pria dan wanita dewasa, tetapi juga anak-anak termasuk anak-anak yatim piatu dan terlantar. Wabah penyakit dan kemiskinan menyebabkan jumlah mereka bertambah. Mereka ditampung di panti asuhan yang didirikan oleh penguasa kota Batavia.
Seperti halnya kastil dan benteng, panti asuhan juga merupakan bangunan awal yang didirikan di Batavia. Sejarawan Jean Gelman Taylor menulis dalam The Social World of Batavia: Europeans and Eurasians in Colonial Indonesia, lima tahun setelah Batavia berdiri, sebuah tempat penampungan untuk anak-anak yatim piatu sudah dibangun di kota itu. Tak hanya menerima anak-anak Eropa, panti asuhan yang didirikan pada Oktober 1624 itu juga merawat anak-anak yatim piatu dari keturunan campuran atau Eurasia maupun penduduk lokal beragama Kristen. Di sana, mereka dididik sesuai kebiasaan Eropa dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang beradab di wilayah koloni.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












