top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Anak Yatim Piatu dan Terlantar pada Masa VOC

Anak-anak yatim piatu dan terlantar ditampung di panti asuhan. Namun, pengelolaan yang tidak maksimal membuat nasib anak-anak malang itu memprihatinkan.

3 Jul 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lukisan panti asuhan di Batavia karya Anna Goelet tahun 1682. (Koninklijke Bibliotheek/Wikimedia Commons).

  • 4 Jul 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

PENDUDUK Batavia tak hanya pria dan wanita dewasa, tetapi juga anak-anak termasuk anak-anak yatim piatu dan terlantar. Wabah penyakit dan kemiskinan menyebabkan jumlah mereka bertambah. Mereka ditampung di panti asuhan yang didirikan oleh penguasa kota Batavia.


Seperti halnya kastil dan benteng, panti asuhan juga merupakan bangunan awal yang didirikan di Batavia. Sejarawan Jean Gelman Taylor menulis dalam The Social World of Batavia: Europeans and Eurasians in Colonial Indonesia, lima tahun setelah Batavia berdiri, sebuah tempat penampungan untuk anak-anak yatim piatu sudah dibangun di kota itu. Tak hanya menerima anak-anak Eropa, panti asuhan yang didirikan pada Oktober 1624 itu juga merawat anak-anak yatim piatu dari keturunan campuran atau Eurasia maupun penduduk lokal beragama Kristen. Di sana, mereka dididik sesuai kebiasaan Eropa dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang beradab di wilayah koloni.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page