top of page

Angkutan Ribuan Tahun Lalu

Cara orang zaman kuno bepergian dan mengangkut berbagai barang. Sama seperti sekarang, kendaraan seseorang juga bisa mencerminkan status sosialnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Jan 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 1 Agu 2025

PADA masa lalu, sungai seramai lalu lintas di darat. Masyarakat terkadang lebih memilih menyebrang sungai dibanding memutar lewat jalan darat. Distribusi barang dagangan juga sering dilakukan melalui sungai.


Informasi sarana transportasi di air maupun darat untuk pengangkutan barang dagangan pada masa Hindu-Buddha bisa diperoleh dari prasasti, naskah, dan relief dinding candi. Seperti relief cerita Lalitavistara di dinding Borobudur.


Dalam relief itu digambarkan kereta kuda beroda empat yang mengangkut kalangan bangsawan. Relief itu juga cukup banyak menggambarkan angkutan air. Di antaranya kapal dagang besar dengan layar dan bercadik ganda, perahu tanpa cadik dengan penutup di atasnya yang kemungkinan untuk menyebrangi sungai, dan perahu dengan dayung dan layar tanpa cadik.


Angkutan Darat


Paling tidak ada tiga jenis kendaraan angkutan darat. Para pedagang mengangkut barang dagangan di atas kuda (atitih) atau gerobak maupun pedati (gulungan, mapadati) yang ditarik kerbau atau sapi.


Untuk mengangkut orang khususnya bangsawan digunakan tandu dan kereta kuda. Namun, tidak semua orang bisa mengendarai kereta kuda terutama di halaman keraton. Pada masa Majapahit, hak istimewa itu diberikan kepada pejabat tinggi kerajaan, seperti apatih amangku bhumi dan mpu dyaksa.


Nagarakrtagama menggambarkan dengan cukup spesifik penggunaan kereta yang bermacam-macam. Misalnya, kereta dan pedati yang digunakan Mahapatih Gajah Mada ketika melakukan lawatan bersama rombongan Raja Hayam Wuruk. Kereta yang berjumlah 400 itu punya lambang tumbuhan pulutan pada sisinya. Sementara kereta milik Ratu Pajang bergambar matahari yang gemerlapan. Kereta Ratu Lasem berlukiskan banteng putih. Ratu Daha memiliki kereta bertanda bunga daha di atas latar keemasan. Adapun kereta rombongan Ratu Kahuripan dihias taburan bulatan-bulatan bercorak merah putih.


Kereta Hayam Wuruk tak terhitung banyaknya. Semuanya bertanda buah maja. Sementara kereta kencana yang dinaikinya berbentuk tandu lebar yang lapang. Kendaraan mewah ini dihiasi nuansa keemasan yang lengkap dengan permata mutu manikam. Tudung kajangnya diberi tirai tenun grinsing yang berperada emas.


Dalam berbagai sumber, sejumlah istilah digunakan untuk menyebut jenis kendaraan itu: syandana, padati, ratha, dan sakata. Sayangnya, sumber sejarah tidak memberikan keterangan yang cukup untuk mengetahui perbedaannya.


Angkutan air


Jaringan lalu lintas air pun disebut dalam beberapa prasasti di antaranya Prasasti Panambangan dari 903 M dan Ferry Charter dari 1358 M. Prasasti pertama berkaitan dengan kendaraan air di Bengawan Solo. Sedangkan Prasasti kedua dengan Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Prasasti Kamlagyan dari 1037 M juga menyebut orang-orang yang berlayar menuju hulu.


Beberapa prasasti menyebutkan sejumlah istilah untuk kendaraan itu: parahudanmasunghara. Prasasti Dhimanasrama dari masa Mpu Sindok menyebut jenis-jenis perahu yang khusus untuk mengangkut hasil kebun, seperti parahu pakbowan yang memiliki empat gandung (rakit dari bambu yang dipasang di kiri-kanan perahu supaya tidak oleng atau untuk menambah muatan).


Disebutkan juga istilah-istilah yang tidak diketahui maksudnya tetapi berkaitan dengan jenis-jenis perahu. Di antaranya alat angkut yang digunakan untuk memuat barang-barang dalam ukuran besar (akirim agong), ukuran Panjang (akirim Panjang), memuat obat-obatan (akirim tamba-tamba), barang-barang yang dimasukkan ke dalam geladak (kirim dwal baryyan), barang-barang yang terbuat dari bambu (amaring). Jenis perahu lainnya ikang langkapan wlah galah, parahu panawa, parahu jurag, parahu panggagaran, parahu pawalian, dan parahu pangngyan.


Sayangnya, bentuk-bentuk kendaraan air yang dipakai ketika itu tak banyak diketahui. Pun beberapa tak diketahui dengan pasti apa kegunaannya.


Istilah lain untuk perahu adalah lancang. Kata ini ditemukan dalam Prasasti Manajung yang ditemukan di daerah Malang. Prasasti tanpa tahun ini diperkirakan berasal dari pemerintahan Airlangga pada awal abad 11 M. Kata ini juga dijumpai dalam Prasasti Hantang (1135 M).


Bagaimana bentuk perahu ini juga tidak diketahui. Namun, jika lancang ini sama dengan lanchara, yaitu angkutan laut yang oleh penjelajah Tome Pires dianggap sebagai kapal setempat yang ditemukan di Jawa dan Sunda pada awal abad ke-16, kendaraan ini tergolong ke dalam kapal dagang lintas laut. Kapasitas angkutnya bisa mencapai 150 ton.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
transparant.png
bottom of page