- 25 Des 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 22 Apr
TIDAK selamanya seorang murid sejalan dengan gurunya. Seperti halnya Joseph Stalin dan Vladimir Lenin. Meskipun mengidolakan Lenin, Stalin seringkali berbeda pandangan dan kebijakan dengan mentornya itu.
Stalin pertamakali mengenal Lenin via buku-buku berisi pemikirannya dan korespondensi keduanya pada medio 1903. Korespondensi dengan Lenin begitu berpengaruh secara mental pada Stalin dalam menjalani pengasingannya yang pertama di Siberia sepanjang Juli-September 1903. Namun baru pada Hari Natal 119 tahun silam Stalin pertama kali bertatap muka dengan sang mentor, di pertemuan akbar RSDLP (Partai Buruh Sosial-Demokratik Rusia) di Konferensi Tampere di Tammerfors, Finlandia yang dihelat 25-30 Desember 1905. Stalin hadir sebagai utusan RSDLP wilayah Georgia.
“Pada pagi di Hari Natal, Lenin membuka secara resmi konferensinya di Balai Rakyat, markas milisi buruh Garda Merah Finlandia. Stalin begitu sabar menunggu untuk bersua langsung dengan pahlawannya yang punya dedikasi fanatik terhadap revolusi Marxis,” tulis Simon Sebag Montefiore dalam Young Stalin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















