top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Bangunan Misterius di Bawah Stasiun Bekasi

Berada di bawah timbunan tanah, sisa bangunan misterius di Stasiun Bekasi terkuak saat dilangsungkannya proyek DDT. Dugaan bermunculan.

12 Agu 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Berada di bawah timbunan tanah, sisa bangunan misterius di Stasiun Bekasi terkuak saat dilangsungkannya proyek DDT. Dugaan bermunculan.

  • 12 Agu 2020
  • 2 menit membaca

EKSKAVATOR raksasa itu tak henti mengeruk tanah. Di dekatnya, para pekerja dengan hati-hati mengoperasikan alat berat lain untuk mengangkat satu per satu batang baja ke rangka bangunan baru di sisi selatan peron dan rel kereta Stasiun Bekasi. Tak jauh darinya, menganga cerukan pondasi yang ternyata bangunan lawas berbentuk setengah lingkaran terbuat dari bata.


Penampakan bangunan yang tertimbun tanah di situs proyek DDT (double-double track) itu mulanya diviralkan warganet, Silvia Galikano, di akun Facebook-nya pada 1 Agustus 2020. “Saat pelebaran Stasiun KA Bekasi, terlihat setidaknya dua plengkung ini. Dahulu terowongankah? Dahulu permukaan tanah di bawah situ? Jadi dulu rel di mana? Jalan di mana? Kali di mana? Warga Bekasi bertanya,” tulisnya.


Ahmadi, salah satu penanggungjawab proyek, membeberkan, pihak kontraktor tak diberi laporan tentang adanya temuan bangunan itu. “Memang dari awal kita melanjutkan proyek ini tidak ada pemberitahuan apa-apa. Hanya dari pihak BPCB yang di Serang (Balai Pelestarian Cagar Budaya, Ditjen Kebudayaan) disepakati kita hanya menyelamatkan satu jendela lama zaman Belanda, untuk kita tempatkan sebagai warisan sejarahnya di spot historis nanti di bangunan baru stasiun,” ujarnya kepada Historia saat ditemui di lokasi proyek pada Rabu, 5 Agustus 2020.


Penelusuran lokasi bangunan misterius yang diduga dari era kolonialisme Belanda di timbunan proyek DDT (Foto: Randy Wirayudha/HISTORIA)
Penelusuran lokasi bangunan misterius yang diduga dari era kolonialisme Belanda di timbunan proyek DDT (Foto: Randy Wirayudha/HISTORIA)

Sepenelusuran Historia, temuan bangunan misterius itu ternyata tak hanya satu. Setidaknya ada empat sampai lima bangunan serupa walau hanya beberapa yang masih kentara struktur batu batanya.


Sejumlah dugaan tentang bangunan itupun bermunculan. Sejarawan cum anggota tim Cagar Budaya Kota Bekasi Ali Anwar, dikutip portal berita lintasbekasi.com, Senin (10/8/2020), menduga bangunan itu adalah saluran air bawah tanah. Okie Rishananto dari Front Bekassi menduga bahwa bangunan itu merupakan gorong-gorong untuk keretaapi, seperti dokumentasi pembangunan struktur serupa di Rancaekek tahun 1916 yang ia perlihatkan dari salinan foto CM Luijks. Meski bentuknya sama, struktur bangunan di Rancaekek terbuat dari batu kali, bukan batu bata seperti di Stasiun Bekasi.


Ahmadi (kiri) penanggung jawab proyek DDT di Stasiun Bekasi (Foto: Randy Wirayudha/HISTORIA)
Ahmadi (kiri) penanggung jawab proyek DDT di Stasiun Bekasi (Foto: Randy Wirayudha/HISTORIA)

Sementara, penggiat sejarah keretaapi Adhitya Hatmawan menerka, itu adalah bangunan semacam jembatan keretaapi. “Bisa jadi itu struktur pondasi lama Bangunan Hikmat (jembatan keretaapi, red.) di eranya BOS (Bataviasche Ooster Spoorweg). Tapi harus dilihat lagi peta lama halte Bekasi pada masa itu,” tutur Adhit.


BOS merupakan perusahaan keretaapi era Hindia Belanda yang berdiri pada 1870 dan mengoperasikan jalur keretaapi dari Batavia (kini Jakarta) ke timur, yakni ke Jatinegara. Hingga 1950-an, Bekasi masih bagian dari Kabupaten Jatinegara.


Kemiripan bentuk gorong-gorong di Rancaekek dengan bangunan msterius di Stasiun Bekasi (Foto: CM Luijks/Randy Wirayudha)
Kemiripan bentuk gorong-gorong di Rancaekek dengan bangunan msterius di Stasiun Bekasi (Foto: CM Luijks/Randy Wirayudha)

Terlepas dari banyaknya dugaan itu, masih dibutuhkan penelusuran lebih dalam untuk menemukan jawaban atas bangunan itu dan kapan dibangunnya. Tim ahli Cagar Budaya Kota Bekasi kabarnya sudah merekomendasikan pada Pemkot Bekasi untuk bekerjasama dengan BPCB guna mengadakan kajian lebih lanjut sebelum temuan itu jadi tumbal pembangunan.


“Baiknya pihak-pihak terkait untuk stop dulu untuk ekskavasi dan dokumentasi. Ini bisa jadi sejarah Bekasi yang hilang. Akan sayang sekali kalau memang tidak ditelusuri lebih jauh,” kata Okie.





Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page