top of page

Belajar dari Dostoevsky

Dostoevsky, penulis besar Rusia, mengidap epilepsi dan tak memungkirinya, bahkan bisa hidup berdampingan dan menghasilkan karya besar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Fyodor Mikhailovich Dostoevsky karya Vasily Perov. (Wikimedia Commons).

24 Mei 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 26 Mar

FYODOR Mikhailovich Dostoevsky tengah berbincang dengan saudara perempuan dari istrinya, Anna Grigorievna, yang baru dinikahinya. Tiba-tiba wajahnya berubah pucat. Tubuhnya merosot dari permukaan sofa dan bersender lunglai pada sisi tubuh istrinya.


“Tiba-tiba kami mendengar suara tangisan penuh ketakutan, sebuah tangisan tanpa titik kemanusiaan di dalamnya –hampir menyerupai raungan. Tubuh lunglai suami saya semakin tersender pada saya,” tulis Anna, stenograf yang dinikahi Dostoevsky tahun 1867 setelah kematian istri pertama, dalam Anna Dostoevskaya’s Diary in 1867 (1923).


Dostoevsky, penulis besar kelahiran Rusia, mengalami serangan epilepsi dan dia tak menutupi kenyataan. Bahkan, dia mencatat rapi berbagai detail serangan epilepsi yang dialaminya dalam buku harian.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page