top of page

Berburu Keris Bukan Mistis

Keris bukan sekadar senjata atau aksesoris yang diselipkan di belakang pinggang. Ia mengandung falsafah hidup, religiusitas, status sosial, hingga supranatural.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Fadli Zon, politisi yang mengoleksi ratusan keris. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

22 Apr 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 2 Apr

PRABU Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri, salah satu dari sembilan wali, dianggap sudah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Gresik tumbuh menjadi pusat politik dan perdagangan yang penting di Jawa. Brawijaya pun mengirim Patih Gajah Mada dan pasukannya untuk menyerang Giri. Penduduk Giri panik dan berhamburan ke dalam keraton.


Sunan Giri, yang sedang menulis, terkejut dan terlemparlah penanya (kalam). Dia lalu berdoa dan berubahlah pena itu menjadi keris berputar-putar, Keris itu mengamuk dan menewaskan banyak tentara Majapahit. Keris itu lalu kembali ke keraton dan tergeletak di hadapan Sunan dengan berlumuran darah. Sunan lalu berdoa meminta ampunan. Sekejap keris itu pun bersih kembali.


Kisah dalam Babad Tanah Jawa itu begitu populer di kalangan penggemar keris. Konon, setelah itu, Sunan mengatakan kepada rakyat Giri bahwa dia menamakan kerisnya Kalam Munyeng.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page