top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Melihat Lebih Dekat Keris Diponegoro

Melihat detail-detail benda pusaka yang hilang ratusan tahun. Salah satu yang paling menonjol dari keris Diponegoro ini adalah ukiran naga.

14 Mar 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

  • 15 Mar 2020
  • 2 menit membaca

Sepanjang dua minggu terakhir jagat sejarah Indonesia tengah ramai. Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro kembali ke Indonesia setelah hampir 189 tahun berada di Belanda. Sebelum pengembalian, keris itu melalui berbagai tahap verifikasi yang melibatkan para sejarawan antara lain Sri Margana. Kesimpulannya, benar bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro.


Sejarawan UGM Sri Margana memeriksa keris Kiai Nogo Siluman di Museum Volkenkunde, Leiden, 24 Februari 2020. Disaksikan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja. (Bonnie Triyana/Historia).
Sejarawan UGM Sri Margana memeriksa keris Kiai Nogo Siluman di Museum Volkenkunde, Leiden, 24 Februari 2020. Disaksikan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja. (Bonnie Triyana/Historia).

Rencana pemulangan keris pun disiapkan. Dan pada Kamis, 5 Maret 2020, keris bersejarah itu kembali ke Indonesia. Penyerahan keris dilakukan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja. Keris itu diterima oleh Kepala Museum Nasional Indonesia, Siswanto, di Jakarta. Penyerahan keris dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan para staf Museum Nasional. Wajah-wajah sumringah dan takjub bermunculan saat keris bermotif naga tersebut dibuka.


Detail keris Diponegoro. (Fernando Randy/Historia).
Detail keris Diponegoro. (Fernando Randy/Historia).
Staf Museum Nasional saat memeriksa keris Diponegoro. (Fernando Randy/Historia).
Staf Museum Nasional saat memeriksa keris Diponegoro. (Fernando Randy/Historia).
Bentuk utuh Keris Diponegoro usai tiba di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).
Bentuk utuh Keris Diponegoro usai tiba di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).
Leiden, kota tempat keris Diponegoro disimpan sebelum dikembalikan ke Indonesia. (Fernando Randy/Historia).
Leiden, kota tempat keris Diponegoro disimpan sebelum dikembalikan ke Indonesia. (Fernando Randy/Historia).

Keris Kiai Nogo Siluman berbahan dasar besi warna hitam dengan ukiran warna emas. Terdapat wujud naga yang tubuhnya memanjang di sekujur bilah keris. Tubuh naga ini dulunya dilapisi emas namun sekarang hanya beberapa jejak emas yang tersisa. Itu sama sekali tidak mengurangi keanggunan keris yang langsung didaftarkan sebagai benda cagar budaya tersebut. Ada satu lagi wujud naga yang membuat keris ini dinamai Kiai Nogo Siluman. Ukiran naga itu tersembunyi di bagian bawah bilah keris yang berdekatan dengan gagang keris. Sosok naga ini hanya bisa terlihat dari posisi tertentu.


Para staf Museum Nasional memeriksa kondisi keris saat tiba di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).
Para staf Museum Nasional memeriksa kondisi keris saat tiba di Jakarta. (Fernando Randy/Historia).
Semua staf museum takjub usai melihat sendiri keris tersebut. (Fernando Randy/Historia).
Semua staf museum takjub usai melihat sendiri keris tersebut. (Fernando Randy/Historia).

Selanjutnya, Selasa 10 Maret 2020, keris Diponegoro dibawa ke Istana Negara, Bogor, Jawa Barat. Secara simbolik, Raja Belanda Willem Alexander menyerahkannya kepada Presiden Joko Widodo. Setelah prosesi ini, menguar harapan bahwa benda pusaka tersebut dapat dirawat dan dijaga dengan baik dan benar di sini. Sambil berharap bahwa keris ini bukanlah benda sejarah terakhir yang kembali ke Indonesia.


Raja Belanda Willem Alexander dan rombongan saat tiba di Istana Bogor Jawa Barat. Raja Belanda Willem Alexander. (Fernando Randy/Historia).
Raja Belanda Willem Alexander dan rombongan saat tiba di Istana Bogor Jawa Barat. Raja Belanda Willem Alexander. (Fernando Randy/Historia).
Raja Belanda Willem Alexander dan istri berdiskusi bersama Presiden Joko Widodo mengenai keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro, di Istana Bogor. (Fernando Randy/Historia).
Raja Belanda Willem Alexander dan istri berdiskusi bersama Presiden Joko Widodo mengenai keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro, di Istana Bogor. (Fernando Randy/Historia).
Raja Belanda Willem Alexander bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. (Fernando Randy/Historia).
Raja Belanda Willem Alexander bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. (Fernando Randy/Historia).
Keris Kiai Nogo Siluman langsung dimasukan sebagai salah satu benda bersejarah oleh Museum Nasional. (Fernando Randy/Historia).
Keris Kiai Nogo Siluman langsung dimasukan sebagai salah satu benda bersejarah oleh Museum Nasional. (Fernando Randy/Historia).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page