top of page

Brigjen M. Noor Nasution, Perwira TNI Eks Pemain Sandiwara

Sosok penting di balik pembersihan orang-orang komunis dalam lembaga pers pemerintah. Sebelum jadi tentara, dia menggandrungi seni wayang dan main sandiwara

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret Brigjen (Anumerta) M. Noor Nasution. Sumber: Repro dari Majalah Varia, Edisi 515, 28 Februari 1968.

  • 14 Jan 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

PRESIDEN Sukarno terganggu dengan eksposur media dalam menyorot Gerakan 30 September (G30S). Pemberitaan tentang pemotongan kemaluan jenderal-jenderal Angkatan Darat korban G30S adalah yang paling meresahkannya. Pun demikian dengan mata mereka yang isunya dicungkil oleh para pasukan penculik. Berita itu, menurut Sukarno, tidak sesuai dengan visum repertum dari para dokter yang memeriksa jenazah para jenderal tersebut.


Sukarno minta klarifikasi. Pada pembukaan Konferensi Para Gubernur Seluruh Indonesia di Istana Negara, 13 Desember 1965, dia menagihnya ke beberapa nama. Salah satunya kepada Letkol M. Noor Nasution.


“Saya tanyakan kepada Noor Nasution, Letkol, yang mengawasi Antara, dari mana kabar yang dimasukkan di dalam surat kabar ini. Kok di dalam surat kabar dikatakan bahwa jenderal-jenderal yang mati ini dipotong kemaluannya! Donder. Sebab, akibat daripada kabar bohong ini, Saudara-saudara, lebih jahat daripada fitnah. Sebab, akibatnya ialah, Saudara-saudara, rakyat kita menjadi gontok-gontokan, panas-panasan,” kata Sukarno dalam pidatonya termuat dalam Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Sukarno September 1965-Pelengkap Nawaksara suntingan Budi Setiyono dan Bonnie Triyana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Potret risiko budak yang melawan. Menuntut pengembalian hak-haknya, sekelompok budak divonis hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup.
Potret risiko budak yang melawan. Menuntut pengembalian hak-haknya, sekelompok budak divonis hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page